Tabooo.id: Nasional – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru 2026 kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia. Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Rabu (24/12/2025), Prabowo menegaskan bahwa Natal menjadi momentum kasih, harapan, dan kepedulian terhadap sesama.
Namun, ucapan itu hadir di tengah suasana duka nasional. Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia sedang menghadapi ujian berat akibat bencana alam. Banjir dan longsor di Sumatera telah merenggut banyak korban jiwa dan menyisakan penderitaan luas.
“Natal adalah momentum kasih dan harapan. Pada saat yang sama, bangsa kita menghadapi ujian bencana alam yang membawa duka bagi saudara-saudari kita di Sumatera,” ujar Prabowo.
Duka Nasional di Tengah Perayaan
Prabowo menyebut lebih dari 1.000 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor di berbagai daerah di Sumatera. Jumlah korban itu menjadikan bencana sebagai duka nasional, bukan lagi tragedi lokal.
Bencana tersebut memukul kehidupan sosial dan ekonomi warga. Banyak keluarga kehilangan anggota keluarga, rumah, dan sumber penghidupan. Dalam situasi ini, Prabowo menekankan bahwa perayaan Natal harus berjalan seiring dengan empati kepada para korban yang masih bertahan di pengungsian.
Seruan Persatuan dan Solidaritas
Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas. Ia menilai persatuan sebagai modal utama bangsa untuk bangkit dari krisis.
Menurut Prabowo, tekanan bencana dan tantangan ekonomi menuntut respons bersama. Ia mendorong masyarakat saling menolong dan berkontribusi sesuai kemampuan. Ia juga mengajak publik menjadikan masa sulit ini sebagai titik awal kebangkitan nasional.
“Semoga damai Natal menyertai kita semua. Semoga tahun yang baru membawa kesehatan, kekuatan, dan semangat kebersamaan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.
Kelompok Paling Terdampak
Masyarakat di wilayah rawan bencana Sumatera menjadi kelompok paling terdampak. Mereka kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian. Selain luka fisik dan psikologis, ancaman kemiskinan baru kini membayangi akibat terhentinya aktivitas ekonomi.
Pesan Presiden menegaskan bahwa solidaritas nasional tidak cukup berhenti pada ucapan. Dukungan nyata menjadi kunci pemulihan korban.
Refleksi Akhir
Ucapan Natal Presiden terdengar menenangkan. Namun di tengah ribuan nyawa yang hilang, pesan persatuan itu menguji keseriusan kita. Gotong royong harus hadir di lapangan, bukan hanya ramai di linimasa. @dimas




