Selasa, Mei 5, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Gus Yahya Tegaskan Tiga Hak di Tengah Krisis Dualisme PBNU

by dimas
Desember 25, 2025
in Nasional, News
A A
Home News Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan sikapnya di tengah krisis dualisme kepemimpinan NU. Dalam konferensi pers di Kantor PBNU Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025), ia menjelaskan tiga hak utama yang menurutnya harus dijaga demi keadilan pribadi, wibawa ulama, dan keberlangsungan organisasi.

Gus Yahya menekankan bahwa sikapnya bukan didorong ambisi jabatan. Ia mengaku justru berupaya menjaga prinsip dasar NU agar konflik tidak merusak legitimasi organisasi yang telah berdiri lebih dari satu abad.

Hak Pribadi: Kesempatan Klarifikasi yang Dihilangkan

Gus Yahya menyatakan dirinya tidak pernah mendapat ruang klarifikasi atas berbagai tuduhan yang dialamatkan kepadanya, termasuk isu pengundangan tokoh Zionis. Ia menilai proses tersebut mencederai prinsip keadilan.

“Saya tidak keberatan dituduh apa pun. Namun forum yang menuduh saya tidak pernah menghadirkan saya untuk menjelaskan. Itu jelas tidak adil,” ujar Gus Yahya.

Menurutnya, praktik semacam ini tidak hanya merugikan dirinya secara personal, tetapi juga menciptakan preseden buruk dalam penyelesaian konflik internal PBNU.

Ini Belum Selesai

Jurnalis di Papua Terus Diteror, Kebebasan Pers Masih Sekadar Janji?

Virus Langka Pecah di Laut: 3 Tewas, Dunia Mulai Khawatir

Hak Wibawa Ulama: Keputusan Tidak Boleh Serampangan

Selain hak pribadi, Gus Yahya menyoroti wibawa ulama sebagai pilar utama NU. Ia mengingatkan bahwa keputusan yang diambil oleh forum Syuriyah akan selalu dipersepsikan sebagai keputusan bernuansa syariat oleh publik.

Karena itu, Gus Yahya menilai proses yang tidak adil justru membahayakan otoritas moral ulama.

“Jika publik menganggap cara seperti ini sah menurut syariat hanya karena yang memutuskan adalah ulama, maka dampaknya sangat berbahaya,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa ulama harus menjadi teladan keadilan, bukan sumber legitimasi atas prosedur yang bermasalah.

Hak Organisasi: AD/ART Tidak Bisa Dilanggar

Gus Yahya juga menekankan pentingnya menjaga tatanan organisasi. Ia menyatakan bahwa PBNU memiliki mekanisme jelas dalam menyelesaikan konflik, termasuk soal pemberhentian ketua umum.

Menurutnya, hanya muktamar atau forum setara muktamar yang memiliki kewenangan untuk memberhentikan ketua umum.

“Jika kita mengabaikan aturan organisasi, maka 100 tahun sejarah NU akan kehilangan makna,” tambahnya.

Ia menolak penunjukan penjabat ketua umum PBNU yang muncul setelah konflik mencuat pada 20 November 2025. Gus Yahya menegaskan bahwa mandat kepemimpinannya lahir dari muktamar dan hanya bisa berakhir melalui forum tertinggi tersebut.

Islah sebagai Jalan Redam Konflik

Meski bersikap tegas, Gus Yahya tetap membuka ruang islah. Ia menyatakan kesiapannya menjalani keputusan Musyawarah Kubro di Lirboyo yang mendorong perbaikan hubungan antara dirinya dan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar.

Menurutnya, islah penting untuk meredam ketegangan internal dan mencegah konflik berlarut-larut yang bisa melemahkan NU di mata publik.

Dampak Luas bagi NU dan Masyarakat

Konflik dualisme kepemimpinan PBNU tidak berhenti pada urusan internal. Sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, NU memiliki pengaruh sosial dan politik yang luas. Ketidakpastian kepemimpinan berpotensi menimbulkan kebingungan di tingkat warga dan jamaah.

Di sisi lain, pihak-pihak yang berkepentingan secara politik atau struktural bisa memanfaatkan konflik ini untuk memperkuat posisi mereka. Sementara itu, warga NU menghadapi risiko terpecahnya kepercayaan terhadap institusi yang selama ini mereka anggap sebagai penjaga moral bangsa.

Refleksi Tabooo: Kekuasaan, Etika, dan Masa Depan NU

Krisis ini memperlihatkan bahwa perebutan kuasa sering kali datang dengan bahasa moral dan agama. Gus Yahya memilih menempatkan konflik ini sebagai persoalan keadilan, etika ulama, dan kepatuhan pada aturan organisasi.

Publik kini menunggu: apakah NU akan menyelesaikan konflik ini melalui jalan musyawarah dan islah, atau justru membiarkannya menjadi preseden baru perebutan kekuasaan yang menggerus wibawa organisasi.

Dalam organisasi sebesar NU, kekuasaan seharusnya tidak diuji oleh ambisi, tetapi oleh kesetiaan pada nilai dan aturan yang telah disepakati bersama. @dimas

Tags: DinamikaGus YahyakepemimpinanKonflikKrisisNUOrganisasipbnuPolitik

Kamu Melewatkan Ini

Perempuan, Perang, dan Rumah yang Terbelah

Perempuan, Perang, dan Rumah yang Terbelah

by teguh
Mei 4, 2026

Malam itu tidak hanya sunyi ia penuh keputusan. Di sebuah rumah bangsawan di Muneng, seorang istri memilih jalan yang tak...

Roro Mendut dan Warisan Kuasa yang Belum Mati

Roro Mendut dan Warisan Kuasa yang Belum Mati

by teguh
April 27, 2026

Banyak orang menganggap Roro Mendut hanya legenda cinta dari tanah Jawa. Padahal, kisah itu menyimpan cerita tentang tubuh perempuan, ambisi...

Rumah Kos yang Membelah Indonesia

Gang Peneleh: Tempat Lahirnya Nasionalisme, Sosialisme, dan Konflik

by teguh
April 25, 2026

Di sebuah rumah kos sederhana milik H.O.S. Tjokroaminoto, di Gang Peneleh, Surabaya. Sejarah Indonesia tumbuh tanpa sorotan. Tiga anak muda...

Next Post
Natal 2025: Umat Katolik Patungan untuk Korban Banjir Sumatera

Natal 2025: Umat Katolik Patungan untuk Korban Banjir Sumatera

Pilihan Tabooo

Buku, Diskusi, dan Anak Muda: Cara Komunitas Madiun Book Party Menghidupkan Literasi Kota

Buku, Diskusi, dan Anak Muda: Cara Komunitas Madiun Book Party Menghidupkan Literasi Kota

Mei 3, 2026

Realita Hari Ini

Jual Beli Titik Dapur MBG Mengemuka, Siapa Bermain di Program Makan Gratis?

Jual Beli Titik Dapur MBG Mengemuka, Siapa Bermain di Program Makan Gratis?

Mei 5, 2026

Jurnalis di Papua Terus Diteror, Kebebasan Pers Masih Sekadar Janji?

Mei 5, 2026

Virus Langka Pecah di Laut: 3 Tewas, Dunia Mulai Khawatir

Mei 5, 2026

Saat Dunia Guncang, Barito Pacific Justru Tancap Gas 200% Lebih

Mei 5, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id