• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Prabowo Minta Menteri Tancap Gas: Jangan Normatif, Harus Berani Terobos

Januari 7, 2026
in Nasional, News
A A
Prabowo Minta Menteri Tancap Gas: Jangan Normatif, Harus Berani Terobos

Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka memberi taklimat awal tahun dalam retreat di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026). (Foto dok. BPMI Setpres)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden RI Prabowo Subianto mengirim pesan tegas kepada jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih. Dalam retret kabinet di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026), Prabowo menegaskan bahwa pemerintahan tidak boleh berjalan biasa-biasa saja.

Ia meminta seluruh pembantunya bekerja cepat, bekerja cerdas, dan berani meninggalkan pola kerja normatif. Prabowo ingin kabinetnya bergerak secepat tuntutan publik yang terus meningkat.

Prabowo menyampaikan pesan itu langsung kepada para menteri. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kemudian menegaskan kembali arahan tersebut kepada publik usai acara.

Kerja Cepat dan Berani Ambil Risiko

Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden secara terbuka mendorong para menteri meninggalkan pola kerja administratif yang kaku. Menurut Prabowo, pendekatan normatif sering memperlambat realisasi program pemerintah.

Prabowo meminta jajarannya berpikir lebih kreatif dan berani mengambil langkah tidak biasa, selama tetap berada dalam koridor kepentingan negara. Ia menargetkan percepatan pelaksanaan seluruh program prioritas pemerintah.

Presiden menekankan satu hal penting: ia membutuhkan terobosan nyata, bukan sekadar laporan rapi dan presentasi panjang.

Out of the Box Demi Target 2026

Dalam forum yang sama, Prabowo kembali menyoroti pentingnya inovasi kebijakan. Ia meminta para menteri dan wakil menteri berpikir “out of the box” untuk memutus rantai persoalan birokrasi yang terus berulang dari tahun ke tahun.

Prasetyo menyebut Prabowo memberi perhatian khusus pada capaian program besar pemerintah pada 2026. Karena itu, Presiden menuntut cara kerja yang lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika sosial dan ekonomi.

RelatedPosts

MotoGP Brasil 2026: Semua Nol Lagi, Tapi Marquez Punya Satu Keunggulan

Pemerintah Resmi Tetapkan Idul Fitri 1447 H pada Sabtu 21 Maret 2026

Bagi Prabowo, waktu menjadi faktor kunci. Ia menilai pemerintah tidak memiliki ruang untuk bergerak lambat di tengah tekanan global dan ekspektasi publik.

Tinggalkan Ego, Perkuat Kolaborasi

Selain kecepatan kerja, Prabowo juga menyoroti persoalan klasik yang kerap menghambat pemerintahan ego sektoral. Ia meminta para menteri meninggalkan kepentingan pribadi dan kepentingan sempit kementerian masing-masing.

Presiden menginginkan setiap persoalan lintas sektor segera menemukan titik temu, bukan berubah menjadi ajang tarik-menarik kewenangan. Menurutnya, konflik antarinstansi hanya akan memperlambat pelayanan publik dan merugikan masyarakat.

Karena itu, Prabowo mendorong penguatan kerja sama lintas kementerian dan lembaga secara nyata, bukan sekadar jargon koordinasi.

Dampak Langsung ke Publik

Arahan ini tidak berhenti di ruang rapat. Dampaknya langsung menyentuh masyarakat. Ketika menteri bergerak cepat dan lintas sektor bekerja selaras, warga berpeluang merasakan percepatan pembangunan, bantuan sosial, dan layanan publik.

Sebaliknya, jika kabinet mengabaikan pesan ini, masyarakat kembali menanggung dampak birokrasi yang lamban dan berbelit.

Sinyal Politik dari Hambalang

Retret kabinet di Hambalang memberi sinyal awal arah kepemimpinan Prabowo. Ia menginginkan pemerintahan yang solid, minim gaduh, dan fokus pada hasil. Ia juga memberi sinyal bahwa ia tidak akan memberi ruang besar bagi konflik internal.

Pada akhirnya, publik akan menilai secara sederhana apakah perintah “tidak normatif” ini benar-benar melahirkan terobosan, atau hanya berubah menjadi slogan baru di awal pemerintahan.

Karena bagi rakyat, yang terpenting bukan seberapa sering rapat digelar, melainkan seberapa cepat hasilnya terasa. @dimas

Tags: BirokrasiCepatGibran Rakabuming RakaKabinetKebijakankepemimpinanKerjaKinerjaKoordinasiMenteriMerah PutihNasionalpelayananpemerintahPemerintahanPolitikPrabowo SubiantoProgramPublikReformasi
Next Post
DPR Soroti Ancaman Super Flu di Indonesia

DPR Soroti Ancaman Super Flu di Indonesia

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

    Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Saat Senja: Ketika Malam Mulai Dibuka untuk Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lebaran Beda Hari, Antara Ilmu, Ego, dan Toleransi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7.039 Pemudik Gratis Tiba di Tirtonadi, Mayoritas dari DKI Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Sebut Penyiraman Aktivis KontraS Terorisme, Harus Usut Dalangnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.