Minggu, November 1, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo Minta Menteri Tancap Gas: Jangan Normatif, Harus Berani Terobos

by dimas
Januari 7, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden RI Prabowo Subianto mengirim pesan tegas kepada jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih. Dalam retret kabinet di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026), Prabowo menegaskan bahwa pemerintahan tidak boleh berjalan biasa-biasa saja.

Ia meminta seluruh pembantunya bekerja cepat, bekerja cerdas, dan berani meninggalkan pola kerja normatif. Prabowo ingin kabinetnya bergerak secepat tuntutan publik yang terus meningkat.

Prabowo menyampaikan pesan itu langsung kepada para menteri. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kemudian menegaskan kembali arahan tersebut kepada publik usai acara.

Kerja Cepat dan Berani Ambil Risiko

Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden secara terbuka mendorong para menteri meninggalkan pola kerja administratif yang kaku. Menurut Prabowo, pendekatan normatif sering memperlambat realisasi program pemerintah.

Prabowo meminta jajarannya berpikir lebih kreatif dan berani mengambil langkah tidak biasa, selama tetap berada dalam koridor kepentingan negara. Ia menargetkan percepatan pelaksanaan seluruh program prioritas pemerintah.

Ini Belum Selesai

Anak Krakatau Erupsi Lagi, Status Siaga: Radius 5 Km Rawan Bahaya

Dua Tersangka Pembakaran Warung Mi dan Babi Sukoharjo, Satu DPO

Presiden menekankan satu hal penting: ia membutuhkan terobosan nyata, bukan sekadar laporan rapi dan presentasi panjang.

Out of the Box Demi Target 2026

Dalam forum yang sama, Prabowo kembali menyoroti pentingnya inovasi kebijakan. Ia meminta para menteri dan wakil menteri berpikir “out of the box” untuk memutus rantai persoalan birokrasi yang terus berulang dari tahun ke tahun.

Prasetyo menyebut Prabowo memberi perhatian khusus pada capaian program besar pemerintah pada 2026. Karena itu, Presiden menuntut cara kerja yang lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika sosial dan ekonomi.

Bagi Prabowo, waktu menjadi faktor kunci. Ia menilai pemerintah tidak memiliki ruang untuk bergerak lambat di tengah tekanan global dan ekspektasi publik.

Tinggalkan Ego, Perkuat Kolaborasi

Selain kecepatan kerja, Prabowo juga menyoroti persoalan klasik yang kerap menghambat pemerintahan ego sektoral. Ia meminta para menteri meninggalkan kepentingan pribadi dan kepentingan sempit kementerian masing-masing.

Presiden menginginkan setiap persoalan lintas sektor segera menemukan titik temu, bukan berubah menjadi ajang tarik-menarik kewenangan. Menurutnya, konflik antarinstansi hanya akan memperlambat pelayanan publik dan merugikan masyarakat.

Karena itu, Prabowo mendorong penguatan kerja sama lintas kementerian dan lembaga secara nyata, bukan sekadar jargon koordinasi.

Dampak Langsung ke Publik

Arahan ini tidak berhenti di ruang rapat. Dampaknya langsung menyentuh masyarakat. Ketika menteri bergerak cepat dan lintas sektor bekerja selaras, warga berpeluang merasakan percepatan pembangunan, bantuan sosial, dan layanan publik.

Sebaliknya, jika kabinet mengabaikan pesan ini, masyarakat kembali menanggung dampak birokrasi yang lamban dan berbelit.

Sinyal Politik dari Hambalang

Retret kabinet di Hambalang memberi sinyal awal arah kepemimpinan Prabowo. Ia menginginkan pemerintahan yang solid, minim gaduh, dan fokus pada hasil. Ia juga memberi sinyal bahwa ia tidak akan memberi ruang besar bagi konflik internal.

Pada akhirnya, publik akan menilai secara sederhana apakah perintah “tidak normatif” ini benar-benar melahirkan terobosan, atau hanya berubah menjadi slogan baru di awal pemerintahan.

Karena bagi rakyat, yang terpenting bukan seberapa sering rapat digelar, melainkan seberapa cepat hasilnya terasa. @dimas

Tags: BirokrasiCepatGibran Rakabuming RakaKabinetKebijakankepemimpinanKerjaKoordinasiMenteriMerah PutihpelayananpemerintahPemerintahanPolitik IndonesiaPrabowo SubiantoProgramReformasiSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Suket Gibran Digugat, Dokumen Negara Diuji: Siapa Harus Menjelaskan?

Suket Gibran Digugat, Dokumen Negara Diuji: Siapa Harus Menjelaskan?

by teguh
Oktober 30, 2026

Denny Indrayana mencabut gugatan terkait Suket penyetaraan pendidikan Gibran Rakabuming Raka. Namun, polemik Suket Gibran ini menyisakan pertanyaan tentang transparansi,...

Denny Indrayana Ajukan Pencabutan Gugatan Suket Gibran, Pihak Terkait Menolak

Denny Indrayana Ajukan Pencabutan Gugatan Suket Gibran, Pihak Terkait Menolak

by teguh
Oktober 29, 2026

Denny Indrayana mempersoalkan bukti dasar penerbitan surat keterangan penyetaraan pendidikan Gibran di PTUN Jakarta. Namun, pihak terkait menolak permohonan pencabutan...

Terorisme Lingkungan: Jangan Sampai Garang di Pidato, Lunak di Pengadilan

Terorisme Lingkungan: Jangan Sampai Garang di Pidato, Lunak di Pengadilan

by teguh
Oktober 27, 2026

Prabowo menyebut pembakaran hutan sebagai terorisme lingkungan. Namun, publik membutuhkan lebih dari istilah yang terdengar garang tapi penegakan hukum yang...

Next Post
DPR Soroti Ancaman Super Flu di Indonesia

DPR Soroti Ancaman Super Flu di Indonesia

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id