Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo Hadiri KTT Gaza, Indonesia Masuk Panggung Diplomasi Baru

by dimas
Februari 20, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Prabowo Subianto melangkah masuk ke gedung United States Institute of Peace di Washington DC, pada Kamis, (19/2/2026), dengan satu pesan yang tak tertulis: Indonesia ingin duduk di meja yang menentukan arah perdamaian dunia.

Ia mengenakan jas abu-abu, kemeja putih, dasi biru muda, dan peci hitam penampilan formal yang menjadi simbol diplomasi klasik Indonesia. Namun, di balik simbol itu, ada agenda besar. Prabowo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi perdana Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza, forum baru yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Iring-iringan kendaraan yang membawa Prabowo tiba sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Sebelumnya, aparat keamanan telah mensterilkan jalan-jalan utama di sekitar lokasi sejak pukul 07.00. Washington pagi itu tidak hanya menyambut seorang kepala negara, tetapi juga menyambut negara yang ingin memainkan peran lebih besar dalam konflik global.

Indonesia Duduk di Antara Poros-Poros Dunia

Di dalam ruang konferensi, Prabowo duduk di antara delegasi Uni Emirat Arab dan Kazakhstan. Ia sempat berbincang santai dengan perwakilan Kazakhstan sambil menunggu acara dimulai. Percakapan itu terlihat ringan, tetapi posisinya mencerminkan realitas baru: Indonesia kini berada di tengah percaturan geopolitik yang semakin kompleks.

Selain Indonesia, forum ini mempertemukan pemimpin dan delegasi dari berbagai negara, termasuk Bahrain, Pakistan, Vietnam, Arab Saudi, hingga Israel. Mereka datang dengan kepentingan masing-masing, tetapi berbicara dalam satu tema besar: perdamaian Gaza.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Trump membuka forum tersebut sebagai tuan rumah dan inisiator. Ia memberi kesempatan kepada setiap pemimpin, termasuk Prabowo, untuk menyampaikan pandangan mereka. Kesempatan berbicara itu bukan sekadar formalitas, tetapi peluang untuk mempengaruhi arah diplomasi global.

Indonesia Ingin Jadi “Jembatan”, Bukan Penonton

Kehadiran Prabowo menegaskan ambisi Indonesia untuk menjadi pemain, bukan sekadar penonton. Selama ini, Indonesia dikenal sebagai pendukung kuat perjuangan Palestina. Namun kini, Indonesia melangkah lebih jauh dengan ikut terlibat langsung dalam forum yang berpotensi membentuk solusi politik.

Prabowo datang tidak sendirian. Ia membawa Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebagai bagian dari tim diplomasi.

Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya ingin hadir secara simbolik, tetapi juga ingin berperan aktif dalam pembicaraan.

Langkah ini penting, terutama bagi Indonesia yang selama ini mengklaim diri sebagai negara non-blok dan pendukung perdamaian dunia. Dengan duduk di forum ini, Indonesia berusaha membuktikan bahwa posisi itu bukan sekadar slogan.

Dampaknya: Antara Prestise Diplomasi dan Harapan Publik

Bagi masyarakat Indonesia, kehadiran Prabowo di forum ini membawa dua makna sekaligus. Pertama, Indonesia mendapatkan pengakuan sebagai negara yang diperhitungkan dalam diplomasi global. Kedua, publik berharap peran itu menghasilkan dampak nyata, bukan sekadar foto dan pernyataan.

Di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda berakhir, forum seperti ini menjadi panggung penting bagi negara-negara untuk menunjukkan posisi mereka.

Namun, pada akhirnya, pertanyaan paling sederhana tetap menggantung apakah kehadiran para pemimpin dunia akan benar-benar membawa perdamaian, atau hanya menambah daftar panjang pertemuan yang menghasilkan lebih banyak pidato daripada solusi. @dimas

Tags: Board Of PeacediplomasiGazaGeopolitikGlobalNasionalPerdamaianPolitik IndonesiaPrabowo Subianto

Kamu Melewatkan Ini

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

by dimas
Juni 9, 2026

Chatib Basri bertemu Prabowo selama dua jam di Istana. Apakah ini sekadar konsultasi ekonomi atau sinyal perubahan di Dewan Ekonomi...

Sosialisme: Kata Terlarang yang Terus Menghantui Kekuasaan

Sosialisme: Kata Terlarang yang Terus Menghantui Kekuasaan

by dimas
Juni 9, 2026

Sosialisme pernah menjadi bagian penting dari sejarah pergerakan Indonesia. Namun kekuasaan mengubahnya menjadi kata terlarang yang terus dibayangi stigma, ketakutan,...

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Next Post
Polisi Bekuk Jaringan Sabu Kemasan Teh China di Jatim

Polisi Bekuk Jaringan Sabu Kemasan Teh China di Jatim

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id