• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Global

Prabowo di APEC: AI Senjata Baru Indonesia Perangi Kemiskinan dan Krisis Pangan

November 5, 2025
in Global, News
A A
Prabowo di APEC: AI Senjata Baru Indonesia Perangi Kemiskinan dan Krisis Pangan

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri KTT APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Gyeongju, Korea Selatan, Jumat (31/10/2025). (Foto: Sekretariat Presiden)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Prabowo Subianto bicara lantang di hadapan para pemimpin ekonomi Asia Pasifik. Dalam APEC Economic Leaders’ Meeting di Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu (1/11/2025), ia menyebut kecerdasan buatan (AI) sebagai kunci baru Indonesia untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami percaya bahwa kami dapat memperoleh manfaat besar dari penggunaan kecerdasan buatan,” ujar Prabowo dalam pidatonya, dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden.

RelatedPosts

Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

Lebaran 2026: Prabowo Undang Ribuan Warga ke Istana Kepresidenan

Bagi Prabowo, revolusi AI bukan sekadar wacana teknologi. Ia memposisikannya sebagai alat strategis pembangunan, terutama dalam menghapus dua momok lama bangsa: kemiskinan dan kelaparan. Pemerintah, katanya, tengah memusatkan semua daya dan dana untuk misi ini.

“Tugas paling mendesak bagi Indonesia adalah menuntaskan kemiskinan dan kelaparan sesegera mungkin,” tegasnya.

Dari Sawah ke Server

Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan bahwa Indonesia kini mulai memetik hasil konkret dari penerapan AI di sektor pertanian. Sistem pertanian presisi yang memanfaatkan teknologi tinggi disebut mampu mendorong produksi pangan nasional ke titik tertinggi sejak kemerdekaan.

“Target awal kami empat tahun untuk swasembada, tapi dengan teknologi tinggi dan AI, kami melampaui ekspektasi itu,” ujarnya.

Di balik pernyataan itu, ada pesan yang jelas: kemandirian pangan bukan hanya soal pupuk dan cuaca, tapi juga data dan algoritma. Dengan sensor, drone, dan analisis prediktif, pemerintah berharap sawah-sawah Indonesia bisa bekerja lebih cerdas dari sebelumnya.

Siapa Untung, Siapa Tertinggal?

Kebijakan ini jelas menguntungkan sektor teknologi dan pertanian besar. Investor dan startup agritech diprediksi akan kebanjiran proyek, sementara petani kecil masih harus berpacu mengejar ketertinggalan digital.

Jika transformasi AI hanya berhenti di ruang konferensi dan laporan resmi, maka jurang digital di desa-desa bisa makin lebar. Sebaliknya, jika pemerintah serius memastikan akses teknologi merata, revolusi pangan ini bisa jadi game changer bagi jutaan keluarga petani.

Kolaborasi atau Ketergantungan?

Prabowo juga menyerukan kerja sama regional di kawasan Asia Pasifik agar negara-negara APEC tidak sekadar menjadi pengguna, tapi juga pengendali masa depan teknologi.

“Kita harus memastikan kendali atas masa depan teknologi kita,” tambahnya.

Namun, tantangannya jelas: di tengah dominasi raksasa teknologi global, seberapa jauh Indonesia bisa berdaulat secara digital tanpa tergantung pada lisensi asing?

Dalam dunia di mana kode dan chip menjadi senjata baru geopolitik, ambisi Prabowo terdengar ideal tapi juga penuh ujian.

Karena pada akhirnya, bicara AI dan kemiskinan bukan cuma soal kecepatan prosesor, tapi kecepatan pemerintah menyalurkan hasilnya ke rakyat yang paling membutuhkan. @dimas

Next Post
Jangan Terlalu Percaya Mobil Listrik, Emisi Karbon Tak Hilang Begitu Saja!

Jangan Terlalu Percaya Mobil Listrik, Emisi Karbon Tak Hilang Begitu Saja!

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Legian: Ketika Malam Tidak Pernah Tidur

    Legian: Ketika Malam Tidak Pernah Tidur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Legian: Jalan yang Tidak Pernah Benar-Benar Tidur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sedap Malam: Ketika Ogoh-Ogoh Tidak Lagi Sekadar Dibakar, Tapi Mengingatkan Luka yang Belum Selesai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kiamat Tidak Menunggu Zona Waktu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pantai yang Kita Banggakan, atau yang Kita Abaikan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.