Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo di APEC: AI Senjata Baru Indonesia Perangi Kemiskinan dan Krisis Pangan

by dimas
November 5, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Prabowo Subianto bicara lantang di hadapan para pemimpin ekonomi Asia Pasifik. Dalam APEC Economic Leaders’ Meeting di Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu (1/11/2025), ia menyebut kecerdasan buatan (AI) sebagai kunci baru Indonesia untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami percaya bahwa kami dapat memperoleh manfaat besar dari penggunaan kecerdasan buatan,” ujar Prabowo dalam pidatonya, dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden.

Bagi Prabowo, revolusi AI bukan sekadar wacana teknologi. Ia memposisikannya sebagai alat strategis pembangunan, terutama dalam menghapus dua momok lama bangsa: kemiskinan dan kelaparan. Pemerintah, katanya, tengah memusatkan semua daya dan dana untuk misi ini.

“Tugas paling mendesak bagi Indonesia adalah menuntaskan kemiskinan dan kelaparan sesegera mungkin,” tegasnya.

Dari Sawah ke Server

Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan bahwa Indonesia kini mulai memetik hasil konkret dari penerapan AI di sektor pertanian. Sistem pertanian presisi yang memanfaatkan teknologi tinggi disebut mampu mendorong produksi pangan nasional ke titik tertinggi sejak kemerdekaan.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

“Target awal kami empat tahun untuk swasembada, tapi dengan teknologi tinggi dan AI, kami melampaui ekspektasi itu,” ujarnya.

Di balik pernyataan itu, ada pesan yang jelas: kemandirian pangan bukan hanya soal pupuk dan cuaca, tapi juga data dan algoritma. Dengan sensor, drone, dan analisis prediktif, pemerintah berharap sawah-sawah Indonesia bisa bekerja lebih cerdas dari sebelumnya.

Siapa Untung, Siapa Tertinggal?

Kebijakan ini jelas menguntungkan sektor teknologi dan pertanian besar. Investor dan startup agritech diprediksi akan kebanjiran proyek, sementara petani kecil masih harus berpacu mengejar ketertinggalan digital.

Jika transformasi AI hanya berhenti di ruang konferensi dan laporan resmi, maka jurang digital di desa-desa bisa makin lebar. Sebaliknya, jika pemerintah serius memastikan akses teknologi merata, revolusi pangan ini bisa jadi game changer bagi jutaan keluarga petani.

Kolaborasi atau Ketergantungan?

Prabowo juga menyerukan kerja sama regional di kawasan Asia Pasifik agar negara-negara APEC tidak sekadar menjadi pengguna, tapi juga pengendali masa depan teknologi.

“Kita harus memastikan kendali atas masa depan teknologi kita,” tambahnya.

Namun, tantangannya jelas: di tengah dominasi raksasa teknologi global, seberapa jauh Indonesia bisa berdaulat secara digital tanpa tergantung pada lisensi asing?

Dalam dunia di mana kode dan chip menjadi senjata baru geopolitik, ambisi Prabowo terdengar ideal tapi juga penuh ujian.

Karena pada akhirnya, bicara AI dan kemiskinan bukan cuma soal kecepatan prosesor, tapi kecepatan pemerintah menyalurkan hasilnya ke rakyat yang paling membutuhkan. @dimas

Kamu Melewatkan Ini

VOC Runtuh karena Korupsi, Kenapa Indonesia Mengulang Pola yang Sama?

VOC Runtuh karena Korupsi, Kenapa Indonesia Mengulang Pola yang Sama?

by dimas
Mei 13, 2026

VOC runtuh karena korupsi besar, penggelapan uang, dan permainan elite kekuasaan. Dua abad berlalu, Indonesia masih menghadapi pola lama jabatan...

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

by eko
Mei 13, 2026

Kucumbu Tubuh Indahku bukan sekadar film yang memancing kontroversi. Film karya Garin Nugroho itu berubah menjadi simbol benturan besar antara...

Reformasi 1998: Luka yang Masih Menunggu Keadilan

Reformasi 1998: Luka yang Masih Menunggu Keadilan

by Naysa
Mei 13, 2026

Reformasi 1998 tidak hanya menjatuhkan rezim Orde Baru, tapi juga membuka janji besar tentang demokrasi, hukum, dan hak asasi manusia....

Next Post
Jangan Terlalu Percaya Mobil Listrik, Emisi Karbon Tak Hilang Begitu Saja!

Jangan Terlalu Percaya Mobil Listrik, Emisi Karbon Tak Hilang Begitu Saja!

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id