Tabooo: News – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk terus menyempurnakan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tujuannya jelas: tak boleh ada lagi anak yang sakit karena makanan yang seharusnya menyehatkan.
“Kita mau zero error, kita mau zero defect. Walaupun sangat sulit, tapi kita harus,” ujar Prabowo dalam orasi ilmiah saat Wisuda Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Sabtu (12/10).
Ia mengakui, pelaksanaan program belum sepenuhnya sempurna. Sejak diluncurkan, tercatat beberapa ribu anak mengalami gangguan pencernaan hingga keracunan makanan. Namun, Prabowo menolak anggapan bahwa hal itu menandakan kegagalan program.
“Yang dibesarkan adalah keracunan, seolah-olah program ini harus dihentikan,” katanya.
Menurut data yang disampaikan Presiden, program MBG telah menjangkau 36,2 juta penerima manfaat, dengan total 1,3 hingga 1,4 miliar porsi makanan yang telah disalurkan. Dari jumlah itu, sekitar 8.000 kasus keracunan tercatat—setara 0,0007 persen.
“Dalam sains, 99,99 persen keberhasilan adalah pencapaian luar biasa,” ucapnya, “Tapi kita tidak mau ada satu pun anak yang sakit.”
Prabowo menegaskan, pemerintah akan memperketat standar higienitas dapur dan memastikan seluruh alat pembersih memenuhi kualitas terbaik. Ia juga menekankan pentingnya edukasi kebersihan sejak dini.
“Kalau perlu, anak-anak harus diajarkan cara makan yang benar, pakai sendok, supaya terhindar dari virus dan bakteri,” ujarnya.
Bagi Prabowo, kesempurnaan bukan sekadar angka di atas kertas, tapi tanggung jawab moral. Sebab di balik setiap porsi makan gratis, ada harapan: anak-anak Indonesia tumbuh sehat tanpa harus menelan risiko dari sesuatu yang seharusnya memberi gizi. @jeje




