Tabooo.id: Nasional – Pos Polisi Mano di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, mendadak sunyi pada Selasa, 14/04/2026. Bripka Alexander Riberu, anggota Polres Manggarai Timur sekaligus Kepala Pos Polisi Mano, meninggal dunia dalam peristiwa yang diduga bunuh diri. Polisi masih menyelidiki penyebab pastinya.
Kasus ini bukan sekadar berita kriminal. Peristiwa ini membuka sisi gelap tekanan hidup yang sering datang tanpa suara.
Polisi Soroti Beban Utang
Satreskrim Polres Manggarai Timur menduga korban menghadapi tekanan finansial berat. Polisi menilai beban utang besar mendorong korban jatuh dalam depresi.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri, menyampaikan dugaan awal itu pada Rabu, 15/04/2026.
“Dugaan kuat motifnya karena depresi dan tekanan oleh utang yang besar,” kata Ahmad.
Polisi menggali informasi tersebut dari sejumlah rekan sesama anggota yang mengaku memiliki piutang kepada korban. Meski begitu, penyidik masih mengembangkan pemeriksaan.
Polisi Belum Temukan Jejak Judi Online
Saat wartawan menyinggung kemungkinan judi online, Ahmad langsung menepis dugaan tersebut. Polisi belum mengarah ke sana karena tim belum memeriksa ponsel korban.
“Belum arah ke sana, ponselnya belum kami periksa,” ujarnya.
Keterangan itu menunjukkan penyidik masih menunggu bukti digital untuk memetakan motif secara utuh.
Kronologi Menjelang Kejadian
Menurut polisi, korban sempat minum minuman beralkohol bersama seorang pemuda berinisial D (18) sekitar pukul 15.00 Wita. Setelah itu, D pergi untuk mencukur rambut.
Tak lama kemudian, seseorang menghubungi D dan memintanya mencari korban. D kembali ke Pos Polisi Mano, tetapi ia tidak menemukan Alexander di lokasi.
Sekitar pukul 17.20 Wita, warga dan polisi menemukan korban di bangunan tak terpakai dekat pos polisi. Korban tergeletak di lantai dengan posisi tengkurap dan tali nilon melilit lehernya.
“Setelah itu, langsung kita lakukan pemeriksaan dan olah TKP,” pungkas Ahmad.
Di Balik Seragam, Ada Tekanan yang Nyata
Peristiwa ini menyisakan pertanyaan besar. Berapa banyak orang terlihat kuat, tetapi diam-diam sedang runtuh?
Utang bukan sekadar angka. Tekanan ekonomi sering berubah menjadi beban mental, rasa malu, dan putus asa ketika seseorang merasa sendirian. Di balik seragam dan jabatan, setiap orang tetap manusia yang bisa lelah. @teguh






