Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Polemik Usai, Muhammadiyah Salurkan 30 Ton Beras UEA ke Medan

by dimas
Desember 21, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Polemik bantuan 30 ton beras dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk korban banjir di Kota Medan akhirnya menemui titik terang. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menerima mandat untuk menyalurkan bantuan tersebut setelah pemerintah pusat meluruskan asal-usulnya.

Beras yang sebelumnya disebut akan dikembalikan ke UEA kini berada di tangan Muhammadiyah. Organisasi ini tidak lagi mempersoalkan polemik yang sempat muncul dan memilih fokus mendistribusikan bantuan kepada warga terdampak banjir.

Muhammadiyah Bergerak Saat Ketidakpastian Terjadi

Haedar Nashir menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak mempersoalkan status kebencanaan maupun polemik administratif yang menyertai bantuan tersebut. Menurutnya, kerja kemanusiaan selalu berpijak pada kebutuhan masyarakat, bukan pada perdebatan prosedural.

“Dalam kerja-kerja kemanusiaan, Muhammadiyah tidak mempermasalahkan status kebencanaan. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, di situlah Muhammadiyah bergerak,” ujar Haedar dalam keterangan resminya, Sabtu (20/12/2025).

Ia memastikan Muhammadiyah akan menyalurkan beras itu langsung kepada warga yang benar-benar terdampak banjir di Medan. Haedar menegaskan, organisasinya terus hadir dalam situasi darurat, baik ketika negara menetapkan status bencana maupun saat administrasi belum bergerak cepat.

Ini Belum Selesai

Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi, Ada Apa?

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Kabel PT Sangsaka di Bantul

“Bantuan ini akan segera kami salurkan sebagai wujud komitmen Muhammadiyah untuk terus berkhidmat bagi kemanusiaan dan kebangsaan,” tegasnya.

Polemik Bermula dari Sikap Pemkot Medan

Polemik ini bermula ketika Wali Kota Medan, Rico Waas, menyatakan pemerintah kota mengembalikan bantuan 30 ton beras tersebut. Ia beralasan pemerintah pusat belum mengambil keputusan resmi untuk menerima bantuan dari pihak luar negeri.

“Jadi kami kembalikan, kami Kota Medan tidak menerima,” ujar Rico dalam rekaman suara yang diterima Kompas.com, Kamis (18/12/2025).

Pernyataan itu langsung memicu perdebatan publik. Di tengah kondisi banjir, banyak pihak mempertanyakan apakah kehati-hatian administratif layak mengalahkan kebutuhan mendesak warga terdampak.

Mendagri Luruskan Asal Bantuan

Pemerintah pusat kemudian mengambil alih klarifikasi. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan bantuan tersebut tidak berasal dari pemerintah UEA, melainkan dari lembaga kemanusiaan The Red Crescent, organisasi yang setara dengan Palang Merah di UEA.

Tito menyebut dirinya langsung berkomunikasi dengan Duta Besar UEA untuk memastikan sumber bantuan tersebut.

“Yang diberikan itu bukan bantuan dari pemerintah United Arab Emirates, tetapi dari Red Crescent,” ujar Tito dalam jumpa pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).

Setelah klarifikasi itu, pemerintah menyingkirkan hambatan administratif yang sempat muncul. Pemerintah lalu menyepakati penyerahan distribusi bantuan kepada Muhammadiyah, yang telah membentuk pusat layanan kemanusiaan di Medan.

Bantuan Jalan, Polemik Tinggalkan Pelajaran

Kini, 30 ton beras tersebut telah berada di bawah kendali Muhammadiyah. Organisasi itu bersiap menyalurkannya kepada korban banjir tanpa menunggu perdebatan lanjutan soal prosedur.

Kasus ini meninggalkan catatan penting dalam situasi krisis, kecepatan dan empati sering kali lebih dibutuhkan daripada kehati-hatian yang berlarut-larut. Saat aturan saling menunggu kejelasan, warga terdampak tidak memiliki kemewahan waktu.

Dan sekali lagi, kerja kemanusiaan bergerak lebih cepat ketika politik memilih berhenti sejenak untuk berpikir. @dimas

Tags: banjirBanjir SumatraBantuanKemanusiaanKrisis GlobalMuhammadiyahSolidaritasSosial

Kamu Melewatkan Ini

Membuka Jalan Perubahan di Tengah Persoalan Sosial Gilingan

Membuka Jalan Perubahan di Tengah Persoalan Sosial Gilingan

by eko
Agustus 30, 2026

Kelurahan Gilingan membuka jalan perubahan di tengah persoalan sosial lewat pendekatan humanis dan pemberdayaan warga yang ingin beralih pekerjaan. Tabooo.id...

Lurah Gilingan Rangkul PSK Lewat Program “Mas Gilang Suka Tomat”

Lurah Gilingan Rangkul PSK Lewat Program “Mas Gilang Suka Tomat”

by eko
Agustus 29, 2026

Lurah Gilingan Galih Kusuma Atmaja menggagas program “Mas Gilang Suka Tomat” untuk merangkul PSK beralih pekerjaan lewat bantuan usaha. Tabooo.id:...

Benarkah Ada Bantuan Sepeda Listrik Gratis untuk Siswa?

Benarkah Ada Bantuan Sepeda Listrik Gratis untuk Siswa?

by eko
Agustus 18, 2026

Viral video mengklaim pemerintah membagikan sepeda listrik gratis untuk siswa. Benarkah? Berikut fakta hasil penelusurannya. Tabooo.id - Sebuah video viral...

Next Post
Wisata Guci Tegal Diterjang Banjir Bandang, Kolam Air Panas Hilang

Wisata Guci Tegal Diterjang Banjir Bandang, Kolam Air Panas Hilang

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id