Rabu, Juli 29, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Polemik Usai, Muhammadiyah Salurkan 30 Ton Beras UEA ke Medan

by dimas
Desember 21, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Polemik bantuan 30 ton beras dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk korban banjir di Kota Medan akhirnya menemui titik terang. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menerima mandat untuk menyalurkan bantuan tersebut setelah pemerintah pusat meluruskan asal-usulnya.

Beras yang sebelumnya disebut akan dikembalikan ke UEA kini berada di tangan Muhammadiyah. Organisasi ini tidak lagi mempersoalkan polemik yang sempat muncul dan memilih fokus mendistribusikan bantuan kepada warga terdampak banjir.

Muhammadiyah Bergerak Saat Ketidakpastian Terjadi

Haedar Nashir menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak mempersoalkan status kebencanaan maupun polemik administratif yang menyertai bantuan tersebut. Menurutnya, kerja kemanusiaan selalu berpijak pada kebutuhan masyarakat, bukan pada perdebatan prosedural.

“Dalam kerja-kerja kemanusiaan, Muhammadiyah tidak mempermasalahkan status kebencanaan. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, di situlah Muhammadiyah bergerak,” ujar Haedar dalam keterangan resminya, Sabtu (20/12/2025).

Ia memastikan Muhammadiyah akan menyalurkan beras itu langsung kepada warga yang benar-benar terdampak banjir di Medan. Haedar menegaskan, organisasinya terus hadir dalam situasi darurat, baik ketika negara menetapkan status bencana maupun saat administrasi belum bergerak cepat.

Ini Belum Selesai

Haul Ki Ageng Tarub: Perkuat Budaya dan Wisata Religi

OTT Bupati Pemalang, KPK Kembali Bongkar Korupsi Kepala Daerah

“Bantuan ini akan segera kami salurkan sebagai wujud komitmen Muhammadiyah untuk terus berkhidmat bagi kemanusiaan dan kebangsaan,” tegasnya.

Polemik Bermula dari Sikap Pemkot Medan

Polemik ini bermula ketika Wali Kota Medan, Rico Waas, menyatakan pemerintah kota mengembalikan bantuan 30 ton beras tersebut. Ia beralasan pemerintah pusat belum mengambil keputusan resmi untuk menerima bantuan dari pihak luar negeri.

“Jadi kami kembalikan, kami Kota Medan tidak menerima,” ujar Rico dalam rekaman suara yang diterima Kompas.com, Kamis (18/12/2025).

Pernyataan itu langsung memicu perdebatan publik. Di tengah kondisi banjir, banyak pihak mempertanyakan apakah kehati-hatian administratif layak mengalahkan kebutuhan mendesak warga terdampak.

Mendagri Luruskan Asal Bantuan

Pemerintah pusat kemudian mengambil alih klarifikasi. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan bantuan tersebut tidak berasal dari pemerintah UEA, melainkan dari lembaga kemanusiaan The Red Crescent, organisasi yang setara dengan Palang Merah di UEA.

Tito menyebut dirinya langsung berkomunikasi dengan Duta Besar UEA untuk memastikan sumber bantuan tersebut.

“Yang diberikan itu bukan bantuan dari pemerintah United Arab Emirates, tetapi dari Red Crescent,” ujar Tito dalam jumpa pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).

Setelah klarifikasi itu, pemerintah menyingkirkan hambatan administratif yang sempat muncul. Pemerintah lalu menyepakati penyerahan distribusi bantuan kepada Muhammadiyah, yang telah membentuk pusat layanan kemanusiaan di Medan.

Bantuan Jalan, Polemik Tinggalkan Pelajaran

Kini, 30 ton beras tersebut telah berada di bawah kendali Muhammadiyah. Organisasi itu bersiap menyalurkannya kepada korban banjir tanpa menunggu perdebatan lanjutan soal prosedur.

Kasus ini meninggalkan catatan penting dalam situasi krisis, kecepatan dan empati sering kali lebih dibutuhkan daripada kehati-hatian yang berlarut-larut. Saat aturan saling menunggu kejelasan, warga terdampak tidak memiliki kemewahan waktu.

Dan sekali lagi, kerja kemanusiaan bergerak lebih cepat ketika politik memilih berhenti sejenak untuk berpikir. @dimas

Tags: banjirBanjir SumatraBantuanKemanusiaanKrisis GlobalMuhammadiyahSolidaritasSosial

Kamu Melewatkan Ini

Karnaval Usai, Peradaban Diuji: Sampah Jadi Cermin Seperti Apa Kesadaran Publik

Karnaval Usai, Peradaban Diuji: Sampah Jadi Cermin Seperti Apa Kesadaran Publik

by teguh
Juni 27, 2026

"Masalah sampah di Indonesia bukan hanya persoalan teknis pengelolaan, tetapi persoalan pola pikir. Selama masyarakat masih menganggap sampah sebagai masalah...

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

by dimas
Juni 21, 2026

Memuliakan kekuasaan atau memuliakan manusia? Ketika rakyat merasa terabaikan, kontrak sosial mulai retak, kepercayaan publik memudar, dan demokrasi kehilangan fondasi...

Dua Musuh, Satu Kepentingan

Dua Musuh, Satu Kepentingan

by dimas
Juni 7, 2026

Di balik ancaman dan negosiasi yang tak berujung, AS dan Iran ternyata terjebak dalam kepentingan yang sama: sama-sama membutuhkan lawannya...

Next Post
Wisata Guci Tegal Diterjang Banjir Bandang, Kolam Air Panas Hilang

Wisata Guci Tegal Diterjang Banjir Bandang, Kolam Air Panas Hilang

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id