Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

PN Solo Kabulkan Perubahan Nama KGPH Purboyo Jadi Pakoe Boewono XIV

by dimas
Januari 30, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo menetapkan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Purboyo bergelar Sri Susuhunan Pakoe Boewono XIV. Majelis hakim mengabulkan sebagian permohonan pemohon terkait penggantian nama dalam Perkara Nomor 178/Pdt.P/2025/PN Skt.

Humas PN Solo, Aris Gunawan, menegaskan bahwa putusan ini resmi keluar pada 21 Januari 2026.

“Nama dalam KTP yang semula tercantum sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Purboyo kini berubah menjadi Sri Susuhunan Pakoe Boewono XIV,” tegas Aris, Kamis (29/1/2026).

Pengadilan memerintahkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Solo memperbarui data kependudukan dan menerbitkan KTP baru. Pemohon membayar biaya administrasi sebesar Rp 184.000. Majelis hakim menolak sebagian permohonan lainnya sehingga keputusan bersifat selektif.

Konflik Internal Kraton Meningkat

Penetapan ini muncul di tengah konflik internal Kraton Kasunanan Surakarta yang memanas pasca wafatnya Pakoe Boewono XIII. Dualisme klaim takhta terjadi antara KGPH Purboyo dan KGPH Hangabehi, menciptakan ketegangan di lingkungan kraton.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Gelar SISKS Pakubuwono menandai posisi tertinggi di kraton. Secara tradisi, gelar ini berarti “penopang bumi” atau pusat alam semesta. Bagi warga dan pengurus kraton, penetapan ini bukan sekadar perubahan administratif, tapi juga menentukan legitimasi kepemimpinan spiritual dan budaya di Solo.

Dampak Langsung Bagi Masyarakat

Perubahan nama dan gelar raja memengaruhi administrasi kependudukan, pengelolaan dana kraton, serta legitimasi acara adat yang dipimpin raja. Warga dan pejabat kraton kini menyesuaikan dokumen resmi serta protokol acara sesuai keputusan pengadilan.

Sebagian masyarakat, khususnya pendukung KGPH Hangabehi, merasa ambigu dan terpicu ketegangan politik lokal. Situasi “raja kembar” yang awalnya hanya ramai di lingkungan keraton kini menyita perhatian publik dan media.

Refleksi: Tradisi Bertemu Hukum

Kasus ini memperlihatkan bagaimana tradisi dan hukum modern saling bertemu. Gelar raja, yang diwariskan turun-temurun selama berabad-abad, kini harus melalui proses hukum formal agar diakui negara. Bagi masyarakat Solo, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa legitimasi adat dan kepastian hukum harus berjalan bersamaan, meski menimbulkan gesekan politik dan sosial. @dimas

Tags: Konflik DuniakratonKraton SurakartaKriminal & HukumPakoe Boewono XIVPerubahanSurakarta

Kamu Melewatkan Ini

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

by teguh
Mei 9, 2026

Video berdurasi 22 detik memicu gelombang opini di media sosial. Dua petugas berseragam Bea Cukai mendatangi Warung Madura pada malam...

Viral Penggeledahan Warung Madura, Bea Cukai Tegal Tegaskan Tak Ada Pungli

Viral Penggeledahan Warung Madura, Bea Cukai Tegal Tegaskan Tak Ada Pungli

by teguh
Mei 9, 2026

Video penggeledahan Warung Madura viral di media sosial dan langsung memicu sorotan publik. Dalam video berdurasi 22 detik itu, pemilik...

Pelarian Kiai Pati Berakhir di Wonogiri: Jejak Kabur yang Terhenti Dini Hari

Pelarian Kiai Pati Berakhir di Wonogiri: Jejak Kabur yang Terhenti Dini Hari

by dimas
Mei 7, 2026

Pelarian seorang kiai di Pati tidak terjadi dalam satu malam. Sebaliknya, ia lahir dari rangkaian proses panjang yang dimulai dari...

Next Post
Kutu Loncat Politik: Rusdi Masse Move On ke PSI

Kutu Loncat Politik: Rusdi Masse Move On ke PSI

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id