Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kutu Loncat Politik: Rusdi Masse Move On ke PSI

by dimas
Januari 30, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Edge – Coba bayangkan kamu lagi nongkrong santai, scroll medsos, tiba-tiba dapet notifikasi “Breaking News: Kader Nasdem Pindah ke PSI Lagi”. Rasanya kayak nonton sinetron yang episode barunya keluar tiap hari Kamis, tapi lebih absurd daripada drama Korea.

Terbaru, Rusdi Masse Mappasessu, eks Ketua DPW Nasdem Sulawesi Selatan, resmi “move on” ke PSI. Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, langsung menyambutnya dengan penuh semangat.

“Ke Makassar naik Air Asia. Jangan lupa minum es. Mari keluarga Partai Solidaritas Indonesia. Kita sambut Bang RMS,” ujar Kaesang di Rakernas PSI, Kamis (29/1/2026).

Kutu Loncat Bukan Fenomena Baru

Rusdi Masse bukan pionir “kutu loncat”. Tahun lalu, Ahmad Ali dan Bestari Barus lebih dulu hijrah dari Nasdem ke PSI dan langsung mendapat posisi prestisius. Ali jadi Ketua Harian PSI, sementara Bestari Barus jadi Ketua Dewan Pimpinan Pusat.

Ali dengan polos bilang, keputusan pindah ini bukan karena tekanan jabatan, tapi karena “komitmen personal” dengan Rusdi Masse. Menurut Ali, mereka punya janji politik tidak akan saling meninggalkan. Jadi bayangin, politik Indonesia sekarang punya versi BFF politik sahabatan dulu, baru pindah partai bareng.

Ini Belum Selesai

Sound Horeg Diatur Negara, Setelah Tiga Orang Meninggal

Sopir Disandera, Mobil Dibakar: Tragedi Aris Sanda di Wamena

Ambisi PSI: Sulawesi Jadi Kandang Gajah

Ali optimis kehadiran Rusdi di PSI akan membuat Sulawesi jadi “Kandang Gajah”. Katanya sih, pengalaman Rusdi waktu bikin Nasdem menang di beberapa wilayah Sulawesi bakal diulang di PSI. Netizen cuma bisa ketawa sambil bilang “Oke, jadi strategi politik kita sekarang beli pengalaman dari mantan partai lain.”

Tapi jangan salah, PSI percaya diri. Mereka yakin sejarah kemenangan bisa diulang. Ironisnya, Golkar partai yang sudah lama berdiri tapi rasanya cuma bisa geleng-geleng kepala sambil nonton drama pindah partai ini.

Nasdem Santuy Tapi Tetap Was-was

Di sisi lain, Nasdem tetap santuy. Wakil Ketua Umum Saan Mustopa menegaskan, partai menghormati keputusan kader yang pindah.

“Enggak masalah, mereka punya pilihan. Tapi kita tetap konsen menjaga kekuatan di wilayah Timur,” jelasnya.

Secara publik, fenomena ini menimbulkan stigma kader yang pindah partai sering disebut opportunis atau kutu loncat. Tapi bagi netizen Gen Z, ini lebih mirip konten TikTok politik lucu, absurd, tapi tetap bikin mikir.

Punchline: Politik Indonesia, Sekotak Drama

Moral dari kisah ini? Di Indonesia, politik itu kayak kotak es campur kadang manis, kadang bikin perut kaget, dan kadang ada spons di dalamnya. Kader bisa pindah partai bukan karena ideologi, tapi karena kesempatan, komitmen personal, atau strategi elektoral. Dan kita sebagai publik? Tinggal scroll, ketawa, dan nunggu episode selanjutnya. @dimas

Tags: dramaKaesangnasdemNasionalPartaiPolitik IndonesiaPSI

Kamu Melewatkan Ini

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Kalau Tan Malaka Melihat Demo 27 Agustus: Massa Besar Tidak Perlu Rusuh

Kalau Tan Malaka Melihat Demo 27 Agustus: Massa Besar Tidak Perlu Rusuh

by Tabooo
Agustus 29, 2026

Tan Malaka mungkin membela hak rakyat untuk turun ke jalan. Namun, Aksi Massa dan MADILOG menunjukkan bahwa ia juga akan...

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, menelan korban jiwa. Bambang Setiawan (59), pedagang cermin asal Bendungan Hilir, meninggal setelah dianiaya saat...

Next Post
Kapal Riset China di Laut Arab Memicu Ketegangan Militer AS-Iran

Kapal Riset China di Laut Arab Memicu Ketegangan Militer AS-Iran

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id