Senin, Agustus 24, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pigai Koreksi Pernyataan Mahfud MD soal Hak Asasi dan MBG

by dimas
Februari 28, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kontroversi Makan Bergizi Gratis (MBG) memanas setelah Menteri HAM Natalius Pigai mengoreksi pernyataan eks Menko Polhukam Mahfud MD tentang dugaan pelanggaran HAM.

Pigai menekankan bahwa pengelolaan MBG yang tidak profesional memengaruhi pencapaian pemerintah dalam memenuhi Hak Atas Pangan warga.

“Terima kasih Pak Mahfud. Maksud Profesor saya paham. Tetapi bahasa yang benar sesuai standar HAM adalah,” tulis Pigai di akun X @NataliusPigai2, Jumat (27/2/2026).

Ia menambahkan, pemerintah masih bisa memperbaiki kelalaian dalam pelaksanaan MBG, sementara pelanggaran serius akan berhadapan dengan hukum.

“Kelalaian proses bisa diperbaiki, tetapi pelanggaran harus dipidana. Prinsip HAM berlaku sepanjang proses pemenuhan hak berlangsung,” tambahnya.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

Pigai menegaskan bahwa Mahfud tidak dapat menyatakan terjadi pelanggaran HAM tanpa putusan pengadilan. Ia menekankan, Mahfud hanya boleh menyebut “dugaan pelanggaran HAM.”

Mahfud MD dan Perspektif HAM Ekonomi

Mahfud menegaskan pengelolaan MBG yang tidak profesional dapat melanggar HAM. Ia juga memperingatkan, siapa pun yang menghalangi MBG, Sekolah Rakyat, atau Koperasi Merah Putih berarti menentang HAM.

Selain itu, Mahfud menyoroti pengelolaan program secara sewenang-wenang atau koruptif. Ia menjelaskan, praktik semacam itu menimbulkan ketidakseimbangan antara kebutuhan rakyat dan kepentingan diplomasi, serta melanggar hak ekonomi, sosial, dan budaya.

“Normanya jelas. Siapa yang menghalangi MBG melanggar HAM, tetapi siapa yang kelola sewenang-wenang dan korupsi juga melanggar HAM,” tegas Mahfud.

Ia menekankan, hak asasi manusia tidak hanya mencakup hak sipil dan politik, tetapi juga hak ekonomi, sosial, budaya, dan hak atas lingkungan hidup sebagai generasi ketiga HAM.

“Jangan hanya bicara memberi makan orang itu HAM, pengelolaan yang tidak benar juga termasuk pelanggaran,” katanya.

Dampak Nyata bagi Pemerintah dan Masyarakat

Kontroversi ini berdampak langsung pada masyarakat dan kredibilitas pemerintah. Warga yang menerima MBG bergantung pada distribusi tepat waktu dan profesional. Ketidakteraturan pengelolaan menimbulkan ketidakadilan sosial dan merugikan penerima manfaat.

Pemerintah menghadapi sorotan tajam karena birokrat yang mengelola MBG tidak transparan dan akuntabel. Kegagalan itu memicu konflik sosial, kritik publik, dan risiko hukum bagi aparat pelaksana program.

Koreksi Bahasa, Bukan Kontroversi

Perdebatan Pigai-Mahfud menunjukkan bahwa kata-kata memiliki kekuatan dalam HAM. Salah ungkap memicu persepsi pelanggaran, sementara praktik nyata menuntut profesionalisme dan hukum.

Di tengah pro-kontra itu, masyarakat menunggu bukti nyata di lapangan, bukan sekadar debat definisi. HAM bukan hanya moral atau retorika, tetapi eksekusi program pemerintah yang dirasakan langsung rakyat.

Seperti kata Pigai, bahasa bisa dikoreksi, tetapi pemerintah tidak bisa memperbaiki ketidakprofesionalan hanya dengan kata-kata. @dimas

Tags: DiskusiGratisHak Asasi ManusiaHAMKeadilanKontroversiMakanMBGNatalius PigaiPanganpemerintahProgramrakyatSosialtransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Kartu ATM MBG Viral, Benarkah Sudah Resmi?

Kartu ATM MBG Viral, Benarkah Sudah Resmi?

by eko
Agustus 23, 2026

Foto kartu ATM MBG viral di Facebook. Benarkah pemerintah sudah menerbitkannya? Penelusuran menemukan fakta berbeda. Tabooo.id - Sebuah foto yang...

81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Merdeka untuk Siapa?

81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Merdeka untuk Siapa?

by Tabooo
Agustus 20, 2026

Sehari setelah perayaan HUT ke-81 RI, mahasiswa turun ke jalan membawa delapan tuntutan. Di sana, makna kemerdekaan kembali dipertanyakan lewat...

Bukan Pengupas Bawang, Susanah Ternyata Karyawan Dapur MBG

Bukan Pengupas Bawang, Susanah Ternyata Karyawan Dapur MBG

by dimas
Agustus 17, 2026

Bukan pengupas bawang, Susanah ternyata bekerja sebagai karyawan dapur MBG di SPPG Bojong dan menjahit kain majun dengan upah Rp700...

Next Post
Mantan Kapolresta Sleman Dijatuhi Sanksi Disiplin Terkait Kasus Hogi Minaya

Mantan Kapolresta Sleman Dijatuhi Sanksi Disiplin Terkait Kasus Hogi Minaya

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id