Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Balas Pigai, Mahfud MD: Salah Kelola MBG Juga Langgar HAM

by dimas
Februari 27, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan bahwa pemerintah dapat melanggar hak asasi manusia (HAM) jika mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara tidak profesional. Ia menyampaikan pernyataan ini untuk menanggapi pandangan Menteri HAM Natalius Pigai, yang sebelumnya menyebut penolakan terhadap MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih sebagai bentuk pelanggaran HAM.

“Betul. Siapa pun yang menghalangi program pemerintah seperti MBG, Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Rakyat yang murah, berarti menentang HAM,” ujar Mahfud melalui kanal YouTube Mahfud MD Official, Jumat (27/2/2026).

Namun demikian, Mahfud menekankan bahwa pemerintah juga harus menjalankan program tersebut secara benar. Menurut dia, negara tidak cukup hanya menghadirkan program, tetapi juga wajib mengelolanya dengan profesional.

Pengelolaan Buruk Ancam Hak Rakyat

Lebih lanjut, Mahfud menjelaskan bahwa HAM tidak hanya mencakup hak sipil dan politik. Ia menilai hak ekonomi dan sosial, seperti hak atas pangan dan pendidikan, juga harus dilindungi secara serius.

Karena itu, ketika pemerintah mengelola program secara boros, sewenang-wenang, atau korup, rakyat kecil langsung kehilangan manfaat yang seharusnya mereka terima.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

“Memberi makan orang itu bagian dari HAM. Akan tetapi, jika pemerintah salah mengelolanya, tindakan itu juga melanggar HAM,” tegasnya.

Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah bekerja secara transparan, akuntabel, dan efisien. Dengan cara itu, negara dapat benar-benar melindungi hak dasar masyarakat, bukan sekadar membangun citra politik.

Pigai: Penolakan Sama dengan Menentang Kepentingan Rakyat

Di sisi lain, Natalius Pigai mempertahankan sikapnya. Ia menilai pihak yang menolak MBG, Sekolah Rakyat, atau Koperasi Merah Putih sebenarnya menentang kepentingan rakyat kecil.

Menurut Pigai, pemerintah menjalankan amanat HAM ketika menyediakan makan bergizi gratis, pendidikan murah, layanan kesehatan, hingga program perumahan dan kampung nelayan. Karena itu, ia membedakan antara kritik konstruktif dan penolakan total.

“Orang yang menentang program-program ini berarti menentang rakyat kecil. Kritik untuk perbaikan boleh, tetapi menghapus hak dasar tidak bisa dibenarkan,” ujarnya.

Selain itu, Pigai menegaskan bahwa MBG sejalan dengan agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa serta rekomendasi UNICEF terkait pemenuhan gizi, pendidikan, dan kesehatan anak. Dengan demikian, ia melihat program tersebut sebagai bagian dari komitmen global Indonesia.

Dampak Langsung bagi Kelompok Rentan

Program MBG dan Sekolah Rakyat secara langsung menyasar kelompok rentan, seperti anak-anak, keluarga berpenghasilan rendah, dan warga di daerah terpencil. Oleh karena itu, setiap kesalahan pengelolaan akan berdampak cepat pada kehidupan mereka.

Jika pemerintah gagal menjaga kualitas distribusi, transparansi anggaran, dan ketepatan sasaran, masyarakat bukan hanya kehilangan manfaat, tetapi juga kehilangan kepercayaan terhadap negara. Sebaliknya, jika pemerintah mengelola program dengan baik, negara dapat memperkuat perlindungan sosial secara nyata.

Pigai juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjalankan program tersebut sesuai mandat rakyat dan komitmen internasional. Karena itu, ia menilai penolakan terhadap program sama dengan menunjukkan sikap anti-rakyat.

“Jika program baik diarahkan demi kepentingan politik, itu menentang orang kecil. Itu jahat. Mereka tidak punya nurani bagi warga miskin yang paling membutuhkan,” tegasnya. @dimas

Tags: Hak Asasi ManusiaHAMIsuKebijakanKontroversiMahfud MDMakan Bergizi GratisMBGpemerintahPolemikPolitik IndonesiarakyatSosial & Publiktransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Sosialisme: Kata Terlarang yang Terus Menghantui Kekuasaan

Sosialisme: Kata Terlarang yang Terus Menghantui Kekuasaan

by dimas
Juni 9, 2026

Sosialisme pernah menjadi bagian penting dari sejarah pergerakan Indonesia. Namun kekuasaan mengubahnya menjadi kata terlarang yang terus dibayangi stigma, ketakutan,...

Investor MBG Geruduk BGN, Dapur Miliaran Masih Menganggur

Investor MBG Geruduk BGN, Dapur Miliaran Masih Menganggur

by dimas
Juni 9, 2026

Investor dapur MBG di wilayah 3T mendatangi BGN setelah menggelontorkan miliaran rupiah. Mereka menuntut kepastian operasional dapur yang belum berjalan....

Air Keras untuk Kritik: Demokrasi Sedang Sakit?

Air Keras untuk Kritik: Demokrasi Sedang Sakit?

by dimas
Juni 8, 2026

Ketika kritik dibalas dengan kekerasan, yang terancam bukan hanya seorang aktivis. Kasus Andrie Yunus menguji batas demokrasi dan kebebasan berpendapat...

Next Post
Royal Enfield Himalayan 450, Motor Adventure Penakluk Himalaya

Royal Enfield Himalayan 450, Motor Adventure Penakluk Himalaya

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id