Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Natalius Pigai: Tolak MBG dan Koperasi Merah Putih Sama dengan Menentang HAM

by dimas
Februari 21, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pernyataan keras datang dari Menteri HAM Natalius Pigai. Ia menilai pihak yang ingin menghentikan program sosial pemerintah mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Merah Putih sebagai kelompok yang bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia. Pernyataan itu ia sampaikan saat menanggapi kasus teror terhadap Ketua BEM Universitas Gadjah Mada.

Menurut Pigai, program MBG, pendidikan gratis, layanan kesehatan gratis, hingga program ekonomi rakyat bukan sekadar kebijakan politik. Ia menilai program tersebut sebagai instrumen negara untuk memenuhi hak dasar warga, terutama kelompok rentan. Karena itu, ia menegaskan kritik untuk perbaikan layanan sah dilakukan, tetapi upaya menghapus program dianggap melanggar semangat perlindungan hak dasar masyarakat.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya perdebatan publik soal efektivitas program sosial pemerintah di era Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pemerintah menempatkan program sosial sebagai fondasi stabilitas sosial sekaligus strategi ekonomi populis untuk menjaga daya beli masyarakat bawah.

Program Sosial dan Agenda Global

Pigai juga mengaitkan MBG dengan agenda global pemenuhan hak anak. Ia menyebut kebijakan itu selaras dengan dorongan Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk target perlindungan anak yang selama ini didorong oleh UNICEF.

Ia menilai tidak tepat jika program yang disebutnya mendukung gizi, pendidikan, dan kesehatan anak justru diminta untuk dihentikan. Dari perspektif pemerintah, program tersebut menjadi kombinasi antara kebijakan sosial dan investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Namun, di lapangan, kritik tetap muncul. Sebagian kelompok mahasiswa menilai program MBG belum sepenuhnya efektif. Mereka menyoroti isu keamanan pangan, distribusi anggaran, hingga potensi pengalihan dana dari sektor pendidikan formal.

Teror ke Ketua BEM, Ruang Kritik yang Dipertanyakan

Polemik program MBG semakin sensitif setelah Ketua BEM UGM, Tiyo Adrianto, mengaku mengalami teror. Ia menyebut menerima ancaman, penguntitan, hingga intimidasi digital pada Februari 2026. Bahkan, ancaman juga menyasar keluarganya melalui pesan anonim.

Kasus ini memunculkan kekhawatiran baru apakah ruang kritik kebijakan publik masih aman bagi mahasiswa dan masyarakat sipil?

Bagi publik, persoalan ini bukan hanya soal program MBG. Isu ini berkembang menjadi perdebatan tentang batas kritik, keamanan aktivisme, dan arah politik kebijakan sosial negara.

Siapa yang Paling Terdampak?

Kelompok paling terdampak dari polemik ini tetap masyarakat bawah. Jika program berjalan optimal, keluarga miskin berpotensi mendapat manfaat langsung berupa akses pangan, pendidikan, dan kesehatan. Namun, jika program bermasalah, kelompok yang sama juga paling cepat merasakan dampaknya.

Di sisi lain, mahasiswa dan aktivis menghadapi dilema baru. Mereka ingin mengkritik kebijakan publik, tetapi juga menghadapi risiko tekanan sosial hingga ancaman keamanan.

Antara Politik, HAM, dan Persepsi Publik

Pemerintah melihat MBG sebagai simbol negara hadir. Sementara kritik melihatnya sebagai kebijakan yang masih perlu pengawasan ketat. Perdebatan ini kemungkinan akan terus berlangsung, terutama menjelang momentum politik dan ekonomi besar dalam beberapa tahun ke depan.

Pada akhirnya, polemik ini membuka pertanyaan yang lebih besar apakah program sosial cukup dinilai dari niat baik negara, atau harus diuji ketat lewat dampak nyata di lapangan?

Karena dalam politik kebijakan sosial, niat baik selalu terdengar indah. Tetapi rakyat biasanya menilai dari satu hal sederhana apakah hidup mereka benar-benar berubah. @dimas

Tags: Hak Asasi ManusiaHAMKebijakanKesejahteraanMahasiswaMakan Bergizi GratisMBGNasionalNatalius PigaiPerlindunganPolitik IndonesiaProgramSosialSosial & PublikSuara

Kamu Melewatkan Ini

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

by teguh
Mei 13, 2026

Saat stunting, campak, hingga angka kematian ibu dan bayi masih menghantui banyak keluarga, sebuah video dari ruang rapat DPRD Jember...

Negara Bangun Program Besar, Tapi Kenapa Rakyat Mulai Merasa Tak Didengar?

Negara Bangun Program Besar, Tapi Kenapa Rakyat Mulai Merasa Tak Didengar?

by dimas
Mei 13, 2026

Program besar seperti MBG dan Koperasi Merah Putih dinilai menjanjikan. Namun di banyak desa, rakyat mulai merasa kebutuhan lokal makin...

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Next Post
AS Rancang Pangkalan Militer Raksasa di Gaza, 5.000 Personel Disiapkan

AS Rancang Pangkalan Militer Raksasa di Gaza, 5.000 Personel Disiapkan

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id