Senin, November 2, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

AS Rancang Pangkalan Militer Raksasa di Gaza, 5.000 Personel Disiapkan

by dimas
Februari 21, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global

Tabooo.id: Global – Amerika Serikat (AS) menyiapkan langkah strategis baru di Jalur Gaza. Dokumen kontrak yang ditinjau The Guardian mengungkap rencana pembangunan pangkalan militer seluas lebih dari 350 hektar di Gaza selatan. Washington merancang fasilitas ini untuk menampung sekitar 5.000 personel dan menjadikannya pusat operasi International Stabilization Force (ISF).

Rencana itu muncul di tengah kehancuran pascaperang. Di atas lahan yang masih dipenuhi puing dan sisa bangunan, AS mulai menggambar ulang peta keamanan kawasan.

Washington Bangun Struktur Keamanan Baru

ISF berada di bawah Board of Peace, lembaga yang Presiden AS Donald Trump bentuk. Trump memimpin langsung dewan tersebut dan melibatkan sejumlah tokoh dekatnya, termasuk Jared Kushner.

Dokumen perencanaan menunjukkan kontraktor akan membangun pangkalan secara bertahap dengan ukuran sekitar 1.400 meter x 1.100 meter. Tim proyek akan memasang pagar kawat berduri dan mendirikan 26 menara pengawas lapis baja portabel. Mereka juga akan membangun area latihan tembak, gudang logistik, bunker penyimpanan senjata, serta jaringan bunker bawah tanah dengan sistem ventilasi modern.

Tim teknis wajib melakukan survei geofisika untuk mendeteksi rongga atau terowongan bawah tanah. Ketentuan ini mengarah pada dugaan keberadaan jaringan terowongan Hamas yang selama ini menjadi bagian strategi perlawanan mereka.

Ini Belum Selesai

Uji Syarat Pendidikan Capres ke MK, Tiga Warga Minta KPU Periksa Keabsahan Ijazah

Pajak Pembalut: Ketika Kebutuhan Biologis Dikenai Pajak

Dokumen itu bahkan memuat “Protokol Jenazah”. Aturan tersebut memerintahkan pekerja menghentikan proyek jika menemukan potongan tubuh manusia atau artefak budaya. Ketentuan ini mempertegas satu fakta pahit ribuan warga Palestina diyakini masih tertimbun di bawah reruntuhan Gaza.

PBB Beri Mandat, Kritik Tetap Menguat

Dewan Keamanan PBB memberi otoritas kepada Board of Peace untuk membentuk ISF di Gaza. Pasukan ini akan menjaga perbatasan, melindungi warga sipil, mengamankan distribusi bantuan, dan melatih kepolisian Palestina yang telah lolos verifikasi.

Mandat tersebut memberi dasar hukum internasional. Namun sejumlah pakar hukum menilai struktur Board of Peace membuka ruang kendali besar bagi Washington.

Adil Haque, profesor hukum dari Universitas Rutgers, menilai lembaga itu hanya berfungsi sebagai kendaraan hukum bagi AS. Sementara itu, Diana Buttu, pengacara Palestina-Kanada dan mantan negosiator perdamaian, mempertanyakan legitimasi pembangunan pangkalan di atas tanah Palestina tanpa persetujuan otoritas setempat. Ia menegaskan bahwa tindakan semacam itu berpotensi menyerupai praktik pendudukan.

Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai status kepemilikan lahan di Gaza selatan yang akan digunakan untuk proyek tersebut. Israel mengendalikan sebagian besar wilayah itu, tetapi klaim politik dan hukum atas tanah tersebut tetap memicu perdebatan.

Indonesia Hadapi Ujian Diplomasi

Indonesia turut masuk dalam dinamika ini. Pemerintah Indonesia menawarkan pengiriman hingga 8.000 personel untuk bergabung dalam ISF. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri KTT Board of Peace di Washington DC bersama sejumlah pemimpin Asia Tenggara.

Langkah ini menempatkan Indonesia pada persimpangan kepentingan. Pemerintah ingin menunjukkan komitmen terhadap stabilitas global. Namun publik Indonesia memiliki rekam jejak panjang dalam membela Palestina.

Dampak Langsung bagi Warga Gaza

Warga sipil Gaza menghadapi dampak paling nyata. Pembangunan pangkalan militer akan mengubah tata ruang, membatasi akses wilayah, dan memperketat pengawasan keamanan. Kehadiran ribuan personel bersenjata juga berpotensi menggeser dinamika sosial dan ekonomi setempat.

Bagi kawasan Timur Tengah, proyek ini dapat mengubah keseimbangan geopolitik. Bagi Indonesia, keputusan untuk terlibat atau menjaga jarak akan memengaruhi arah politik luar negeri ke depan.

AS kini bergerak cepat membangun instalasi keamanan di Gaza. Namun sejarah menunjukkan satu hal: stabilitas tidak hanya bergantung pada pagar baja dan menara pengawas, melainkan pada kepercayaan. Tanpa itu, pangkalan sebesar apa pun hanya akan berdiri di atas tanah yang belum benar-benar damai. @dimas

Tags: 2026Board Of PeacediplomasiGazaGeopolitikGlobalInternasionalKemanusiaanKonflik DuniaKrisis GlobalMiliterNasionalPasukanperangPerdamaianPolitik IndonesiaStabilitasStrategiTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Demo DPRD DIY Dua Kali Ricuh

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran di DPRD DIY Diwarnai Kericuhan

by teguh
Oktober 20, 2026

Dua tahun Prabowo–Gibran diwarnai demonstrasi yang memanas di Yogyakarta, Selasa 20/10/2026. Berdasarkan pantauan langsung tim Tabooo.id, kericuhan terjadi dua kali...

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

by dimas
Oktober 10, 2026

Jokowi tak lagi menegaskan dukungan dua periode untuk Prabowo-Gibran. Sinyal politik menuju Pilpres 2029 atau sekadar sikap hati-hati? Tabooo.id -...

Panggung Politik: Ketika Perhatian Mengalahkan Pertanggungjawaban

Panggung Politik: Ketika Perhatian Mengalahkan Pertanggungjawaban

by dimas
Oktober 8, 2026

Panggung politik kerap mengejar perhatian publik. Namun, di balik sorotan, pertanggungjawaban, kebijakan, dan suara warga tetap harus diuji. Tabooo.id -...

Next Post
Teman Berisik vs Teman Pengiyes: Yang Bikin Nyaman Belum Tentu Menyelamatkan

Teman Berisik vs Teman Pengiyes: Yang Bikin Nyaman Belum Tentu Menyelamatkan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id