Tabooo.id: Edge – Pagi di dunia ekonomi Indonesia mendadak ramai. Pertamina membawa kabar mengejutkan dua anak perusahaan mereka ditutup. Langkah ini bagian dari target nasional untuk memangkas jumlah BUMN dari 1.000 menjadi hanya 200.
Di rapat bersama Komisi VI DPR, Direktur Utama Pertamina Agung Wicaksono menjelaskan keputusan itu dengan nada tegas. Ia memastikan penutupan TRB London dan Pertamina Energy Services Pte. Ltd. selesai pada 2025. Penjelasannya ringkas, seolah ia baru merapikan folder penuh file lama di komputer.
Pertamina Akhirnya Fokus pada Jalan Utama
Selama bertahun-tahun publik melihat Pertamina seperti perusahaan yang terlalu sibuk menjalankan banyak misi sampingan. Ada hotel, rumah sakit, maskapai, hingga asuransi. Semua bercampur dengan bisnis energi.
Kini mereka ingin kembali ke inti. Pertamina memilih fokus pada migas, energi terbarukan, pengolahan, dan distribusi energi. Dalam bahasa Gen Z, langkah ini terdengar seperti pengakuan jujur “Kita fokus ke diri sendiri dulu.”
Mereka juga sedang menjalankan integrasi besar di bisnis hilir commercial & trading, refinery & petrochemical, serta marine & logistic. Targetnya jelas: sistem baru siap digunakan pada 2026. Pergerakannya cepat, nyaris seperti startup yang sedang menyiapkan fitur besar.
Konsolidasi Seruwet Rapat Keluarga Besar
Pekerjaan selanjutnya lebih rumit. Pertamina dan kementerian terkait sedang menilai empat kelompok usaha.
Danantara mengkaji unit rumah sakit.
Hotel Indonesia Natour memeriksa bisnis hotel Patra Jasa.
Garuda Indonesia menilai Pelita Air Services.
IFG menata unit asuransi.
Semua pihak mencari cara untuk mengurangi tumpang tindih fungsi dan mempercepat keputusan. Tujuan akhirnya sederhana Pertamina harus tampil sebagai perusahaan energi, bukan toko serba ada versi korporasi.
Antara Janji dan Harapan Publik
Pertamina berjanji menjadi perusahaan yang lebih ramping dan gesit. Harapan publik juga sama. Mereka ingin layanan lebih baik dan manajemen yang lebih jelas.
Namun masyarakat tetap waspada. Mereka pernah melihat banyak perubahan yang berakhir dengan dampak langsung ke kantong. Kekhawatiran itu wajar. Perubahan di BUMN sering datang seperti hujan mendadak: cepat, tak terduga, dan penuh efek samping.
Reformasi yang Akan Terlihat dari Antrean SPBU
Diet korporat Pertamina bukan sekadar menutup dua anak perusahaan. Perubahan ini akan menentukan kemampuan mereka menghadapi kebutuhan energi yang terus berubah.
Bagi masyarakat, harapannya sederhana:
“Asal bensin tidak hilang, harga tidak tiba-tiba naik, dan antrean SPBU tidak sepanjang antre konser Coldplay, kami mendukung Pertamina versi apa pun.” @dimas





