Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pemalang Diterjang Banjir Bandang dan Tanah Longsor

by dimas
Januari 26, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, meninggalkan lebih dari sekadar genangan air. Arus deras membawa lumpur, kayu, dan batu dari hulu, lalu memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka dalam waktu singkat. Hingga Senin (26/1/2026), sebanyak 2.357 warga mengungsi, satu orang meninggal dunia, dan dua warga Kecamatan Watukumpul masih hilang.

Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu rangkaian bencana ini sejak Jumat (23/1/2026) sore hingga Minggu (25/1/2026) malam. Sungai meluap dan menyeret material berat ke permukiman, menghantam rumah, jalan desa, dan infrastruktur yang selama ini menopang aktivitas ekonomi warga.

Akses Terputus, Distribusi Bantuan Tersendat

Kepala Bidang Pengendalian Operasi dan Pengelolaan Data Informasi BPBD Jawa Tengah, Armin Nugroho, menegaskan bahwa tim di lapangan memusatkan perhatian pada pemulihan akses wilayah. Banjir bandang merusak dan memutus sejumlah jembatan penghubung antar dusun dan desa, sehingga kendaraan bantuan kesulitan menjangkau lokasi pengungsian.

“Kami memprioritaskan pembukaan kembali akses antar dusun dan desa serta memastikan pengungsian berjalan dengan baik,” ujar Armin saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Di Kecamatan Pulosari, banjir bandang merobohkan beberapa jembatan, merusak jaringan perpipaan sepanjang sekitar dua kilometer, dan menghantam ratusan rumah warga. Kerusakan infrastruktur dasar ini langsung menekan kelompok paling rentan, terutama lansia, anak-anak, dan keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Desa-Desa yang Menanggung Dampak Terberat

BPBD Jawa Tengah mencatat delapan desa di Kecamatan Pulosari dan Moga mengalami dampak terparah. Di Desa Penakir, banjir bandang memukul 252 kepala keluarga atau 911 jiwa. Air dan material menghancurkan 12 rumah secara berat, merusak tujuh rumah, dan menggores delapan rumah lainnya. Dari wilayah ini, aparat melaporkan satu korban meninggal dunia.

Di Kecamatan Moga, khususnya Desa Sima, banjir bandang menghantam 33 rumah, menyeret satu rumah hingga hanyut, dan merusak berat 12 rumah lainnya. Selain itu, arus air memutus lima jembatan dan merusak lahan pertanian serta perkebunan seluas masing-masing satu hektare.

Kerusakan tersebut tidak hanya meruntuhkan bangunan, tetapi juga memutus sumber penghidupan warga yang selama ini menggantungkan hidup pada pertanian.

Longsor Menambah Daftar Ancaman

Ancaman bencana tidak berhenti pada banjir. Pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, hujan lebat memicu tanah longsor di area Perhutani, Dukuh Siranti, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul. Longsor itu menimbun sekitar satu hektare lahan padi, menjerat pekerja di lokasi, serta mengubur ternak kambing milik warga.

Hingga kini, dua warga masih belum ditemukan, memperpanjang kecemasan di tengah kondisi darurat yang belum sepenuhnya terkendali.

Warga Mengungsi demi Menghindari Banjir Susulan

Armin menjelaskan bahwa peningkatan jumlah pengungsi sekitar 2.350 jiwa di 11 titik desa tidak hanya terjadi akibat rumah rusak. Warga juga memilih mengungsi karena khawatir banjir susulan kembali datang.

“BMKG memprediksi hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung hingga Februari. Karena itu, warga memilih mengungsi untuk menekan risiko,” jelasnya.

Keputusan ini menunjukkan meningkatnya kewaspadaan masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa cuaca ekstrem kini berubah dari kejadian insidental menjadi ancaman berulang.

Respons Lintas Sektor dan Kebutuhan Mendesak

Pemerintah daerah melibatkan berbagai pihak dalam penanganan bencana, mulai dari BPBD, TNI-Polri, organisasi perangkat daerah, tenaga kesehatan, hingga relawan. Wakil Gubernur Jawa Tengah turun langsung ke lokasi terdampak dan menyerahkan bantuan kepada warga.

Meski demikian, kebutuhan di lapangan masih tinggi. BPBD memprioritaskan logistik permakanan, family kit, selimut, pakaian layak pakai, obat-obatan, serta perlengkapan bayi.

Menanggapi sorotan publik terkait banyaknya kayu besar yang terbawa arus banjir, Armin menyatakan pihaknya belum menyelesaikan kajian resmi mengenai asal material tersebut. Hingga saat ini, petugas terus melakukan evakuasi, membersihkan material banjir, dan menyalurkan bantuan ke titik-titik pengungsian.

Banjir bandang di Pemalang kembali menegaskan bahwa bencana tidak semata soal hujan dan alam. Ia juga mencerminkan kesiapan infrastruktur, tata kelola lingkungan, dan respons kebijakan. Ketika hujan ekstrem semakin sering datang, pertanyaan mendasarnya bukan lagi apakah banjir akan terulang, melainkan seberapa siap negara melindungi warganya saat air kembali naik. @dimas

Tags: Banjir BandangbencanaBPBDCuacaEkstremJawa TengahPemalang

Kamu Melewatkan Ini

Becak Tidak Mati. Mereka Hanya Disembunyikan.

Becak Tidak Mati: Mereka Hanya Disembunyikan

by jeje
Mei 6, 2026

Pagi belum benar-benar terang ketika Slamet mengayuh becaknya pelan di sudut kota. Roda tuanya berderit kecil. Tangannya kasar. Punggungnya sedikit...

Bukan Skill, Tapi Kepatuhan: Cara Baru Sistem Memilih Manusia

Bukan Skill, Tapi Kepatuhan: Cara Baru Sistem Memilih Manusia

by jeje
Mei 1, 2026

Kita selalu percaya pengalaman adalah kunci. Tapi di sini, tidak ada yang bertanya kamu sudah sejauh apa belajar. Sistem hanya...

Ikuti Aturan atau Ikut Ego: Kamu di Kubu Mana?

Ikuti Aturan atau Ikut Ego: Kamu di Kubu Mana?

by jeje
Mei 1, 2026

Kita sering bilang dunia kerja butuh orang pintar. Tapi kalau kamu diminta diam tanpa alasan, kamu masih mau ikut? Atau...

Next Post
Zagros Effect: Geografi Iran Berubah Jadi Senjata Perang Modern

Zagros Effect: Geografi Iran Berubah Jadi Senjata Perang Modern

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id