• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Deep

Pantai yang Kita Banggakan, atau yang Kita Abaikan?

Maret 21, 2026
in Deep
A A
Konsep Otomatis

Situasi Pantai Kuta, Bali. "Pantai yang selalu di banggakan" ( Dok. Tabooo Network Indonesia )

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep – Keindahan yang Masih Bertahan, Tapi Tidak Lagi Utuh

Langit masih indah. Matahari turun perlahan di ufuk barat. Orang-orang datang, berjalan, bermain, tertawa. Dari jauh, Bali masih terlihat seperti yang kita jual ke dunia.

Namun, saat kamu mendekat, realitanya berubah.

Di bawah kaki, pasir putih tergantikan oleh lapisan sampah. Plastik, kayu, dan sisa-sisa yang kehilangan makna. Laut datang membawa ombak, sekaligus mengembalikan apa yang kita buang.

Masalah yang Terlihat, Tapi Kita Biasakan

Ironisnya, semua ini terjadi di tempat yang paling sering kita banggakan.

RelatedPosts

Kuta Saat Senja: Ketika Malam Mulai Dibuka untuk Dunia

Ogoh-Ogoh: Saat Manusia Mengarak Ketakutannya Sendiri di Tengah Jalan

Pantai Kuta bukan sekadar destinasi. Ia simbol. Ia wajah depan. Hari ini, wajah itu terlihat lelah. Bukan karena kehilangan pesona, tetapi karena kita membiarkannya menanggung beban terlalu lama.

Masalah ini bukan sekadar soal sampah. Kita menciptakan masalah ini saat kita membiasakan hal yang seharusnya mengganggu.

Dan di titik itu, masalah mulai tumbuh tanpa kita sadari.

Ketika Salah Jadi Kebiasaan

Saat kita menganggap sesuatu yang salah sebagai hal biasa, kita kehilangan kepekaan.

Fenomena sampah laut bukan hal baru. Setiap musim datang, pola yang sama kembali muncul. Namun, kita jarang berhenti untuk bertanya dengan jujur: kenapa ini terus terjadi?

Apakah sistem belum bekerja maksimal? Atau kita sendiri yang belum mau berubah? Atau kita sengaja memilih untuk tidak terlalu peduli?

Pertanyaan ini tidak nyaman. Tapi justru itu yang penting.

Laut Tidak Pernah Bohong

Ia tidak menciptakan sampah. Ia hanya mengembalikan.

Kita hidup di dekatnya, tetapi kita juga yang terus mengisinya dengan sisa, Kita ingin pantai tetap indah, tetapi kita masih meninggalkan jejak dan Kita ingin pariwisata hidup, tetapi kita lupa menjaga fondasinya.

Di sini, kontradiksi terlihat jelas.

Tabu yang Kita Lihat, Tapi Tidak Kita Pahami

Dalam cara berpikir Tabooology, kita tidak menghindari tabu. Kita membacanya. Sampah ini adalah “tabu visual” yang selalu muncul di depan mata, tetapi jarang kita pahami secara utuh. 

Ini bukan sekadar kotor.

Ini sinyal.

Sinyal bahwa ada yang keliru dalam cara kita hidup, cara kita mengonsumsi, dan cara kita bertanggung jawab.

Pertanyaan yang Harus Kita Hadapi

Pantai ini tidak berubah dalam semalam.

Kita mengubahnya, sedikit demi sedikit. Kita melakukannya lewat kebiasaan kecil yang kita ulang tanpa pikir panjang.

Jadi mungkin pertanyaan yang lebih jujur bukan lagi:

“Kenapa pantai ini kotor?”

Tapi: Seberapa lama kita mau terus melihat, tanpa benar-benar berubah?

Tags: LegianPantai KutaProvinsi BaliSampah Laut

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Puncak Mudik 2026 Diprediksi 16 dan 18 Maret, Pemerintah Dorong WFA

    Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi dalam Dua Gelombang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Griya di Istana, Prabowo Satukan Elite Politik dalam Suasana Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Karaton ke Masjid Agung, Gunungan Garebeg Pasa Jadi Rebutan Ratusan Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Santai Banjar Legian Kulod: Dari Langkah Kecil ke Rasa Satu Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasar Seni Kuta: Ketika Keramaian Pelan-Pelan Belajar Bernapas Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.