Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Nenek Elina Kehilangan Rumah, Ruko, dan Tambak Usai Dibongkar

by dimas
Januari 1, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Nenek Elina Widjjajanti, 80 tahun, menatap reruntuhan rumahnya dengan mata sendu. Atap dan dinding rumah hilang, begitu pula sertifikat dan dokumen penting, setelah rumahnya dibongkar paksa pada 6 Agustus 2025.

“Harapan saya, kembalikan seperti semula. Bangun kembali seperti asal,” ujarnya setelah pemeriksaan di Polda Jatim, Rabu (31/12/2025).

Pengusiran Paksa dan Kehilangan Dokumen

Rumah Nenek Elina di Dukuh Kuwukan No. 27, RT.005 RW.006, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, dibongkar oleh Samuel dan rekan-rekannya. Mereka mengklaim telah membeli tanah dan bangunan itu sejak 2014, meski keluarga Elina menegaskan rumah itu tidak pernah dijual.

Selain rumah, sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Lusiana Sintawati dan Elisa Irawati ikut raib. Sertifikat tersebut mencakup rumah, ruko, dan tanah tambak di Tulungagung. Barang-barang pribadi Nenek Elina, mulai dari pakaian hingga dokumen penting, juga lenyap.

Kini, Nenek Elina dan keluarganya tinggal di kos-kosan di Balongsari, Surabaya. Mereka menanggung seluruh biaya hidup sendiri. Kehidupan yang sebelumnya nyaman berubah drastis, meninggalkan trauma dan ketidakpastian.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Proses Hukum Sedang Berjalan

Polda Jatim menetapkan tiga tersangka Samuel (SAK), Yasin (MY), dan Klowor (SY). Polisi menjerat mereka dengan Pasal 170 KUHP terkait kekerasan bersama di muka umum, dengan ancaman maksimal lima tahun enam bulan penjara. Kombes Polisi Jules Abraham Abast, Kabid Humas Polda Jatim, menyatakan penyidik fokus menindak tindak pidana kekerasan, tetapi penyelidikan dugaan mafia tanah tetap terbuka.

Kasus ini bermula ketika Samuel mengklaim membeli rumah dari Elisa Irawati, kakak kandung Elina yang meninggal pada 2017 tanpa anak. Warisan Elisa jatuh ke enam anggota keluarga, termasuk Elina. Pada 5 Agustus 2025, rombongan Samuel mendatangi Elina dan, dengan bantuan Yasin serta tiga orang lain, memaksa Nenek Elina meninggalkan rumahnya. Adegan pengusiran ini terekam dalam video yang kini menjadi bukti utama.

Dampak Bagi Korban dan Warga Sekitar

Pengusiran rumah Nenek Elina tidak hanya berdampak pada dirinya, tetapi juga masyarakat sekitar. Warga menjadi saksi dugaan praktik penguasaan tanah yang melanggar hak hukum warga. Kekhawatiran muncul: apakah rumah mereka juga bisa menjadi sasaran klaim sepihak?

Bagi Elina, kehilangan rumah berarti hilangnya rasa aman dan sejarah hidup. Dokumen yang lenyap mengancam kepastian hukum atas aset yang menjadi hak warisnya. Masyarakat menunggu kepastian hukum ditegakkan secara adil, tanpa membiarkan klaim sepihak merampas hak warga lanjut usia.

Kritik Terhadap Penegakan Hukum

Kasus ini memunculkan pertanyaan serius tentang perlindungan warga dari praktik mafia tanah. Kekerasan fisik dan manipulasi dokumen tetap bisa terjadi tanpa kontrol ketat, meski negara menjunjung keadilan. Aparat hukum yang lambat bergerak membuat warga rentan seperti Nenek Elina menjadi korban nyata.

Kisah ini mengingatkan bahwa pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan hak individu. Rumah bukan sekadar bangunan ia adalah tempat hidup, kenangan, dan rasa aman. Saat rumah itu direnggut, trauma dan ketidakadilan sosial menempel di masyarakat.

Harapan dan Realita

Nenek Elina menatap reruntuhan rumahnya dengan harapan sederhana: rumah dibangun kembali, dokumen kembali utuh, dan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Namun pertanyaan tetap menggantung: apakah keadilan di Indonesia cukup kuat melindungi yang lemah, atau hanya menjadi janji di atas kertas?

Di balik reruntuhan dan sertifikat yang raib, masyarakat menyaksikan realita pahit: hak seorang nenek bisa hilang, sementara kepentingan pihak kuat tetap bertahan. @dimas

Tags: HakKasusKeadilanMafiaNenek ElinaPaksaPengusiranRumahsurabayaTanah

Kamu Melewatkan Ini

Restorative Justice untuk Narkoba, Tapi Bagaimana dengan Mandat Rakyat?

Restorative Justice untuk Narkoba, Tapi Bagaimana dengan Mandat Rakyat?

by teguh
September 30, 2026

Tiga anggota DPRD disebut ikut diamankan dalam kasus narkoba di Surabaya. Polisi memilih Restorative Justice setelah hasil pemeriksaan menunjukkan barang...

Kasus Narkoba di Surabaya: Delapan Diamankan, Tiga Disebut Anggota DPRD

Kasus Narkoba di Surabaya: Delapan Diamankan, Tiga Disebut Anggota DPRD

by teguh
September 30, 2026

Kasus narkoba di surabaya terjadi lagi Delapan orang masuk dalam penanganan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya setelah polisi menggerebek sebuah hotel pada...

Munir di Malioboro: 22 Tahun Berlalu, Pertanyaan Belum Selesai

Munir di Malioboro: 22 Tahun Berlalu, Pertanyaan Belum Selesai

by dimas
September 25, 2026

Munir di Malioboro menghidupkan kembali ingatan tentang perjuangan HAM, 22 tahun setelah kematiannya dan pertanyaan hukum yang belum selesai. Tabooo.id...

Next Post
Konsep Otomatis

Korban Banjir dan Longsor Sumatra Tembus 1.157 Jiwa

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id