Sabtu, Juni 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Negara Ganti Nahkoda BPJS, Harapan Baru atau Sekadar Seremoni?

by dimas
Februari 20, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pemerintah resmi mengganti pucuk pimpinan dua lembaga jaminan sosial terbesar di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, melantik jajaran Dewan Pengawas dan Direksi baru BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk masa jabatan 2026-2031 di Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Langkah ini bukan sekadar rotasi jabatan. Pemerintah ingin memastikan sistem jaminan sosial tetap berdiri kokoh di tengah tekanan ekonomi, gelombang PHK, dan mahalnya biaya kesehatan yang terus menghantui masyarakat.

Muhaimin menegaskan negara tidak boleh hanya hadir saat rakyat jatuh, tetapi harus memastikan rakyat mampu berdiri dan hidup produktif.

“Negara harus memampukan rakyat agar bisa hidup produktif dan bermartabat,” tegasnya.

Pelantikan ini merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 17/P Tahun 2026 dan Nomor 18/P Tahun 2026, yang secara resmi memberhentikan pimpinan lama dan menunjuk jajaran baru.

Ini Belum Selesai

Mahasiswa Kepung DPR/MPR RI, Tritura 2026 Kembali Menggema dari Senayan

Mahasiswa Tagih Janji DPR: Bicara Mudah, Buktinya Mana?

Wajah Baru di Kursi Paling Panas

Perubahan paling mencolok terjadi di kursi Direktur Utama. Pemerintah menunjuk Prihati Pujowaskito menggantikan Ali Ghufron Mukti sebagai Dirut BPJS Kesehatan. Sementara itu, Saiful Hidayat mengambil alih kursi Dirut BPJS Ketenagakerjaan dari Pramudya Iriawan Buntoro.

Pergantian ini menandai babak baru bagi dua lembaga yang mengelola nasib ratusan juta peserta.

BPJS Kesehatan memikul tanggung jawab menjaga rakyat dari kebangkrutan akibat biaya berobat. Di sisi lain, BPJS Ketenagakerjaan menjadi benteng terakhir pekerja saat kehilangan pekerjaan, mengalami kecelakaan kerja, atau meninggal dunia.

Kesalahan kecil dalam pengelolaan bisa berdampak besar. Bukan hanya angka di laporan keuangan, tetapi kehidupan nyata jutaan keluarga.

Jaminan Sosial Jadi Senjata Lawan Kemiskinan

Muhaimin menekankan jaminan sosial bukan sekadar program administratif. Pemerintah memandangnya sebagai alat strategis untuk mencegah kemiskinan.

Ketika pekerja kehilangan pekerjaan tanpa perlindungan, mereka bisa langsung jatuh miskin. Ketika kepala keluarga sakit tanpa jaminan kesehatan, satu keluarga bisa runtuh secara ekonomi.

Karena itu, pemerintah mendorong BPJS Kesehatan memastikan masyarakat tetap memiliki akses layanan kesehatan tanpa kehilangan kemampuan ekonomi.

Pemerintah juga meminta BPJS Ketenagakerjaan memperluas perlindungan pekerja, termasuk melalui program tambahan seperti penyediaan hunian sewa murah bagi pekerja lewat skema Manfaat Layanan Tambahan (MLT).

Langkah ini menyasar kelompok paling rentan buruh, pekerja informal, dan kelas menengah bawah yang sering hidup di batas tipis antara stabil dan miskin.

Janji Hapus Tunggakan dan Perluas Akses

Pemerintah juga menargetkan penghapusan tunggakan iuran bagi kelompok masyarakat paling rentan. Kebijakan ini bertujuan mengaktifkan kembali peserta yang sebelumnya terputus dari perlindungan kesehatan.

Bagi jutaan warga, status kepesertaan BPJS bukan sekadar kartu plastik. Itu adalah perbedaan antara bisa berobat atau menahan sakit.

Muhaimin mengingatkan seluruh direksi dan dewan pengawas bahwa jabatan mereka bukan sekadar posisi prestise.

Ia meminta mereka bekerja dengan integritas, inovasi, dan keberpihakan kepada rakyat.

Karena pada akhirnya, BPJS bukan milik pejabat. BPJS adalah milik rakyat.

Dan rakyat tidak butuh seremoni pelantikan yang megah. Mereka hanya butuh satu hal sederhana: perlindungan yang benar-benar bekerja saat hidup tiba-tiba runtuh. @dimas

Tags: bpjsEkonomi IndonesiaKabinetKebijakanKesehatanKetenagakerjaanNasionalNegarapekerjaPerlindunganReformasiSosialSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

by teguh
Juni 13, 2026

Bagi banyak orang, subsidi BBM terlihat sebagai bentuk kehadiran negara. Selama harga bahan bakar tetap terjangkau, masyarakat merasa pemerintah masih...

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

by teguh
Juni 13, 2026

Pemerintah selama bertahun-tahun mengandalkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, temuan terbaru Bank Dunia menunjukkan...

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

by teguh
Juni 12, 2026

"Rakyat tidak membutuhkan narasi kemenangan. Rakyat membutuhkan bukti bahwa negara bekerja." Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung itu mungkin terdengar sederhana....

Next Post
Gunung Ile Lewotolok Meletus 871 Kali, Status Siaga Masih Berlaku

Gunung Ile Lewotolok Meletus 871 Kali, Status Siaga Masih Berlaku

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id