Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gunung Ile Lewotolok Meletus 871 Kali, Status Siaga Masih Berlaku

by dimas
Februari 20, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan wataknya yang sulit ditebak. Dalam sepekan, gunung api ini meletus 871 kali. Letusan demi letusan itu tidak hanya memuntahkan abu, tetapi juga mengirim pesan jelas perut bumi di wilayah ini belum benar-benar tenang.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, memastikan pihaknya merekam seluruh aktivitas tersebut selama periode 8 hingga 15 Februari 2026. Ia menjelaskan, setiap erupsi memuntahkan kolom abu setinggi 50 sampai 200 meter dari puncak, dengan warna putih hingga kelabu ciri khas material vulkanik yang masih aktif bergerak di bawah permukaan.

“Erupsi ini menunjukkan aktivitas dangkal masih sangat dominan,” ujar Lana dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).

Gunung yang Tak Pernah Benar-Benar Diam

Erupsi bukan satu-satunya tanda bahaya. Gunung ini juga mengirimkan sinyal lewat getaran yang nyaris tak terhitung jumlahnya. Petugas mencatat 2.300 gempa hembusan, 15 tremor harmonik, 28 tremor non-harmonik, serta sejumlah gempa vulkanik dan tektonik lainnya.

Dominasi gempa hembusan memperlihatkan tekanan gas masih aktif mendorong material ke permukaan. Artinya, meski letusan terlihat kecil, dapur magma belum sepenuhnya stabil.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Di sisi lain, deformasi tubuh gunung menunjukkan pola deflasi atau pengempisan. Kondisi ini menandakan adanya perubahan tekanan di dalam gunung, yang sering berkaitan dengan pergerakan magma atau keluarnya material vulkanik.

Bagi para ahli, kombinasi gempa, deformasi, dan erupsi berulang menjadi alarm serius. Gunung ini memang tidak selalu meledak besar, tetapi ia terus “bernapas” dan setiap napas bisa membawa risiko.

Status Siaga, Warga Jadi Pihak Paling Rentan

Meski aktivitasnya tinggi, pemerintah masih menetapkan status Gunung Ile Lewotolok pada Level III atau Siaga. Status ini berarti ancaman nyata tetap ada, terutama bagi warga yang tinggal di lereng dan sekitar kawasan rawan bencana.

Bagi masyarakat Lembata, status ini bukan sekadar istilah teknis. Abu vulkanik bisa merusak tanaman, mengganggu pernapasan, dan mengancam sumber penghidupan. Petani, nelayan, dan keluarga yang bergantung pada alam menjadi kelompok yang paling rentan.

Setiap gemuruh dari gunung bukan hanya suara alam. Itu adalah pengingat bahwa kehidupan mereka bisa berubah dalam hitungan menit.

Hidup Berdampingan dengan Ancaman

Gunung Ile Lewotolok telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Lembata selama ratusan tahun. Ia memberi tanah subur, tetapi juga membawa ancaman yang tak pernah benar-benar pergi.

Aktivitas 871 erupsi dalam sepekan menjadi pengingat bahwa bencana tidak selalu datang dengan ledakan besar. Kadang, ia hadir lewat letusan kecil yang berulang cukup untuk membuat warga terus waspada, tetapi belum cukup untuk membuat dunia benar-benar panik.

Dan seperti biasa, ketika gunung berbicara, warga di sekitarnya tidak punya pilihan selain mendengarkan sambil berharap, suaranya tidak berubah menjadi amarah. @dimas

Tags: bencanaerupsigunungGunung ApiIle LewotolokLembataMeletusNTTsiaga

Kamu Melewatkan Ini

Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak Miskin: Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan?

Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak Miskin: Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan?

by teguh
Mei 13, 2026

Di banyak sudut Nusa Tenggara Timur (NTT), sekolah tidak selalu terasa dekat dengan mimpi. Bagi sebagian anak, ruang kelas justru...

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

by teguh
Mei 12, 2026

Bagi banyak keluarga miskin, sekolah sering terasa seperti mimpi mahal. Namun, Sekolah Rakyat di Kota Kupang mulai membuka pintu baru...

Ketika Tambora Meledak, Dunia Mengayuh Masa Depan

Ketika Tambora Meledak, Dunia Mengayuh Masa Depan

by teguh
April 16, 2026

Tabooo.id: Vibes - Pada 10/04/2026, dunia menandai 211 tahun sejak puncak letusan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa. Banyak orang mengenangnya...

Next Post
Awal Puasa, Cabai dan Sayur di Ponorogo Sama-Sama Meroket

Awal Puasa, Cabai dan Sayur di Ponorogo Sama-Sama Meroket

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id