Tabooo.id: Regional – Menjelang sidang paripurna hak angket terhadap Bupati Pati, Sudewo, suasana politik di Kabupaten Pati mulai memanas. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun tangan dengan pesan tegas: jangan terprovokasi.
“Serahkan saja kepada mekanisme yang sudah berjalan,” ujar Luthfi usai menghadiri peresmian Program Rumah Rakyat di Solo, Kamis, (30/10/2025).
Pesan itu menjadi penyejuk di tengah tensi politik yang terus naik menjelang sidang di Gedung DPRD Pati, Jumat besok.
Sidang tersebut akan menentukan nasib politik Bupati Sudewo. DPRD siap membahas hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket yang selama dua bulan menelusuri kebijakan kontroversial sang bupati dari kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen, hingga kebijakan lima hari sekolah yang membuat orang tua murid protes keras.
Ribuan Massa dan Aparat Siaga
Ketegangan tak hanya ada di ruang sidang. Di luar gedung, ribuan warga bersiap turun ke jalan. Perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Teguh Istiyanto, menyebut sekitar dua ribu orang dari kelompoknya akan hadir untuk “mengawal” sidang.
“Kami akan datang untuk memastikan suara rakyat terdengar,” ujar Teguh.
Sementara itu, aparat keamanan juga bersiap penuh. Kapolresta Pati, Kombes Jaka Wahyudi, menyiagakan 3.379 personel gabungan dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP. Mereka akan menjaga agar sidang berjalan aman dan tertib.
“Semua pasukan sudah siap,” tegas Jaka.
Gedung DPRD Pati kini menjadi titik panas yang diawasi banyak pihak baik di dalam maupun di luar ruangan.
Akar Masalah: Kebijakan yang Menyulut Emosi
Kemarahan publik terhadap Bupati Sudewo muncul dari kebijakan yang dinilai membebani warga. Kenaikan pajak hingga 250 persen menambah beban ekonomi masyarakat. Kebijakan lima hari sekolah juga membuat banyak keluarga kesulitan menyesuaikan jadwal anak.
Saat gelombang protes besar terjadi pada 13 Agustus 2025, sekitar 50 ribu warga memenuhi jalanan Pati. Namun Sudewo menolak mencabut kebijakan itu. Sikap keras kepala inilah yang akhirnya memicu DPRD membentuk hak angket untuk menyelidiki tindakannya.
Setelah dua bulan bekerja, Pansus kini siap menyampaikan laporan akhir. Besok, seluruh anggota DPRD akan mendengarkan kesimpulan yang bisa menentukan apakah Bupati Sudewo tetap bertahan di kursinya atau harus turun.
Politik Panas, Harapan Dingin
Situasi politik Pati kini berada di titik krusial. Semua pihak menahan napas, menunggu keputusan dewan. Masyarakat berharap sidang berjalan adil, tanpa intervensi dan kekerasan.
Gubernur Luthfi mengingatkan agar warga tetap tenang.
“Jaga kondusivitas. Semua sudah ada jalurnya,” ujarnya.
Besok, publik akan melihat: apakah politik lokal bisa diselesaikan lewat mekanisme demokrasi atau justru berubah menjadi panggung emosi.
Karena dalam riuhnya politik daerah, kadang yang paling kalah bukan pejabat atau partai tapi rakyat yang hanya ingin tenang hidup di kotanya sendiri. @dimas





