Tabooo.id: Nasional – Arus mudik dan balik libur Natal dan Tahun Baru kembali memadati jalur kereta api. Hingga Selasa (23/12/2025), PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat penjualan tiket telah mencapai 86 persen untuk perjalanan hingga 4 Januari 2026. Tingginya angka ini mencerminkan minat masyarakat yang semakin besar terhadap transportasi massal di tengah libur panjang akhir tahun.
Di tengah lonjakan penumpang itu, satu layanan justru belum banyak tersentuh. Program angkutan motor gratis yang KAI sediakan masih menyisakan kuota besar. Hingga kini, layanan tersebut baru terisi 41 persen, sehingga sekitar 59 persen kuota masih tersedia.
“Untuk program angkutan motor gratis, saat ini keterisiannya masih 41 persen. Artinya, kuota masih cukup banyak,” ujar Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta.
Penumpang Padat, Motor Masih Sepi
Selama periode Natal dan Tahun Baru, KAI menyiapkan 3,5 juta tempat duduk bagi penumpang. Sebagian besar kursi itu telah terjual kepada masyarakat yang memilih mudik atau berlibur menggunakan kereta api. Banyak penumpang menilai kereta lebih aman, tepat waktu, dan bebas dari kemacetan panjang di jalan raya.
Namun, pemudik belum memanfaatkan layanan angkutan motor gratis secara optimal. Padahal, program ini memungkinkan masyarakat membawa sepeda motor ke kampung halaman tanpa harus mengendarainya langsung di jalur darat.
Situasi ini menunjukkan adanya jarak antara kebijakan dan kebiasaan. Banyak pemudik tetap memilih naik motor karena merasa lebih fleksibel, meski risiko kecelakaan di jalan jauh lebih besar.
Pemerintah Tekan Risiko Kecelakaan
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pemerintah merancang program angkutan motor gratis sebagai strategi keselamatan, bukan sekadar fasilitas tambahan.
Menurut Dudy, pemerintah menyiapkan 5.500 sepeda motor dalam program ini dan menargetkan layanan tersebut dapat mengangkut sekitar 12.700 penumpang. Pemerintah ingin menekan biaya perjalanan masyarakat sekaligus mengurangi jumlah sepeda motor di jalan selama puncak libur.
“Kami berharap program ini bisa meringankan beban masyarakat dan mengurangi penggunaan sepeda motor di jalan raya,” ujar Dudy.
Ia juga menekankan bahwa sepeda motor masih mendominasi angka kecelakaan lalu lintas, terutama saat musim mudik. Karena itu, pemerintah terus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Manfaat Besar, Risiko Tetap Mengintai
Bagi pemudik, program ini memberi keuntungan nyata. Mereka bisa menggunakan kereta dengan nyaman sekaligus tetap memiliki sepeda motor di kampung halaman. Selain itu, pemudik dapat menghemat biaya bahan bakar dan mengurangi risiko kelelahan di perjalanan jauh.
Sebaliknya, jika masyarakat terus mengabaikan layanan ini, risiko kecelakaan tetap mengintai. Pengendara sepeda motor menjadi kelompok paling rentan, terutama di jalur panjang yang padat selama libur Natal dan Tahun Baru.
Negara dan operator transportasi massal juga menghadapi kerugian tersendiri jika fasilitas keselamatan yang telah disiapkan dengan anggaran besar tidak dimanfaatkan secara maksimal.
Menuju Perubahan Pola Mudik
Ke depan, Kementerian Perhubungan bersama PT KAI berencana meningkatkan kapasitas dan memperluas cakupan program angkutan motor gratis. Pemerintah juga akan memperkuat sosialisasi agar masyarakat memahami manfaat layanan ini sejak jauh hari sebelum musim mudik.
Langkah tersebut tidak hanya menyangkut layanan transportasi, tetapi juga menyangkut perubahan perilaku berlalu lintas. Semakin banyak motor yang berpindah ke gerbong kereta, semakin kecil risiko kecelakaan di jalan raya.
Di tengah tiket kereta yang hampir habis dan jalan yang semakin padat, pertanyaannya kini sederhana: apakah kita masih memilih jalur berisiko, atau mulai memanfaatkan fasilitas aman yang sudah negara sediakan? @dimas




