Tabooo.id: Regional – Perjalanan mudik yang seharusnya membawa kebahagiaan berubah menjadi tragedi. Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Pemalang-Batang Km 290-B, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, pada Kamis (19/3/2026). Insiden ini merenggut nyawa satu keluarga empat orang meninggal dunia, sementara seorang balita kini berjuang dalam kondisi kritis.
Petugas langsung mengevakuasi seluruh korban ke RS Siaga Medika Pemalang. Suasana duka menyelimuti ruang perawatan. Empat jenazah terbaring, sementara satu anak kecil terus bertahan di tengah luka serius.
Dugaan Sopir Mengantuk, Mobil Hantam Bus
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tegal, Henry Ade Birawa, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula dari kelalaian pengemudi minibus. Kendaraan yang melaju dari arah barat tiba-tiba oleng ke kanan sebelum menghantam bagian belakang bus.
“Mobil pribadi diduga mengantuk, lalu oleng ke kanan dan menabrak bagian pojok belakang bus,” jelasnya.
Benturan keras menghancurkan bagian depan minibus. Sementara itu, bus hanya mengalami kerusakan ringan di bagian belakang. Perbedaan kondisi ini menunjukkan betapa fatalnya tabrakan dari arah belakang dalam kecepatan tinggi.
Mudik dari Cikarang, Gagal Sampai Tujuan
Keluarga tersebut berangkat dari Cikarang menuju Petarukan, Pemalang kampung halaman yang rutin mereka kunjungi setiap Lebaran.
Kerabat korban, Siti (56), menyebut perjalanan ini sebagai tradisi tahunan keluarga. Namun kali ini, perjalanan itu berakhir tragis di tengah jalan tol.
“Itu keponakan saya, mereka mudik seperti biasa ke Petarukan,” ujarnya dengan suara bergetar.
Empat korban meninggal dunia yaitu Gunawan (42), Devi Agustina (33), serta dua anak mereka, Nafisah Maisaroh (11) dan Narendra Dewan Gaozan (8). Sementara itu, balita Murel Arshaka Sachid (3) selamat, namun mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan intensif.
Santunan Disiapkan, Luka Tak Tergantikan
Kepala Jasa Raharja Cabang Pekalongan, Julianto, memastikan pihaknya segera mendata korban untuk menyalurkan santunan.
Keluarga korban meninggal akan menerima Rp50 juta, sedangkan korban luka-luka mendapat Rp20 juta sesuai ketentuan. Bantuan ini memang penting, tetapi tidak pernah cukup untuk menggantikan kehilangan.
Risiko Lama yang Terus Terulang
Kecelakaan ini kembali mengingatkan bahaya klasik di jalur mudik: kelelahan dan kantuk saat berkendara. Jalan tol yang panjang dan lurus sering menurunkan konsentrasi pengemudi hanya dalam hitungan detik.
Dampaknya tidak berhenti pada korban di lokasi. Keluarga yang ditinggalkan harus menanggung duka panjang, sementara anak yang selamat menghadapi trauma sejak dini.
Mudik selalu identik dengan pulang dan kebahagiaan. Namun setiap tahun, tragedi serupa terus berulang seolah semua sudah tahu risikonya, tapi hanya sedikit yang benar-benar mengantisipasinya sebelum terlambat. @dimas



