Tabooo.id: Game – Pernah nonton MotoGP lalu tiba-tiba berpikir, “Kalau gue yang bawa motornya, pasti lebih cepat”? Tenang. Sebentar lagi kamu bisa membuktikan khayalan itu minimal lewat stik konsol.
Musim MotoGP 2026 baru saja dibuka akhir pekan lalu di Buriram, Thailand. Suara mesin kembali meraung, drama tikungan pertama muncul lagi, dan para fans balap langsung kembali tegang di depan layar.
Di saat yang sama, kabar menarik datang dari dunia game. Milestone Games mengumumkan MotoGP 26 dan menjadwalkan rilisnya pada 29 April 2026.
Developer asal Italia itu tidak ingin sekadar merilis versi tahunan. Mereka mencoba mendorong pengalaman balap virtual lebih dekat ke dunia nyata.
Handling Motor yang Semakin “Hidup”
Fitur yang paling mencuri perhatian adalah Rider-Based Handling System.
Sistem ini membuat motor bereaksi terhadap gerakan tubuh pembalap secara lebih realistis. Gamer kini harus mengatur distribusi berat badan, posisi tubuh, dan keseimbangan motor saat menikung.
Artinya, balapan tidak lagi terasa seperti sekadar menekan tombol gas dan rem. Setiap tikungan menuntut kontrol yang lebih presisi.
Milestone juga menghadirkan sistem statistik pembalap yang dinamis. Data seperti kecepatan, duel satu lawan satu, hingga reliabilitas motor akan mengikuti performa asli pembalap di dunia nyata.
Kalau seorang rider sedang tampil gila di sirkuit sungguhan, performanya di game ikut terdongkrak. Dunia nyata dan dunia virtual akhirnya saling memengaruhi.
Career Mode yang Lebih “Manusiawi”
Milestone juga memperluas Career Mode lewat fitur 3D Paddock.
Sekarang gamer tidak hanya fokus pada balapan. Pemain juga menjalani berbagai aktivitas yang biasa dialami pembalap MotoGP.
Mulai dari menghadiri konferensi pers, bekerja dengan personal manager, hingga membangun citra di media sosial.
Singkatnya, menjadi pembalap MotoGP bukan sekadar soal kecepatan. Popularitas dan citra publik juga ikut menentukan karier.
Ya, bahkan di dunia virtual pun pembalap harus pintar menjaga branding.
Multiplayer dan Playground Baru
MotoGP 26 tetap membawa fitur multiplayer cross-play hingga 22 pemain. Gamer dari berbagai platform bisa saling menantang tanpa batas perangkat.
Game ini juga memberi ruang kreativitas lewat kustomisasi helm, nomor balap, dan wajah pembalap.
Milestone bahkan menambahkan trek baru Canterbury Park di Inggris untuk mode Motorad, Flat Track, dan minibikes.
Selain itu, pemain bisa mencoba kategori baru 1000cc Production Bikes lewat mode santai bernama Race Off. Mode ini memungkinkan gamer menunggangi motor performa tinggi produksi massal di lintasan MotoGP tanpa tekanan kompetisi.
MotoGP 26 sendiri hanya hadir di PlayStation 5, Xbox Series X/S, Nintendo Switch, Switch 2, dan PC. Keputusan ini menunjukkan ambisi Milestone untuk memaksimalkan teknologi konsol generasi terbaru.
Game Semakin Realistis, Kita Semakin Penasaran
Ada satu fenomena menarik di balik perkembangan game balap seperti MotoGP 26.
Industri game kini berlomba mengejar realitas. Grafis makin mendekati dunia nyata. Fisika kendaraan semakin akurat. Statistik bahkan mengikuti performa pembalap sungguhan.
Ironisnya, banyak orang justru bermain game untuk melarikan diri dari realitas.
Namun mungkin di situlah letak keseruannya. Kita tidak benar-benar ingin menjalani hidup sebagai pembalap MotoGP yang mempertaruhkan nyawa di setiap tikungan.
Kita hanya ingin merasakan adrenalinnya. Tanpa risiko jatuh. Tanpa harus masuk rumah sakit. Dan tentu saja, tanpa harus membeli motor seharga miliaran rupiah.
MotoGP 26 memberi kita kesempatan itu. Menjadi raja lintasan setidaknya sampai listrik mati atau WiFi tiba-tiba ngadat. @eko





