Tabooo.id: Sports – Ada yang janggal dari Mohamed Salah musim ini. Sang Raja Mesir, yang musim lalu tampil seperti monster 29 gol, 18 assist, dan trofi Liga Inggris mendadak kehilangan sihirnya. Bukan sekadar penurunan performa. Banyak yang bilang: Salah lagi kena mental.
Dari Kontrak Megah ke Performa Runtuh
Musim panas 2025 seharusnya jadi puncak kejayaan Salah.
Liverpool mengganjarnya kontrak baru dua tahun, dengan gaji fantastis 400 ribu paun per pekan. Negosiasi berlangsung alot, tapi klub akhirnya mengunci ikon mereka untuk jangka pendek.
Namun, memasuki musim 2025/2026, grafiknya anjlok tajam.
Dari 12 pertandingan, Salah baru mengemas 4 gol dan 2 assist. Untuk pemain sekelas dia yang terbiasa jadi mesin angka itu bukan sekadar penurunan, itu alarm.
Dan Liverpool ikut merasakan getarannya.
Mereka sudah tumbang 6 kali di Premier League, terjerembap di posisi ke-12 klasemen. Musim pun mulai terasa keruh.
Tekanan dari Luar, Gesekan di Dalam
Di tribun dan dunia maya, sebagian fans terang-terangan menilai Salah makin egois.
Alasannya: ia dianggap enggan berbagi panggung dengan wajah-wajah baru, terutama Florian Wirtz. Tapi Arne Slot tetap menjadikannya starter utama keputusan yang memicu perdebatan panjang.
Kombinasi ekspektasi besar, tekanan internal, dan sorotan publik seakan membuat Salah bermain dengan kepala penuh beban. Kecepatan itu masih ada, teknik itu masih hidup, tapi vibe-nya hilang.
‘Mentalnya Terguncang’, Kata Pengamat
Pengamat sepakbola Mohamad Kusnaeni membaca persoalan ini lebih dalam.
Menurut Bung Kus, yang jatuh dari Salah bukan fisiknya melainkan sisi psikologisnya.
Mental terguncang, dan itu memengaruhi semua keputusan yang ia ambil di lapangan: dari timing umpan, determinasi, sampai bahasa tubuhnya.
Salah sedang bertarung dengan hal yang tak terlihat, dan itu yang paling berbahaya bagi seorang bintang.




