Tabooo.id: Entertainment – Siapa bilang monster itu menyeramkan? Kalau yang casting para Minion, kemungkinan besar monsternya malah bingung sendiri.
Pada 9 Februari 2026, Universal Pictures dan Illumination merilis cuplikan perdana Minions & Monsters lewat kanal YouTube resmi mereka. Film ini menjadi proyek ketujuh dari semesta Despicable Me dan dijadwalkan tayang 1 Juli mendatang. Jadi, saat musim liburan tiba, suara “bananaaa!” tampaknya kembali menggema di bioskop.
Minion Kini Jadi Pembuat Film Monster
Berbeda dari film sebelumnya, Kevin dan kawan-kawan tak lagi setia mendampingi Gru. Kini, mereka banting setir dan mencoba peruntungan sebagai penulis skenario sekaligus pencari bakat.
Latar ceritanya membawa penonton ke Hollywood era 1920-an masa film bisu, studio klasik, dan ambisi besar para sineas. Di tengah suasana itu, para Minion berambisi memproduksi film monster orisinal karya sendiri.
Dalam trailer, mereka berkeliling dunia untuk merekrut makhluk-makhluk unik sebagai calon bintang. Misalnya, kelinci merah muda raksasa yang agresif. Selain itu, ada binatang laut misterius yang tak kalah aneh. Bahkan, dalam satu adegan kocak, mereka tanpa sengaja merobek kain pembungkus mumi hingga hanya tersisa tulang belulang. Alhasil, kekacauan khas Minion pun tak terhindarkan.
Waralaba Raksasa yang Terus Menggeliat
Di balik layar, Pierre Coffin kembali menyutradarai sekaligus mengisi suara para Minion. Sementara itu, kursi produser ditempati Chris Meledandri dan Bill Ryan, sosok yang sebelumnya sukses lewat The Super Mario Bros. Movie. Untuk urusan naskah, Brian Lynch kembali dipercaya setelah keberhasilannya di film Minions pertama.
Secara bisnis, langkah ini jelas masuk akal. Hingga kini, waralaba Despicable Me telah meraup lebih dari 5 miliar dolar AS di pasar global. Karena itu, Illumination kokoh berdiri sebagai salah satu studio animasi paling dominan di box office dunia. Dari sekadar karakter pendamping, Minion kini menjelma ikon pop lintas generasi.
Bukan Sekadar Lucu, Ada Sindiran Halus
Menariknya, film ini menempatkan Minion bukan lagi sebagai asisten villain, melainkan sebagai kreator. Perubahan posisi ini terasa relevan dengan kondisi industri hiburan saat ini.
Di era digital, banyak orang berlomba menjadi pembuat konten. Semua ingin karya yang viral. Semua mengejar sensasi. Akibatnya, industri hiburan sering kali memproduksi sesuatu yang makin heboh demi perhatian publik.
Melalui kisah Minion yang sibuk mencari monster untuk film mereka, terselip refleksi ringan tentang ambisi kreatif zaman sekarang. Kadang, kita menciptakan sesuatu yang besar dan dramatis, lalu tertawa ketika semuanya berubah kacau. Namun justru di situlah letak hiburannya.
Pada akhirnya, Minions & Monsters tetap menawarkan komedi slapstick yang menghibur. Meski demikian, di balik tawa dan kekacauan, tersimpan pesan sederhana: kreativitas tak harus selalu serius untuk bermakna. Imajinasi boleh liar, selama kita masih bisa menikmatinya.
Jadi, apakah Minion hanya sekadar tontonan ringan? Atau justru mereka sedang menyindir cara kita memproduksi hiburan hari ini?
Apa pun jawabannya, 1 Juli nanti layar lebar kembali dikuasai makhluk kuning ini. Dan kemungkinan besar, kita tetap akan tertawa meski diam-diam merasa tersindir sedikit. @eko




