• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Vibes

Mercon Bumbung: Ledakan Tradisi yang Melekat di Ramadan

Februari 23, 2026
in Vibes
A A
Mercon Bumbung: Ledakan Tradisi yang Melekat di Ramadan

Dua anak kecil tampak riang bermain mercon bumbung di tengah sawah saat senja, menangkap momen tradisi Ramadan yang penuh keceriaan dan nostalgia pedesaan. (Foto ilustrasi Tabooo.id/Dimas P)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Vibes – Pernah nggak sih, pas lagi ngabuburit, kamu mendengar suara “boom” keras dari ujung gang atau halaman rumah tetangga, lalu tersenyum geli sambil menebak-nebak siapa yang menyalakan meriam bambu itu? Yup, itu dia mercon bumbung, permainan tradisional yang bikin Ramadan makin berwarna, sekaligus menyimpan sejarah panjang yang sering terlupakan.

Dari Meriam Portugis ke Bambu Lokal

Di balik ledakan bambu yang menggelegar itu, ternyata ada kisah akal dan keberanian masyarakat Nusantara zaman dulu. Ulul Azmi, pengasuh Pondok Pesantren Rakyat Kota Batu, Malang, Jawa Timur, menjelaskan bahwa mercon bumbung muncul saat Portugis tiba di Nusantara abad ke-16. Bangsa Eropa membawa meriam dengan suara keras dan api yang menakutkan.

Warga pribumi yang belum mengenal meriam asli pun tak tinggal diam. Dengan kreativitas, mereka membuat versi lokal: bambu panjang diisi minyak tanah, lalu disulut api hingga meletus dengan suara nyaring. Meski tak sekeras meriam Portugis, ledakan bambu ini cukup membuat tetangga terkejut dan anak-anak girang. Inovasi sederhana ini menunjukkan bagaimana masyarakat menyalurkan rasa ingin tahu, keberanian, dan kesenangan dalam satu alat main.

Dari Tradisi ke Ramadan

Nah, kenapa mercon bumbung sekarang identik dengan Ramadan? Ternyata, ini adalah hasil akulturasi budaya. Warga Tionghoa di Nusantara punya kebiasaan menyalakan petasan saat perayaan besar. Masyarakat Muslim kemudian mengadaptasi ide ini untuk bulan Ramadan, menjadikan meriam bambu sebagai pengiring waktu berbuka atau sahur. Bunyi ledakan mercon bumbung kini tak hanya hiburan anak-anak, tapi juga simbol perayaan dan kebersamaan komunitas.

Nama Beragam, Tradisi Sama

Serunya, tiap daerah punya sebutan unik untuk mercon bumbung. Di Jawa, dikenal dengan nama mercon bumbung, sementara di Minangkabau disebut meriam betung atau badia batuang. Bangka punya bedil bambu, Banten dan Sunda bilang bebeledugan, Aceh menyebut Te’t Beude Trieng, dan Gorontalo menamainya bunggo.

Kebiasaan bermain pun berbeda-beda: di Aceh dan Gorontalo, meriam bambu dinyalakan menjelang sahur untuk membangunkan warga. Di Minangkabau, anak-anak berjejer di tepian sungai menunggu berbuka, saling menyalakan meriam bambu sambil tertawa riang. Tradisi sederhana ini jadi pengikat sosial, memberi identitas lokal dan kenangan kolektif bagi generasi muda.

Makna Budaya yang Tetap Hidup

Sekarang, mercon bumbung bukan sekadar suara keras dan ledakan singkat. Ia mewakili kreativitas lokal, akulturasi budaya, dan kebersamaan masyarakat. Anak-anak yang menyalakan meriam bambu belajar tentang kesabaran, keberanian, dan tanggung jawab. Orang dewasa melihatnya sebagai pengingat masa kecil dan ritual sosial yang menyatukan tetangga.

RelatedPosts

Pantai Kuta Bali: Surga yang Dijual, atau Ilusi yang Disepakati?

Dari Ledakan ke Perdamaian: Makna Tugu Ground Zero di Jalan Legian

Di era digital ini, suara mercon bumbung sering terdengar bersaing dengan notification ponsel dan musik viral. Tapi ritual fisik ini tetap punya tempat di hati masyarakat, membuktikan bahwa budaya tradisional mampu bertahan meski zaman berubah. Ia menjadi simbol sederhana bahwa kearifan lokal dan identitas budaya bisa hidup berdampingan dengan modernitas.

Refleksi Tabooo

Mercon bumbung mengingatkan kita bahwa budaya tidak hanya soal artefak atau adat tertulis. Ia hidup lewat pengalaman, suara, dan interaksi sosial. Setiap ledakan bambu adalah metafora kecil tentang sejarah, kreativitas, dan keberanian masyarakat Nusantara. Saat anak-anak tersenyum setelah menyalakan mercon, mereka tak hanya bermain, tapi juga menghidupkan warisan yang penuh makna.

Jadi, ketika Ramadan datang, jangan cuma sibuk dengan gadget atau tren kuliner viral. Ambil bambu, nyalakan mercon, dan dengarkan suara sejarah yang bergaung dari masa ke masa. Karena dalam setiap letupan, ada cerita, ada tradisi, dan ada tawa yang menempel di memori generasi. Mercon bumbung, sederhana tapi berisi seperti Ramadan itu sendiri. @dimas

Tags: AnakBermainBudayaIndonesiaKegiatanLokalMercon BumbungNostalgiaPedesaanpermainanRamadanSenjaSuasanaTradisiTradisional
Next Post
Presiden Meksiko Apresiasi Operasi Militer Tewaskan Bos Kartel CJNG

Presiden Meksiko Apresiasi Operasi Militer Tewaskan Bos Kartel CJNG

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Legian: Ketika Malam Tidak Pernah Tidur

    Legian: Ketika Malam Tidak Pernah Tidur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Legian: Jalan yang Tidak Pernah Benar-Benar Tidur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sedap Malam: Ketika Ogoh-Ogoh Tidak Lagi Sekadar Dibakar, Tapi Mengingatkan Luka yang Belum Selesai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kiamat Tidak Menunggu Zona Waktu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pantai yang Kita Banggakan, atau yang Kita Abaikan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.