Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Mendagri Tito Kukuhkan ADPSI-ASDEPSI, Tegaskan Pengawasan DPRD

by dimas
Desember 5, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Di tengah suasana Hotel Borobudur yang biasanya dipenuhi agenda korporat kelas atas, Kamis (4/12/2025) kemarin menjadi panggung politik daerah. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian resmi mengukuhkan pengurus baru ADPSI dan ASDEPSI periode 2025-2030 dua asosiasi strategis yang diam-diam memegang peran penting dalam cara daerah bekerja, mengatur, dan… menghabiskan anggaran.

Langkah ini bukan sekadar formalitas ala seminar pemerintahan. Tito datang dengan pesan yang tajam DPRD harus berhenti jadi tukang stempel dan mulai kembali ke habitat asli mengawasi, menyeimbangkan, dan memastikan anggaran tidak hanya berputar di ruang rapat tapi menyentuh warga di bawah.

Siapa Diuntungkan, Siapa Dirugikan?

Yang diuntungkan jelas masyarakat. Kalau fungsi pengawasan DPRD benar-benar berjalan, program yang tak efektif dan proyek “hangat-hangat sarkem ayam” bisa dipangkas sebelum menelan APBD tanpa hasil. Peluang kebocoran bisa ditekan, dan rakyat akhirnya punya harapan melihat anggaran benar-benar berubah jadi layanan publik nyata.

Yang mungkin mengernyit oknum di pemerintahan daerah yang selama ini nyaman dengan alokasi belanja operasional gemuk dan program yang lebih banyak muncul dalam laporan daripada di lapangan. Tito menegaskan, efisiensi belanja harus jadi prioritas, apalagi jelang pengalihan dana Transfer ke Daerah (TKD) pada 2026. Artinya, era “anggaran jalan-jalan kedinasan” bisa jadi makin sempit napasnya.

Teknologi Pajak, UMKM, dan Regulasi yang Tak Bikin Pusing

Tito juga membuka bab lain yang sering jadi PR pendapatan daerah. Ia mendorong DPRD agar mendorong pemda mencari sumber pendapatan tanpa memeras rakyat.
Contohnya? Optimalisasi pajak restoran dan hotel lewat teknologi digital cara yang sudah dipakai Banyuwangi, Denpasar, Gianyar, hingga Badung. Satu perangkat, satu dashboard, dan pemerintah bisa tahu berapa pajak yang seharusnya diterima tanpa perlu menambah aturan baru. Efisien, cepat, dan minim drama.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Sektor swasta juga diajak masuk lewat kemudahan perizinan. Tito memuji Pemprov DIY yang selama pandemi sukses menjaga UMKM tetap hidup dengan kebijakan pro-pelaku usaha. Pesannya jelas kalau regulasi mempersulit, ekonomi melambat. Dan jangan heran kalau masyarakat lalu lebih percaya marketplace ketimbang pemerintah.

Pada fungsi legislasi, Tito kembali mengingatkan DPRD agar tidak menjadi pabrik perda yang rumit sendiri. Banyak aturan daerah, katanya, akhirnya mandek bukan karena niat buruk, tapi karena terlalu ribet untuk dilaksanakan. Kalau aturan saja bikin usaha ciut sebelum buka, jangan kaget kalau investasi cuma lewat, tidak singgah.

Pintu Terbuka, Dialog Diundang

Dalam kesempatan itu, Tito juga membuka pintu diskusi bagi ADPSI dan ASDEPSI untuk memberi masukan ke Kemendagri. Hubungan pusat dan daerah, katanya, tak boleh lagi seperti “surat edaran turun tanpa tanya balik”. Komunikasi dua arah harus jadi budaya baru.

Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna, ditetapkan sebagai Ketua Umum ADPSI untuk periode 2025-2030. Perwakilan DPR RI, Mensesneg, Dirjen Keuangan Daerah, dan pejabat penting lainnya turut hadir menunjukkan momentum ini bukan sekadar seremoni tapi pengaturan ulang arah koordinasi pemerintahan daerah.

Akhir Kata:

Jika semua pesan Tito dijalankan, tahun-tahun ke depan bisa jadi titik balik hubungan DPRD, pemda, dan rakyatnya.
Tapi kalau tidak… ya, kita kembali menonton adegan klasik APBD habis, masalah tetap, dan DPRD sibuk menggelar rapat evaluasi yang tak pernah selesai.

Karena di negeri ini, sering kali yang dikukuhkan bukan kinerjanya tapi kursinya. @dimas

Tags: APBDdprdReformasi Birokrasi

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

by teguh
Juni 8, 2026

Investasi menjadi kesejahteraan adalah ujian terbesar yang sedang dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah ramainya spekulasi reshuffle kabinet, tantangan...

Guru Honorer Menunggu Negara: Reformasi Birokrasi atau Krisis Pendidikan Baru?

Guru Honorer Menunggu Negara: Reformasi Birokrasi atau Krisis Pendidikan Baru?

by dimas
Mei 16, 2026

Guru honorer masih menunggu kepastian ASN di tengah reformasi birokrasi. DPR mengingatkan ancaman krisis pendidikan nasional. Tabooo.id: Reality - Bel...

Next Post
Konsep Otomatis

Kematian Abu Shabab: Proksi Israel di Gaza yang Tumbang

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id