Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kematian Abu Shabab: Proksi Israel di Gaza yang Tumbang

by dimas
Desember 5, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Yasser Abu Shabab nama yang selama setahun terakhir tiba-tiba muncul dalam peta konflik Gaza dipastikan tewas dalam sebuah pertempuran di daerah kantong tersebut. Ia bukan komandan populer, bukan pula simbol perlawanan. Justru sebaliknya ia adalah pemimpin milisi yang didukung Israel, yang mengaku anti-Hamas tapi justru ditolak rakyatnya sendiri.

Kematian Abu Shabab menutup babak kelam yang sejak awal sudah penuh kontradiksi seorang pria yang awalnya hampir tak dikenal di Gaza, lalu tiba-tiba menjadi “panglima” Pasukan Rakyat kelompok bersenjata kecil, dipersenjatai Israel, dan beroperasi di wilayah yang dikuasai Israel. Banyak warga Palestina melihatnya bukan pejuang, melainkan kriminal yang dipromosikan menjadi alat.

Siapa Untung, Siapa Buntung?

Yang jelas tidak kehilangan apa-apa dari kematiannya rakyat Palestina. Sebagian besar warga Gaza memang tidak pernah percaya pada kelompok ini. Mereka menuding Pasukan Rakyat sebagai geng kriminal yang diberi stempel politik.

Israel sempat memanfaatkan kelompok itu sebagai buffer force melawan Hamas proyek yang oleh banyak analis dinilai sebagai eksperimen gagal sejak lahir. Tujuannya kabur, dukungan publik nol besar, dan militannya hanya sekitar seratus orang.

Yang paling buntung? Israel sendiri. Hilangnya Abu Shabab berarti hilangnya satu lagi jalur proksi yang selama ini ingin dibentuk Israel di Gaza, mirip kegagalan masa lalu mereka dengan Tentara Lebanon Selatan di perbatasan utara.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Dari Narapidana hingga “Komandan” Bentukan

Profil Abu Shabab adalah ironi berlapis.
Berasal dari suku Bedouin Tarabin di Gaza Selatan, ia sebelumnya pernah dipenjara atas kasus narkoba oleh otoritas Gaza. Ketika perang pecah dan penjara kacau, ia kabur lalu bersekutu dengan Israel, negara yang saat itu sedang menggempur Gaza hingga menewaskan lebih dari 70.000 penduduk.

Dukungan sukunya sendiri? Nol. Dukungan warga Gaza? Minus.
Ia dianggap lebih haus kuasa daripada punya ideologi.

Setelah mengubah nama kelompoknya dari “Dinas Anti-Teror” menjadi “Pasukan Rakyat”, ia mulai tampil di media sosial berbahasa Inggris, bahkan sempat menulis opini di Wall Street Journal kontras dengan latar kriminal yang dituduhkan padanya.

Israel mungkin melihatnya sebagai peluang orang yang punya ambisi, tidak punya basis, dan dengan mudah diarahkan.

Bantuan Kemanusiaan yang Dijaga… atau Dijarah?

Pasukan Rakyat pernah mengklaim diri sebagai penjaga distribusi bantuan kemanusiaan, terutama di wilayah yang dikelola badan bantuan yang didukung AS dan Israel. Abu Shabab tampil dalam liputan CNN, menyebut dirinya sebagai “pelindung bantuan dari perampokan dan korupsi”.

Namun memo internal PBB yang bocor justru menyebut Abu Shabab sebagai aktor utama dalam perampokan bantuan yang sistematis.
Sumber keamanan Gaza mengonfirmasi hal yang sama kelompok pro-Israel ini ikut mengambil bantuan di tengah situasi kelaparan parah akibat blokade Israel.

Di mata publik Gaza, itu cukup untuk menghancurkan semua klaim heroiknya. Apa pun alasan yang ia bangun, tidak ada yang percaya lagi.

Akhir dari Eksperimen yang Tidak Laku

Pada Juni, Netanyahu sempat mengakui pemerintahnya memakai kelompok semacam Pasukan Rakyat untuk melawan Hamas. Tapi strategi itu tidak pernah benar-benar berjalan. Gaza bukan wilayah yang mudah “diatur” lewat proksi, terutama jika proksinya tidak punya legitimasi.

Kematian Abu Shabab bukan sekadar hilangnya satu komandan milisi. Ini adalah penutup dari eksperimen politik-militer Israel yang gagal menemukan pijakan di tengah populasi yang selama bertahun-tahun hidup di bawah blokade dan serangan.

Penutup:

Gaza kini kehilangan satu kelompok yang tak pernah mereka anggap bagian dari mereka.
Israel kehilangan satu alat yang tidak pernah benar-benar bekerja.
Dan dunia kembali diingatkan bahwa konflik tidak bisa disederhanakan menjadi permainan catur karena bidaknya punya nyawa, trauma, dan sejarah panjang.

Kadang, yang runtuh bukan hanya milisi… tapi ilusi bahwa konflik bisa dikendalikan dari balik meja rapat Tel Aviv. @dimas

Tags: GazaKemanusiaanKrisis KemanusiaanPalestina

Kamu Melewatkan Ini

Ketika Tanah Adat Berubah Jadi Zona Maut bagi Perempuan Papua

Perempuan Papua dan Tanah Adat Yang Berubah Jadi Zona Maut

by dimas
Mei 11, 2026

Perempuan Papua berdiri di tengah pegunungan yang sunyi, membawa cerita yang tak lagi tentang kampung halaman, melainkan tentang ruang hidup...

8 Mei dan Semangat Kemanusiaan: Kisah di Balik Hari Palang Merah Internasional

8 Mei dan Semangat Kemanusiaan: Kisah di Balik Hari Palang Merah Internasional

by dimas
Mei 8, 2026

Peringatan Hari Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah Internasional setiap 8 Mei menjadi pengingat penting bagi masyarakat dunia tentang...

Hari Palang Merah Internasional: Kemanusiaan yang Lahir dari Kekacauan Perang

Hari Palang Merah Internasional: Kemanusiaan yang Lahir dari Kekacauan Perang

by dimas
Mei 7, 2026

Dua ribu tahun setelah kisah Solferino yang menjadi titik awal gerakan kemanusiaan modern, dunia masih terus mengulang satu pertanyaan yang...

Next Post
Hoaks Joko Widodo yang Salah Orang

Hoaks Modal Nama: Joko Widodo BRIN Disangka Jokowi Mantan Presiden

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id