Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Malam Tahun Baru 2026 di Kota Tua: Meriah Tapi Penuh Kontras

by dimas
Januari 1, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Detik-detik pergantian Tahun Baru di kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat, berlangsung meriah. Tepat pukul 00.00 WIB, langit Kota Tua berubah menjadi kanvas cahaya berkat atraksi drone yang menampilkan Monas, MRT, hingga tulisan “Jakarta 500,” menyongsong lima abad Kota Jakarta.

Ribuan pengunjung yang duduk lesehan menikmati musik di panggung spontan berdiri. Mereka menengadah ke langit, sementara ribuan layar ponsel diarahkan untuk mengabadikan momen spektakuler itu. Sebelum pergantian tahun, acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh lintas agama. Di layar besar, ditayangkan kondisi sejumlah wilayah di Sumatera yang terdampak bencana, mengingatkan pengunjung bahwa kegembiraan malam itu tidak mewakili semua orang.

Kembang Api Warga Mengalahkan Panggung Resmi

Meski atraksi drone memukau, letupan kembang api tetap mewarnai langit Kota Tua. Suara pengeras di panggung utama kalah oleh letupan dari berbagai penjuru. Sebagian besar kembang api berasal dari permukiman warga di sekitar kawasan wisata, termasuk Pinangsia, Glodok, dan belakang Stasiun Jakarta Kota.

Beberapa pengunjung nekat menyalakan kembang api di dalam area perayaan. Petugas keamanan segera menertibkan mereka. Shadam (24), salah satu pengunjung, berkomentar dengan bercanda, “Tetap ada ya, padahal tadi katanya mengheningkan cipta. Tapi ya namanya tahun baru, kurang seru kalau enggak ada ‘duar-duar’-nya.”

Imbauan Pejabat Bertemu Tradisi

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, sebelumnya menekankan agar perayaan tidak diwarnai pesta kembang api berlebihan. Ia menegaskan, “Harapannya kemeriahan tahun baru tidak harus diwarnai bunyi petasan dan kembang api. Pertama, kita juga menjaga saudara kita yang sedang musibah.” tegasnya.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Imbauan itu dimaksudkan untuk menunjukkan solidaritas kepada warga Sumatera yang masih memulihkan hidup pasca-bencana. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya pun menyebar anggota dan Bhabinkamtibmas untuk mengingatkan masyarakat agar tidak menyalakan kembang api secara berlebihan.

Namun, tradisi menyalakan kembang api terbukti sulit dibendung. Pesta warga berlangsung bersahutan selama 10-15 menit sebelum kerumunan mulai terurai usai pertunjukan drone.

Dampak Sosial: Kontradiksi Antara Euforia dan Empati

Perayaan ini menunjukkan kontradiksi sosial. Warga menikmati kebebasan dan kegembiraan, sementara pemerintah berupaya menegakkan norma solidaritas dan keamanan. Tradisi lama kerap berbenturan dengan imbauan moral dan sosial. Pertanyaannya muncul apakah euforia pribadi lebih kuat dibanding empati terhadap korban bencana?

Yang paling terdampak bukan hanya aparat yang harus mengatur keamanan, tetapi juga warga yang menyeimbangkan antara merayakan dan menghormati korban. Daerah terdampak di Sumatera tetap menunggu perhatian serius, jauh dari sorot lampu dan kembang api Jakarta.

Refleksi Politik dan Budaya

Peristiwa ini menjadi cermin bahwa kebijakan pemerintah sering berbenturan dengan kebiasaan masyarakat. Imbauan menahan diri dan menjaga solidaritas kadang kalah oleh hasrat untuk merayakan. Dalam konteks politik, hal ini mengingatkan bahwa komunikasi pemerintah harus menyentuh akar budaya masyarakat, bukan sekadar kata-kata formal di atas kertas.

Kota Tua, dengan kembang api dan atraksi drone-nya, menampilkan kontras antara kemeriahan simbolik dan realitas sosial. Pemerintah ingin menunjukkan empati, tapi masyarakat memilih merayakan pelepasan penat. Inilah ironi yang menghiasi pergantian tahun.

Kesimpulan: Antara Kembang Api dan Kesadaran

Perayaan Tahun Baru 2026 di Kota Tua Jakarta membuktikan satu hal euforia rakyat sulit diatur meski ada imbauan moral dan solidaritas. Masyarakat ingin merayakan, pemerintah ingin menegakkan norma sosial. Akibatnya, perhatian terhadap korban bencana bisa tersisihkan oleh hiruk-pikuk pesta.

Di antara warna-warni drone dan letupan kembang api, tersimpan pertanyaan yang menyentil apakah kemeriahan itu untuk rakyat banyak, atau sekadar tontonan bagi yang menonton dari jauh? Di negara yang katanya peduli, terkadang suara empati kalah oleh dentuman pesta. @dimas

Tags: 2026EmpatiJakarta BaratKota TuaPerayaanSolidaritasTahun Baru

Kamu Melewatkan Ini

Hari Buruh: Perayaan atau Alarm?

Hari Buruh: Perayaan atau Alarm?

by teguh
Mei 1, 2026

Setiap 1 Mei, panggung berdiri, suara menggema, dan janji kembali diulang. Namun ketika keramaian surut, satu pertanyaan muncul kita benar-benar...

Anak Lolos Kampus, Dompet Menangis: Alumni Menjaga Mimpi Siswa Pamekasan

Anak Lolos Kampus, Dompet Menangis: Alumni Menjaga Mimpi Siswa Pamekasan

by teguh
April 21, 2026

Selasa, 21/04/2026, kabar baik datang dari SMA Negeri 2 Pamekasan. Sebanyak 76 siswa lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026....

Jakarta Kota Teraman Kedua Asia Tenggara: Realita atau Narasi Stabilitas?

Jakarta Kota Teraman Kedua Asia Tenggara: Realita atau Narasi Stabilitas?

by dimas
April 12, 2026

Tabooo.id: Nasional - Jakarta baru menyandang predikat sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara. Namun di balik tepuk tangan dan...

Next Post
Prabowo Rayakan Tahun Baru 2026 Bersama Pengungsi di Tapanuli Selatan

Prabowo Rayakan Tahun Baru 2026 Bersama Pengungsi di Tapanuli Selatan

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id