Senin, November 2, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jakarta Kota Teraman Kedua Asia Tenggara: Realita atau Narasi Stabilitas?

by dimas
April 12, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Jakarta baru menyandang predikat sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara. Namun di balik tepuk tangan dan perayaan, muncul pertanyaan yang lebih sunyi apakah keamanan ini lahir dari sistem yang benar-benar kuat, atau dari narasi yang terus dibangun dan diperkuat?

Di tengah hujan rintik di kawasan Kota Tua, publik justru menyambut optimisme besar tentang wajah baru ibu kota. Meski begitu, tidak semua warga merasakan perubahan itu dengan cara yang sama.

Jakarta, Toleransi, dan Pengakuan Regional

Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno menegaskan bahwa capaian ini bukan kebetulan. Ia menilai toleransi dan kebersamaan warga menjadi fondasi utama yang membentuk keamanan Jakarta.

Ia menyampaikan pernyataan itu saat menghadiri Halalbihalal Jakarta Festive Wonder di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu (11/4/2026) malam.

“Halalbihalal Jakarta malam ini bukan milik satu golongan, bukan milik satu kelompok, bukan milik satu identitas. Ini milik kita semua,” ujar Rano Karno.

Ini Belum Selesai

Pajak Pembalut: Ketika Kebutuhan Biologis Dikenai Pajak

Banjir Aceh Barat Rendam 12 Desa, Dua Sungai Meluap, Infrastruktur Mulai Rusak

Acara itu tetap berlangsung ramai meski hujan ringan turun. Warga dari berbagai latar belakang tetap hadir dan ikut meramaikan suasana, seolah menegaskan simbol kebersamaan yang ingin dibangun.

Lebih dari Sekadar Acara Seremonial

Rano menegaskan Halalbihalal bukan hanya agenda seremonial. Ia menyebut kegiatan itu sebagai ruang inklusif bagi seluruh warga Jakarta tanpa sekat identitas.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada warga yang merasa tersisih di kota sendiri.

“Jangan sampai ada yang merasa kecil di tengah kebesaran kotanya. Semua punya tempat, semua punya ruang,” tambahnya.

Rano juga menilai predikat kota teraman di Asia Tenggara lahir dari kedewasaan warga dalam menjaga lingkungan dan harmoni sosial.

Angka, Pariwisata, dan Narasi Kota Global

Program Jakarta Festive Wonder turut mendorong aktivitas ekonomi di ibu kota. Kegiatan budaya dan pariwisata dalam program itu menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp 67,5 triliun.

Angka tersebut memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang tidak hanya aman, tetapi juga aktif secara ekonomi.

Sepanjang tahun, berbagai perayaan lintas budaya seperti Imlek, Christmas Carol, hingga Festival Ogoh-ogoh berjalan tanpa gangguan besar.

Antara Keamanan dan Narasi Kota

Jakarta tidak hanya membangun keamanan. Jakarta juga membangun cara kota ini dilihat oleh dunia.

Di balik predikat kota teraman, ada proses panjang yang melibatkan kepercayaan publik, persepsi, dan citra global.

Pertanyaannya bukan hanya apakah Jakarta aman atau tidak, tetapi juga bagaimana warga mendefinisikan, merasakan, dan menceritakan ulang rasa aman itu.

Dampaknya untuk Warga

Bagi warga Jakarta, predikat ini tidak berhenti sebagai berita. Status itu dapat memengaruhi rasa percaya, mobilitas, hingga peluang ekonomi.

Namun kenyataannya, tidak semua orang merasakan rasa aman dengan cara yang sama. Di titik inilah jarak antara narasi dan pengalaman sehari-hari mulai terlihat.

Pertanyaan paling mendasar pun muncul siapa sebenarnya yang merasakan keamanan itu setiap hari?

Analisis Ringan

Jakarta kini berada di posisi yang menarik antara kota yang benar-benar membaik, dan kota yang semakin mahir membangun citra.

Keduanya bisa berjalan bersamaan. Namun keduanya juga bisa saling menutupi.

Sebab dalam banyak kasus, sesuatu yang tampak stabil belum tentu sepenuhnya terasa stabil di lapangan. @dimas

Tags: Asia TenggaraEkonomi IndonesiaJakartaKota TuaPariwisata

Kamu Melewatkan Ini

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh, Kesejahteraan Masih Tertinggal

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh, Kesejahteraan Masih Tertinggal

by dimas
Oktober 21, 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, ekonomi tumbuh di kisaran 5 persen. Namun, pekerjaan layak, daya beli kelas menengah, dan ketahanan energi masih...

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

by teguh
Oktober 20, 2026

Polda Metro Jaya bersama TNI menyiapkan ribuan personel untuk mengawal demonstrasi peringatan dua Tahun Prabowo-Gibran dan aktivitas publik di Jakarta....

50 Ribu Buruh Turun ke Jakarta, RUU Ketenagakerjaan Jadi Tuntutan

50 Ribu Buruh Turun ke Jakarta, RUU Ketenagakerjaan Jadi Tuntutan

by dimas
September 24, 2026

50 ribu buruh turun ke Jakarta membawa 11 tuntutan, dengan RUU Ketenagakerjaan menjadi sorotan utama dalam aksi 24 September 2026....

Next Post
Gol Jadi Harapan: Eksel, Netizen, dan Mimpi Lama Sepak Bola Indonesia

Gol Jadi Harapan: Eksel, Netizen, dan Mimpi Lama Sepak Bola Indonesia

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id