Selasa, April 21, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Anak Lolos Kampus, Dompet Menangis: Alumni Menjaga Mimpi Siswa Pamekasan

by teguh
April 21, 2026
in Life
A A
Home Life
Share on FacebookShare on Twitter
Selasa, 21/04/2026, kabar baik datang dari SMA Negeri 2 Pamekasan. Sebanyak 76 siswa lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Namun, di balik sorak gembira itu, banyak keluarga langsung menghitung biaya daftar ulang, uang kos, dan kebutuhan hidup anak mereka. Masuk kampus memang membanggakan. Tetapi bagi keluarga sederhana, langkah berikutnya sering terasa jauh lebih berat.

Tabooo.id: Life – Kepala sekolah, Moh Arifin, memastikan siswa kurang mampu tetap melanjutkan pendidikan. Karena itu, pihak sekolah bergerak cepat dan menghubungi para alumni.

“Kami sudah berkoordinasi dengan alumni. Semua siswa miskin biaya kuliahnya akan dibantu alumni,” ujar Arifin, Selasa (21/04/2026).

Ia menegaskan sekolah tidak akan membiarkan siswa berhenti kuliah karena masalah biaya.

“Jangan sampai ada siswa putus pendidikannya akibat tidak punya biaya. Kami akan bantu secara kelembagaan.”

Langkah ini menunjukkan satu hal penting saat masalah datang, solidaritas bisa bergerak lebih cepat daripada birokrasi.

76 Siswa Lolos, Tapi Tidak Semua Berangkat dengan Tenang

Sekolah kini mendata kondisi ekonomi seluruh siswa yang lolos SNBP. Sejauh ini, sekolah menemukan tiga siswa dari keluarga kurang mampu, meski orang tua mereka masih berjuang menanggung biaya.

Sementara itu, pada 2025 lalu, sekolah mencatat 28 siswa lolos SNBP. Saat itu, alumni memberi bantuan sekitar Rp10 juta per tahun kepada siswa yang membutuhkan.

Ini Belum Selesai

Refleksi Hari Kartini: Kita Merayakan, Tapi Sudahkah Kita Melanjutkan?

Kisah Icha Ungkap Realita Emansipasi Saat Ini

Artinya, gerakan ini bukan aksi sesaat. Sebaliknya, alumni terus menjaga tradisi gotong royong dari tahun ke tahun.

Biaya Kuliah Sering Menjadi Tembok Kedua

Masuk perguruan tinggi hanyalah pintu pertama. Setelah itu, banyak keluarga harus menghadapi tembok kedua biaya hidup.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pengeluaran pendidikan masih menjadi beban penting bagi banyak rumah tangga Indonesia. Karena itu, banyak siswa mampu lolos seleksi, tetapi tidak semua mampu bertahan.

Pakar pendidikan Prof. Dr. Arief Rachman pernah menegaskan:

“Masalah pendidikan kita bukan hanya kesempatan masuk, tetapi kemampuan menyelesaikan.”

Kalimat itu terasa nyata di Pamekasan. Sebab, lolos seleksi hanyalah awal, bukan garis akhir.

Mimpi Anak Muda Tidak Boleh Kalah oleh Tagihan

Banyak siswa dari keluarga sederhana membawa harapan besar ke kampus. Mereka ingin mengangkat ekonomi keluarga, membanggakan orang tua, dan memutus rantai kemiskinan.

Namun, ketika biaya datang, semangat sering goyah. Karena itu, dukungan kecil bisa memberi tenaga besar.

Budayawan Emha Ainun Nadjib pernah menyampaikan bahwa pendidikan membuka jalan kemerdekaan manusia dari keterbatasan.

Di Pamekasan, para alumni tidak sekadar memberi uang. Mereka menjaga jalan itu tetap terbuka.

Ini Bukan Sekadar Bantuan, Ini Tanggung Jawab Sosial

Ketika alumni bergerak, mereka sedang mengirim pesan kuat anak pintar dari keluarga miskin tidak boleh berjalan sendirian.

Selain itu, mereka juga membuktikan bahwa kepedulian sosial masih hidup. Di tengah banyak janji besar, tindakan nyata justru sering lahir dari komunitas kecil.

Pamekasan memberi contoh sederhana. Kadang perubahan tidak lahir dari pidato panjang, melainkan dari orang-orang yang ingat asal usulnya.

Closing

Hari ini 76 siswa lolos kampus. Besok mereka membawa harapan keluarga masing-masing. Lalu pertanyaannya sederhana berapa banyak mimpi lain di luar sana yang masih tertahan hanya karena biaya?. @teguh

Tags: AlumniAnak MiskinBirokrasiBPSBudayawanContohDompetEkonomiHarapanKab.PameksanKeluargaKepedulianKepsek SMAN 2 PamekasanKondisiMimpiPakarPendidikanSMAN 2 PamekasanSNBPSolidaritasSosialTradisi

Kamu Melewatkan Ini

Ketika Kepala Desa Pegang Miliaran, Tapi Negara Minim Membimbing

Ketika Kepala Desa Pegang Miliaran, Tapi Negara Minim Membimbing

by teguh
April 21, 2026

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengirim pesan keras kepada jajarannya jangan mudah menetapkan kepala desa sebagai tersangka hanya karena salah administrasi....

Jaksa Agung: Kades Bukan Target Mudah

Jaksa Agung: Kades Bukan Target Mudah

by teguh
April 21, 2026

Selasa, 21/04/2026, Jakarta memunculkan pertanyaan penting: apakah semua kesalahan kepala desa harus berujung borgol? Jaksa Agung ST Burhanuddin menjawab tegas,...

Max Havelaar: Film Kolonial Dulu Ditakuti Penguasa, Kini Menampar Zaman Lagi

Max Havelaar: Film Kolonial Dulu Ditakuti Penguasa, Kini Menampar Zaman Lagi

by teguh
April 21, 2026

Foto promo lawas film Max Havelaar kembali beredar di media sosial. Sekilas hanya nostalgia sinema klasik. Namun poster tua itu...

Next Post
Refleksi Hari Kartini: Kita Merayakan, Tapi Sudahkah Kita Melanjutkan?

Refleksi Hari Kartini: Kita Merayakan, Tapi Sudahkah Kita Melanjutkan?

Recommended

Max Havelaar: Film Kolonial Dulu Ditakuti Penguasa, Kini Menampar Zaman Lagi

Max Havelaar: Film Kolonial Dulu Ditakuti Penguasa, Kini Menampar Zaman Lagi

April 21, 2026
Bisnis Gelap Elpiji Rp1 Miliar: Ketika Subsidi Berubah Jadi Ladang Uang

Bisnis Gelap Elpiji Rp1 Miliar: Ketika Subsidi Berubah Jadi Ladang Uang

April 17, 2026

Popular

Mengenal Pingitan: Ruang Sunyi yang Membentuk Kartini dan Gagasan Emansipasi

Mengenal Pingitan: Ruang Sunyi yang Membentuk Kartini dan Gagasan Emansipasi

April 20, 2026

Beasiswa Dian Sastro 2026 Dibuka, Ini Syaratnya

April 20, 2026

Harga BBM Non-Subsidi Melonjak, Transparansi Pemerintah Dipertanyakan

April 20, 2026

Cadangan Gas Raksasa di Indonesia: Siap Jadi Kekuatan Dunia atau Cuma Wacana?

April 20, 2026

Hari Buruh: Perayaan atau Sekadar Jeda dari Ketidakadilan?

April 20, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id