Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Longsor Cibeunying: Tanah Bergerak, Warga Hilang, Jateng Siaga

by dimas
November 17, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Malam di Dusun Tarukan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, seharusnya tenang seperti biasanya. Namun Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 21.00 WIB, suara gemuruh memecah gelap. Tanah bergerak, rumah-rumah terangkat lalu ambruk, dan warga berlarian tanpa sempat membawa apa pun. Longsor itu datang cepat terlalu cepat menyisakan puing, lumpur, dan puluhan orang yang belum sempat menghindar.

Hingga Sabtu (15/11/2025) pukul 14.00 WIB, enam warga ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, sementara 14 lainnya masih hilang. Total 46 jiwa dari 17 keluarga terdampak, dan angka-angka itu terus membayangi proses pencarian yang bergerak di bawah hujan, dingin, dan waktu yang terus menipis.

Pencarian Balapan dengan Waktu

Di titik bencana, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan tanggap bencana, dan masyarakat bekerja nyaris tanpa henti. Alat-alat berat mulai berdatangan, menggali setiap jengkal tanah yang kini menjadi labirin lumpur. Dapur umum sudah berdiri, logistik diangkut dari berbagai daerah, dan area evakuasi mulai dipadati warga yang selamat namun kehilangan rumah, harta, bahkan keluarga.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah menemukan para korban yang hilang.

“Ini terus berlanjut… kita berdoa semoga masih diberikan keselamatan bagi masyarakat yang belum ditemukan,” ucapnya.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Gubernur Serukan Kewaspadaan Menyeluruh

Sambil memantau proses pencarian, Luthfi mengingatkan seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk tidak menganggap kejadian ini sebagai kasus terisolasi. Ia mengimbau agar warga, terutama di daerah pegunungan dan kawasan yang rentan longsor, meningkatkan kewaspadaan.

Ia juga meminta bupati, wali kota, dan BPBD memetakan ulang seluruh daerah rawan bencana dan menyebarkannya langsung kepada warga. Peta itu bukan sekadar dokumen administratif tetapi alarm peringatan yang seharusnya dibaca setiap hari.

Siapa Untung, Siapa Menanggung Luka

Seperti biasa dalam setiap bencana besar, muncul pertanyaan tak nyaman siapa yang diuntungkan dan siapa yang merugi?
Warga jelas kehilangan paling banyak rumah, keluarga, rasa aman, semuanya tersapu dalam hitungan detik.

Pemerintah mendapat momentum untuk menunjukkan komitmen penanganan bencana. Lembaga-lembaga kemanusiaan bergerak, reputasi aparat diuji, dan aliran bantuan masuk dari berbagai kanal. Tapi bagi warga, semua itu baru berarti jika benar-benar terasa di lapangan, bukan hanya tampil di laporan atau konferensi pers.

Menuju Pemulihan: Jalan Panjang yang Baru Dimulai

Di lapangan, rencana pemulihan jangka panjang mulai disiapkan relokasi warga, hunian sementara, trauma healing, hingga rekonstruksi fasilitas umum. Semua itu membutuhkan konsistensi sesuatu yang sering mengendur ketika sorotan media mereda.

Longsor di Cibeunying bukan kejadian pertama, dan bukan yang terakhir. Hujan ekstrem semakin sering datang, tanah makin rapuh, dan pembangunan tanpa perhitungan risiko memperbesar ancaman.

Pertanyaan Akhir yang Belum Terjawab

Pada akhirnya, longsor tidak pernah datang sendirian. Ia membawa pesan keras sekaligus pertanyaan yang sulit ditolak:
apakah kita benar-benar siap menghadapi bencana berikutnya, atau hanya siap memberikan pernyataan setelah semuanya terlanjur terjadi? @dimas

Tags: Cuaca EkstremJawa TengahMitigasi Bencana

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota di Indonesia Makin Gampang Tenggelam?

Kenapa Kota di Indonesia Makin Gampang Tenggelam?

by Waras
Mei 11, 2026

Dulu banjir datang setahun sekali. Sekarang, banyak kota di Indonesia terasa seperti tinggal menunggu giliran tenggelam. Hujan memang makin ekstrem....

Ini Bukan Sekadar Banjir. Ini Alarm Gagalnya Tata Kota Kendari

Ini Bukan Sekadar Banjir. Ini Alarm Gagalnya Tata Kota Kendari

by Waras
Mei 11, 2026

Hujan turun seperti tidak ingin berhenti. Selama tiga hari, Kendari berubah dari kota pesisir menjadi cekungan air raksasa. Rumah tenggelam,...

Becak Tidak Mati. Mereka Hanya Disembunyikan.

Becak Tidak Mati: Mereka Hanya Disembunyikan

by jeje
Mei 6, 2026

Pagi belum benar-benar terang ketika Slamet mengayuh becaknya pelan di sudut kota. Roda tuanya berderit kecil. Tangannya kasar. Punggungnya sedikit...

Next Post
Kenapa Kita Berbeda-beda Saat Stres? Jawabannya Lebih Rumit dari Sekadar “Kuat” atau “Nggak Kuat”

Kenapa Kita Berbeda-beda Saat Stres? Jawabannya Lebih Rumit dari Sekadar “Kuat” atau “Nggak Kuat”

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id