Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kilo: Info Loker, Pak Presiden?

by dimas
Agustus 15, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on Facebook
Share on Twitter
Presiden Prabowo menyebut buruh kupas bawang mendapat upah Rp700 ribu per kilogram. Benarkah? Publik pun bertanya, ada info loker?

Tabooo.id – Ada satu angka dari pidato Presiden Prabowo Subianto yang bikin publik mungkin ingin mengucek mata Rp700 ribu per kilogram untuk mengupas bawang.

Angka itu muncul saat Prabowo memperkenalkan Susanah, warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama MPR, DPR, DPD RI di Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo menyebut Susanah bekerja sebagai buruh harian pengupas bawang. Ia juga menyebut Susanah menerima upah Rp700 ribu per kilogram.

Bawang Dikupas, Netizen Ikut Menghitung

“Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram,” kata Prabowo.

Susanah hadir sebagai salah satu penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Ini Belum Selesai

Pengungsi Gempa NTT Makan Nasi Campur Kopi, Negara ke Mana?

Listyo Sigit Mau Pensiun, Tapi Siap Demo jika Desk Buruh Mandek?

Menurut Prabowo, PKH dan program sembako membantu menjaga pendidikan anak-anak Susanah.

Kisah itu seharusnya menjadi gambaran bahwa bantuan sosial membantu keluarga bertahan.

Namun, perhatian publik bisa saja berhenti pada satu angka.

Rp700 ribu per kilogram.

Kalau angka tersebut benar-benar menjadi tarif yang diterima pekerja, pertanyaan berikutnya sederhana: di mana lowongannya?

Sebab, angka itu terdengar seperti pekerjaan yang bisa membuat sebagian pencari kerja mempertimbangkan ulang pilihan karier.

Rp700 Ribu: Upah atau Angka yang Butuh Konteks?

Di sinilah persoalannya.

Pernyataan tersebut datang langsung dari Presiden dalam forum kenegaraan. Karena itu, publik wajar ingin mengetahui konteks angka tersebut secara utuh.

Apakah Rp700 ribu merupakan tarif per kilogram? Apakah ada target tertentu? Berapa kilogram bawang yang biasanya mampu dikupas dalam sehari?

Pertanyaan itu bukan sekadar kepo.

Angka upah berkaitan langsung dengan realitas ekonomi pekerja.

Bagi buruh, penghasilan menentukan kemampuan membayar kebutuhan rumah tangga, pendidikan anak, transportasi, hingga makanan sehari-hari.

Karena itu, angka Rp700 ribu tidak cukup hanya terdengar fantastis.

Publik membutuhkan konteks agar tidak salah memahami gambaran kesejahteraan pekerja.

Pidato Besar, Satu Angka Jadi Sorotan

Dalam pidatonya, Prabowo juga memaparkan berbagai capaian pemerintah selama 21 bulan kepemimpinannya.

Ia menyinggung swasembada pangan dan energi, program Makan Bergizi Gratis, pendidikan, kesehatan, BUMN, hilirisasi, hingga perlindungan sosial.

Pemerintah juga menyebut telah menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam 663 hari.

Namun, di tengah deretan angka triliunan rupiah dan kebijakan nasional, angka Rp700 ribu per kilogram justru punya daya tarik sendiri.

Maklum.

Angka triliunan terasa jauh.

Sementara Rp700 ribu terasa dekat dengan kalkulator warga.

Ini Bukan Sekadar Bawang

Ini bukan sekadar cerita tentang bawang. Ini tentang bagaimana satu angka dapat membentuk persepsi publik mengenai kesejahteraan.

Jika angka tersebut memang sesuai dengan pendapatan yang diterima Susanah, kabar itu tentu patut diapresiasi.

Namun, jika angka tersebut membutuhkan penjelasan lebih rinci, publik juga berhak mendapat konteks.

Sebab, kesejahteraan tidak cukup diukur dari angka yang terdengar besar.

Kita perlu tahu bagaimana angka itu diperoleh, seberapa rutin pekerjaan tersebut tersedia, dan berapa pendapatan yang benar-benar masuk ke kantong pekerja.

Jadi, Ada Info Loker?

Pada akhirnya, ada satu pertanyaan yang mungkin paling mudah dipahami netizen.

“Pak, info loker kupas bawang Rp700 ribu per kilo ada?”

Kalau benar tersedia, mungkin sebagian pencari kerja siap mengganti CV dengan pisau kupas.

Tentu saja, ini bukan ajakan meninggalkan profesi.

Ini cuma cara paling satir untuk bertanya:

Kalau upah Rp700 ribu per kilogram memang nyata, kenapa angka sebesar itu terasa seperti pekerjaan yang terlalu bagus untuk dilewatkan?

Karena kadang, yang bikin mata berair bukan bawangnya.

Angkanya. @dimas

Tags: Bantuan SosialKupas BawangPrabowo SubiantoSidang Tahunan MPRUpah 700 Ribu

Kamu Melewatkan Ini

Desil Naik, Bansos Hilang: Warga Karanganyar Bisa Lapor

Rp2.000 Per Kilo, Berapa Banyak Bawang Harus Dikupas?

by eko
Agustus 20, 2026

Buruh pengupas bawang di Pasar Legi Solo mendapat Rp2.000 per kilogram. Mereka harus mengejar banyak kupasan karena pendapatan harian tidak...

Desil Naik, Benarkah Hidup Warga Membaik?

Desil Naik, Benarkah Hidup Warga Membaik?

by eko
Agustus 20, 2026

Perubahan desil bisa membuat warga kehilangan bansos. Namun, apakah kenaikan angka dalam data selalu berarti kehidupan ekonomi mereka benar-benar membaik?...

HUT RI ke-81 Jadi Festival Publik, Bukti Negara Makin Dekat dengan Rakyat?

HUT RI ke-81 Jadi Festival Publik, Bukti Negara Makin Dekat dengan Rakyat?

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: HUT RI ke-81 tidak berhenti di Istana. Musik, UMKM, permainan, dan pesta rakyat membawa kemerdekaan ke ruang publik. Pertanyaannya,...

Next Post
Rumah dan Sekolah Tak Aman, Mengapa Perempuan Jadi Korban?

Rumah dan Sekolah Tak Aman, Mengapa Perempuan Jadi Korban?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id