Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Ungkap Fakta Mengejutkan: Korupsi Kepala Daerah Tak Selalu Soal Biaya Politik

by eko
Mei 11, 2026
in Reality
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar fakta mengejutkan di balik maraknya kasus korupsi kepala daerah hasil Pilkada 2024. Praktik rasuah ternyata tidak selalu dipicu mahalnya biaya politik. Dalam sejumlah kasus, pejabat justru bertindak karena motif pribadi bahkan demi memenuhi kebutuhan seperti tunjangan hari raya (THR).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa kebutuhan pribadi sering mendorong pejabat melakukan korupsi.

“Dalam beberapa kasus, motifnya juga berkaitan dengan kepentingan pribadi, termasuk demi memenuhi kebutuhan, seperti tunjangan hari raya (THR),” ujar Budi kepada jurnalis di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Mahal Ongkos Politik, Tapi Bukan Satu-satunya Biang

Meski motif pribadi muncul dalam sejumlah kasus, KPK tetap melihat hubungan kuat antara mahalnya ongkos politik dengan terbukanya celah korupsi. Semakin besar biaya yang kandidat keluarkan saat pemilihan, semakin besar pula godaan untuk mencari jalan balik modal setelah menjabat.

Karena itu, KPK melalui Direktorat Monitoring menjalankan kajian pada 2025. Tim kajian menemukan berbagai titik rawan yang sering dimanfaatkan oknum untuk bermain curang.

Ini Belum Selesai

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0, Herdman: Ini Kemenangan Kami Tunggu 38 Tahun

Misalnya, pihak tertentu kerap mengatur pengadaan logistik pemilu demi keuntungan pribadi. Selain itu, pelaku politik uang aktif membeli suara di tingkat pemilih maupun melakukan transaksi di kalangan elite. Praktik semacam ini terus muncul dan sulit dihapus.

Di sisi lain, sejumlah pejabat menyalahgunakan birokrasi dan fasilitas negara untuk memperkuat praktik korupsi yang lebih sistematis.

Balas Budi Politik Jadi Pola Berulang

Masalah tidak berhenti setelah kepala daerah memenangkan pemilihan. Justru pada fase awal masa jabatan, praktik balas budi sering muncul dan membentuk pola berulang.

Sebagian kepala daerah mengisi jabatan strategis dengan pihak pendukung. Mereka juga mengatur proyek pemerintah atau memberikan izin usaha kepada pihak tertentu. Tujuan langkah ini jelas: mengembalikan biaya politik yang telah mereka keluarkan selama kontestasi.

Fenomena ini menunjukkan bahwa korupsi tidak hanya terjadi saat pemilihan berlangsung, tetapi juga berlanjut selama masa jabatan berjalan.

11 Kepala Daerah Terjaring OTT, Daftar Terus Bertambah

Sepanjang 2025 hingga 18 April 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi menjerat 11 kepala daerah hasil Pilkada 2024 melalui operasi tangkap tangan (OTT).

Pada 2025, aparat KPK menangkap dan menetapkan sejumlah kepala daerah sebagai tersangka, antara lain:

  • Abdul Azis
  • Abdul Wahid
  • Sugiri Sancoko
  • Ardito Wijaya
  • Ade Kuswara Kunang

Kemudian sepanjang 2026, KPK kembali menangkap dan menetapkan sejumlah kepala daerah lain sebagai tersangka, yaitu:

  • Maidi
  • Sudewo
  • Fadia Arafiq
  • Muhammad Fikri Thobari
  • Syamsul Auliya Rachman
  • Gatut Sunu Wibowo

Antara Integritas dan Sistem yang Mahal

Temuan KPK menegaskan satu hal penting: korupsi tidak hanya dipicu mahalnya politik, tetapi juga dipengaruhi integritas pribadi pejabat.

Di satu sisi, sistem politik yang mahal memang membuka peluang penyimpangan. Namun di sisi lain, keputusan pribadi tetap menjadi faktor utama. Ketika pejabat melihat jabatan sebagai sarana balik modal atau alat memenuhi kebutuhan pribadi, mereka membuka celah korupsi dengan sadar.

Jika pola ini terus berulang, publik akan kembali menghadapi pertanyaan lama: apakah jabatan publik masih berfungsi sebagai pengabdian, atau sudah berubah menjadi investasi yang harus menghasilkan keuntungan?@eko

Tags: Korupsi DaerahKPKkpk Kota MadiunOTT KPK

Kamu Melewatkan Ini

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

by dimas
Juni 6, 2026

KPK menyita mobil sport, Harley, perhiasan, dan valas dari rumah Silmy Karim. Penyidik menelusuri dugaan korupsi izin tinggal WNA senilai...

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Ketika Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite?

by teguh
Mei 29, 2026

Rel kereta seharusnya membawa orang sampai tujuan. Namun dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)...

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

by teguh
Mei 28, 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memburu dugaan aliran uang dalam kasus korupsi proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian...

Next Post
Sleepmaxxing: Saat Tidur Tak Lagi Santai, Tapi Jadi Target yang Harus Sempurna

Sleepmaxxing: Saat Tidur Tak Lagi Santai, Tapi Jadi Target Sempurna

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id