Selasa, April 14, 2026
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

KPK Panggil Sekda dan Ketua KONI Madiun: Ini Bukan Kasus Tunggal, Tapi Pola Kekuasaan?

April 13, 2026
in Nasional, News
A A
Kasus Madiun Melebar, KPK Panggil Orang Dekat Maidi dan Komut Hemas Buana

Tersangka korupsi proyek dan dana CSR Pemkot Madiun, Maidi dan Thariq Megah, usai diperiksa di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Selasa (20/1/2026). (Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kota Madiun kembali menyeret sejumlah nama penting. Kali ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris Daerah hingga Ketua KONI sebagai saksi.

Sekilas, publik mungkin melihat perkara ini sebagai kasus hukum biasa. Namun, jika diperhatikan lebih jauh, muncul pertanyaan yang lebih besar mengapa pola seperti ini terus muncul di berbagai daerah?

Pemeriksaan Enam Saksi di Madiun

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa tim penyidik memeriksa enam saksi pada Senin, 13 April 2026. Pemeriksaan berlangsung di Kantor KPPN Kota Madiun.

“Tim penyidik memeriksa para saksi di Kantor KPPN Kota Madiun,” ujar Budi.

Adapun enam saksi yang hadir dalam pemeriksaan tersebut meliputi:

BacaJuga

Poster “Wanted” untuk Pejabat Viral, Unggahan BEM SI Jabar Tuai Sorotan

Indonesia-Rusia Makin Dekat: Aliansi Ekonomi atau Strategi Geopolitik Baru?

  1. Soeko Dwi Handiarto (Sekda Kota Madiun)
  2. Edwin Susanto (Ketua KONI Kota Madiun)
  3. Agus Pamuji (Kasi HTPT BPN Kota Madiun)
  4. Joko Wijayanto (Developer PT Puri Majapahit)
  5. Faizal Rachman (swasta)
  6. Nabil Abubakar Sungkar (Yayasan Al Irsyad Kota Madiun)

KPK memanggil mereka untuk memperdalam penyidikan terkait dugaan praktik pemerasan yang melibatkan pejabat daerah.

OTT KPK dan Penetapan Tersangka

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 20 Januari 2026. Dari operasi tersebut, penyidik menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu:

  1. Maidi, Wali Kota Madiun
  2. Rochim Ruhdiyanto, orang kepercayaan wali kota
  3. Thariq Megah, Kepala Dinas PUPR Pemkot Madiun

Penyidik menduga ketiganya mengumpulkan dana dari berbagai pihak melalui jalur perizinan dan kebijakan pemerintah daerah.

Dugaan Aliran Uang dan Izin Jalan

Dalam konstruksi perkara, penyidik menemukan bahwa pada Juli 2025 Wali Kota Madiun memberikan arahan untuk mengumpulkan dana. Ia diduga meminta sejumlah pejabat yang menangani perizinan dan keuangan daerah untuk menjalankan pengumpulan tersebut.

Salah satu sumber dana diduga berasal dari Yayasan STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun. Yayasan itu disebut memberikan dana sebesar Rp350 juta.

Dana tersebut berkaitan dengan izin akses jalan yang disebut sebagai “uang sewa” selama 14 tahun. Pihak tertentu mengaitkan permintaan dana itu dengan program CSR Kota Madiun.

Selain itu, penyidik juga menelusuri dugaan permintaan fee perizinan usaha. Dugaan tersebut mencakup izin pembangunan hotel, minimarket, hingga waralaba.

Bukan Sekadar Kasus Individu

Jika dilihat dari pola yang muncul, kasus ini tidak hanya berkaitan dengan satu jabatan atau satu nama. Sebaliknya, perkara ini menunjukkan rantai yang lebih panjang.

Di dalamnya terdapat hubungan antara izin usaha, proyek pembangunan, yayasan, hingga sektor swasta.

Karena itu, pertanyaan yang muncul tidak lagi sebatas “siapa yang bersalah.”
Yang lebih penting adalah bagaimana sistem itu bekerja hingga membuka ruang praktik seperti ini.

Dampaknya bagi Masyarakat

Masalah seperti ini tidak berhenti di ruang birokrasi. Sebaliknya, dampaknya bisa merembet hingga ke kehidupan masyarakat.

Setiap celah dalam sistem perizinan daerah berpotensi meningkatkan biaya usaha. Pada akhirnya, kondisi itu bisa memengaruhi harga layanan, menekan pelaku usaha kecil, dan mengganggu iklim investasi lokal.

Selain itu, jika kepercayaan publik terhadap birokrasi menurun, masyarakat dan pelaku usaha akan ikut menanggung dampaknya.

Masalah Sistem, Bukan Hanya Pelaku

Kasus korupsi daerah sering kali tidak berdiri sendiri.

Yang perlu diawasi bukan hanya individu, tetapi juga desain sistem perizinan yang membuka ruang transaksi.

Karena itu, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum. Di sisi lain, pemerintah juga perlu memperbaiki struktur birokrasi agar tidak terus menghasilkan celah yang sama.

Pertanyaannya kemudian menjadi sederhana namun penting, apakah kita terlalu fokus pada pelaku, tetapi lupa memperbaiki pintunya?

Penutup

Kasus di Madiun kembali membuka pertanyaan lama yang belum sepenuhnya terjawab: apakah ini hanya pelanggaran individu, atau justru cerminan sistem yang terlalu longgar?

Jika pola serupa terus muncul di berbagai daerah, publik mungkin akan terus mengalami siklus yang sama terkejut di awal, lalu perlahan melupakannya di akhir. @dimas

Tags: DaerahIndonesiaKasusKONI MadiunkorupsikpkmadiunottPemerasanperizinan daerahSekda MadiunWali kota

REKOMENDASI TABOOO

Reformasi atau Ilusi? Mengapa Demokrasi Kita Terlihat Bergerak tapi Sebenarnya Stagnan

Reformasi atau Ilusi? Mengapa Demokrasi Kita Terlihat Bergerak tapi Sebenarnya Stagnan

by dimas
April 13, 2026

Tabooo.id: Talk - Reformasi dulu datang dengan janji besar. Demokrasi, kebebasan, dan perubahan sistem yang lebih adil. Tapi hari ini,...

Ketika Perang Tidak Hanya Tentang Senjata, Tapi Tentang Narasi yang Disembunyikan

Regu Pembunuh Belanda di Revolusi: Fakta atau Narasi yang Lama Ditutup?

by dimas
April 13, 2026

Tabooo.id: Vibes - Pernahkah kita membayangkan bahwa sejarah yang kita baca tidak pernah benar-benar utuh?Di balik kisah Revolusi Indonesia 1945–1950,...

Indonesia-Rusia Makin Dekat: Aliansi Ekonomi atau Strategi Geopolitik Baru?

Indonesia-Rusia Makin Dekat: Aliansi Ekonomi atau Strategi Geopolitik Baru?

by dimas
April 13, 2026

Tabooo.id: Global - Di tengah dunia yang makin tidak pasti, dua pemimpin bertemu dan berbicara tentang masa depan ekonomi, energi,...

Next Post
Poster “Wanted” untuk Pejabat Viral, Unggahan BEM SI Jabar Tuai Sorotan

Poster “Wanted” untuk Pejabat Viral, Unggahan BEM SI Jabar Tuai Sorotan

Recommended

Empat Musim Pertiwi: Pulang ke Rumah atau Kembali ke Luka?

Empat Musim Pertiwi: Pulang ke Rumah atau Kembali ke Luka?

April 8, 2026
Teknologi Hijau Mulai Masuk ke Hidup Sehari-hari

Teknologi Hijau Mulai Masuk ke Hidup Sehari-hari

April 11, 2026

Popular

Reformasi atau Ilusi? Mengapa Demokrasi Kita Terlihat Bergerak tapi Sebenarnya Stagnan

Reformasi atau Ilusi? Mengapa Demokrasi Kita Terlihat Bergerak tapi Sebenarnya Stagnan

April 13, 2026

Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya”: Hiburan atau Luka yang Selama Ini Kita Diamkan?

April 13, 2026

Isu Pelengseran Prabowo: Suara Rakyat atau Operasi Senyap?

April 13, 2026

Ganti Presiden? Prabowo: Silakan, Tapi Lewat Sistem

April 13, 2026

Orang Hilang Diserahkan ke Polisi, Tapi Malah Dilepas: Ini Sistem atau Kebiasaan?

April 13, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.