Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Empat Musim Pertiwi: Pulang ke Rumah atau Kembali ke Luka?

by jeje
April 8, 2026
in Film
A A
Home Culture Film

Tabooo.id: Film – Pulang seharusnya terasa hangat. Tapi bagaimana jika rumah justru menjadi tempat paling asing?

Film Empat Musim Pertiwi mengangkat pertanyaan itu sejak awal. Bukan sekadar drama, film ini mengajak kita masuk ke perjalanan batin seorang perempuan yang berusaha berdamai dengan masa lalu.

Disutradarai oleh Kamila Andini, film ini kembali menegaskan ciri khasnya: puitis, tapi tetap tajam secara sosial.

Ketika Kepulangan Tidak Lagi Ramah

Pertiwi keluar dari penjara dan langsung kembali ke desanya. Namun, alih-alih disambut, ia justru menghadapi penolakan.

Warga menjauh. Keluarga pun menjaga jarak.

Ini Belum Selesai

JOFAFEST 6 Usung “Transcend”, Ajak Sineas Muda Melampaui Batas

Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Berbohong

Situasi ini tidak hanya menunjukkan konflik personal. Sebaliknya, film ini membuka realitas sosial yang sering kita abaikan: masyarakat lebih cepat menghakimi daripada memahami.

Melalui akting Putri Marino, Pertiwi tampil sebagai sosok yang rapuh tapi tetap bertahan.

“Dia tidak hanya pulang ke tempat, tapi juga ke luka yang belum selesai.”

Empat Musim, Empat Fase Luka

Judul film ini menyimpan makna yang lebih dalam.

Empat musim tidak hanya merepresentasikan waktu. Lebih dari itu, setiap musim mencerminkan fase emosi yang dilalui Pertiwi.

Kadang ia membeku dalam kesedihan. Lalu ia jatuh dalam kehilangan. Setelah itu, ia mencoba tumbuh kembali. Namun, ia juga harus menghadapi panasnya kenyataan.

Di sisi lain, kabut yang menyelimuti desa menghadirkan simbol misterius. Kabut itu bukan sekadar visual, tapi juga representasi trauma yang terus mengikuti.

Proyek Global, Cerita yang Sangat Personal

Film ini melibatkan kolaborasi enam negara. Namun, kekuatannya justru terletak pada cerita yang intim.

Arya Saloka dan Christine Hakim memperkuat dinamika emosional dalam cerita.

Sementara itu, produser Ifa Isfansyah bersama Anthony Chen membawa proyek ini ke panggung internasional.

Dengan demikian, film ini tidak hanya berbicara tentang Indonesia. Ia juga berbicara tentang pengalaman manusia yang universal.

Bukan Tentang Masa Lalu, Tapi Tentang Cara Kita Menghakimi

Masalahnya bukan lagi soal apa yang terjadi pada Pertiwi.

Sebaliknya, masalahnya adalah bagaimana orang lain terus mengingatnya sebagai “masa lalu itu”.

Film ini secara langsung menyoroti stigma sosial terhadap korban kekerasan seksual.

Korban tidak hanya menghadapi trauma. Mereka juga harus menghadapi penilaian yang terus datang.

Dan ironisnya, tekanan itu sering muncul dari lingkungan terdekat.

Kenapa Film Ini Relevan Sekarang?

Di tengah banyaknya film yang mengejar hiburan cepat, Empat Musim Pertiwi memilih jalan berbeda.

Film ini mengajak penonton untuk berhenti sejenak. Lalu berpikir.

Lebih jauh lagi, film ini mempertanyakan satu hal penting: apakah kita benar-benar memberi ruang bagi seseorang untuk pulih?

Karena faktanya, banyak orang ingin sembuh. Tapi lingkungan mereka tidak pernah memberi kesempatan.

Penutup

Film ini tidak menawarkan jawaban yang mudah.

Namun, justru di situlah kekuatannya.

Karena dalam hidup nyata, proses pulih tidak pernah sederhana. Dan sering kali, yang paling dibutuhkan bukan solusi, tapi penerimaan.

Lalu pertanyaannya, kalau seseorang sudah berusaha bangkit, kenapa kita masih sulit menerimanya? @jeje

Tags: film 2026Film IndonesiaIsu SosialStigma Sosial

Kamu Melewatkan Ini

Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Berbohong

Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Berbohong

by eko
Oktober 6, 2026

Bapak Paling Jujur mengisahkan calon gubernur yang tak bisa berbohong setelah terkena kutukan. Film tayang 15 Oktober 2026. Tabooo.id -...

Film G30S/PKI Pernah Catatkan Diri sebagai Film Termahal

Film G30S/PKI Pernah Catatkan Diri sebagai Film Termahal

by eko
September 30, 2026

Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI karya Arifin C. Noer tercatat menghabiskan Rp800 juta dan menjadi film termahal pada dekade 1980-an. Film...

Film Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah

Film Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah

by jeje
September 22, 2026

Pembunuhan misterius terjadi setiap tanggal 30. Di tengah teror Hantu Bolong, seorang perwira militer mulai mengungkap hubungan kasus tersebut dengan...

Next Post
Perang Iran-AS Guncang Pasar Energi, Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dollar

Perang Pause, Pasar Langsung Gas: Minyak Jatuh, Emas Naik

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id