Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Empat Musim Pertiwi: Pulang ke Rumah atau Kembali ke Luka?

by jeje
April 8, 2026
in Film
A A
Home Culture Film
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Film – Pulang seharusnya terasa hangat. Tapi bagaimana jika rumah justru menjadi tempat paling asing?

Film Empat Musim Pertiwi mengangkat pertanyaan itu sejak awal. Bukan sekadar drama, film ini mengajak kita masuk ke perjalanan batin seorang perempuan yang berusaha berdamai dengan masa lalu.

Disutradarai oleh Kamila Andini, film ini kembali menegaskan ciri khasnya: puitis, tapi tetap tajam secara sosial.

Ketika Kepulangan Tidak Lagi Ramah

Pertiwi keluar dari penjara dan langsung kembali ke desanya. Namun, alih-alih disambut, ia justru menghadapi penolakan.

Warga menjauh. Keluarga pun menjaga jarak.

Ini Belum Selesai

Film “Timur” : Iko Uwais Membuka Luka Masa Lalu

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

Situasi ini tidak hanya menunjukkan konflik personal. Sebaliknya, film ini membuka realitas sosial yang sering kita abaikan: masyarakat lebih cepat menghakimi daripada memahami.

Melalui akting Putri Marino, Pertiwi tampil sebagai sosok yang rapuh tapi tetap bertahan.

“Dia tidak hanya pulang ke tempat, tapi juga ke luka yang belum selesai.”

Empat Musim, Empat Fase Luka

Judul film ini menyimpan makna yang lebih dalam.

Empat musim tidak hanya merepresentasikan waktu. Lebih dari itu, setiap musim mencerminkan fase emosi yang dilalui Pertiwi.

Kadang ia membeku dalam kesedihan. Lalu ia jatuh dalam kehilangan. Setelah itu, ia mencoba tumbuh kembali. Namun, ia juga harus menghadapi panasnya kenyataan.

Di sisi lain, kabut yang menyelimuti desa menghadirkan simbol misterius. Kabut itu bukan sekadar visual, tapi juga representasi trauma yang terus mengikuti.

Proyek Global, Cerita yang Sangat Personal

Film ini melibatkan kolaborasi enam negara. Namun, kekuatannya justru terletak pada cerita yang intim.

Arya Saloka dan Christine Hakim memperkuat dinamika emosional dalam cerita.

Sementara itu, produser Ifa Isfansyah bersama Anthony Chen membawa proyek ini ke panggung internasional.

Dengan demikian, film ini tidak hanya berbicara tentang Indonesia. Ia juga berbicara tentang pengalaman manusia yang universal.

Bukan Tentang Masa Lalu, Tapi Tentang Cara Kita Menghakimi

Masalahnya bukan lagi soal apa yang terjadi pada Pertiwi.

Sebaliknya, masalahnya adalah bagaimana orang lain terus mengingatnya sebagai “masa lalu itu”.

Film ini secara langsung menyoroti stigma sosial terhadap korban kekerasan seksual.

Korban tidak hanya menghadapi trauma. Mereka juga harus menghadapi penilaian yang terus datang.

Dan ironisnya, tekanan itu sering muncul dari lingkungan terdekat.

Kenapa Film Ini Relevan Sekarang?

Di tengah banyaknya film yang mengejar hiburan cepat, Empat Musim Pertiwi memilih jalan berbeda.

Film ini mengajak penonton untuk berhenti sejenak. Lalu berpikir.

Lebih jauh lagi, film ini mempertanyakan satu hal penting: apakah kita benar-benar memberi ruang bagi seseorang untuk pulih?

Karena faktanya, banyak orang ingin sembuh. Tapi lingkungan mereka tidak pernah memberi kesempatan.

Penutup

Film ini tidak menawarkan jawaban yang mudah.

Namun, justru di situlah kekuatannya.

Karena dalam hidup nyata, proses pulih tidak pernah sederhana. Dan sering kali, yang paling dibutuhkan bukan solusi, tapi penerimaan.

Lalu pertanyaannya, kalau seseorang sudah berusaha bangkit, kenapa kita masih sulit menerimanya? @jeje

Tags: film 2026Film IndonesiaIsu SosialStigma Sosial

Kamu Melewatkan Ini

Namanya Yakuza, Isinya Dzikir: Indonesia Memang Sulit Ditebak

Namanya Yakuza, Isinya Dzikir: Indonesia Memang Sulit Ditebak

by teguh
Mei 25, 2026

Indonesia kembali melahirkan plot twist yang sulit ditebak. Saat nama “YAKUZA Maneges” muncul di media sosial, sebagian orang langsung membayangkan...

YAKUZA Maneges: Kenapa Orang yang Ingin Berubah Justru Sering Kita Adili?

YAKUZA Maneges: Kenapa Orang yang Ingin Berubah Justru Sering Kita Adili?

by teguh
Mei 24, 2026

Sebuah nama mendadak memantik rasa penasaran publik YAKUZA Maneges. Sebagian orang langsung mengernyit. Nama itu selama ini identik dengan mafia...

Yakuza Ingin Pulang: Nama Gelap Dipakai untuk Menjemput Cahaya

Yakuza Ingin Pulang: Nama Gelap Dipakai untuk Menjemput Cahaya

by teguh
Mei 23, 2026

Mari jujur nama “Yakuza” memang terasa mengganggu. Selama bertahun-tahun, publik mengenalnya sebagai simbol mafia Jepang. Nama itu membawa bayangan tentang...

Next Post
Perang Iran-AS Guncang Pasar Energi, Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dollar

Perang Pause, Pasar Langsung Gas: Minyak Jatuh, Emas Naik

Pilihan Tabooo

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Mei 24, 2026

Realita Hari Ini

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Februari 21, 2026

Mendagri Tegaskan Wakil Kepala Daerah Ikut Hadir di Rakornas 2026

Februari 2, 2026

MBG Bukan Makan Bergizi Gratis, Ini Versi “Mantap Banget Gila”

April 9, 2026

Ribuan Pemudik Padati Terminal Tirtonadi Solo, Lonjakan Penumpang Capai 50 Persen

Maret 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id