Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Lacak Aliran Dana Ridwan Kamil, Aura Kasih Ikut Dibidik

by sigit
Desember 25, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka babak baru dalam pengusutan dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB periode 2021–2023. Kali ini, KPK secara aktif menelusuri kebenaran informasi mengenai dugaan aliran uang dari mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) kepada pesohor Aura Kasih.

Langkah ini menandai keseriusan KPK dalam menindaklanjuti informasi yang beredar di masyarakat, terutama ketika nama tokoh publik ikut terseret dalam pusaran perkara.

KPK Andalkan Informasi Publik

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa laporan masyarakat memperkaya kerja penyidik. Oleh sebab itu, KPK akan memverifikasi setiap informasi yang masuk. “Kami akan cek validitasnya,” ujar Budi di Jakarta, Kamis.

Sebagai langkah awal, penyidik berencana memanggil pihak-pihak yang mengetahui atau dapat menjelaskan informasi tersebut. Selain itu, Budi mengajak masyarakat yang memiliki data awal yang valid untuk menyerahkannya langsung kepada KPK agar proses penelusuran berjalan lebih cepat dan akurat.

Budi juga menekankan bahwa penyidikan tidak berhenti pada satu tokoh. Selain mendalami peran Ridwan Kamil, penyidik kini menelusuri dugaan aliran dana lain, termasuk pembelian aset dan kemungkinan keterlibatan pihak tambahan. Dengan langkah ini, KPK membuka peluang untuk mengungkap jaringan yang lebih luas dalam kasus Bank BJB.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Lima Tersangka dan Kerugian Negara Rp222 Miliar

Sebelumnya, pada 13 Maret 2025, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka terdiri atas Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi dan Pejabat Pembuat Komitmen sekaligus Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Widi Hartoto. Tiga tersangka lain berasal dari kalangan agensi periklanan, yakni Ikin Asikin Dulmanan, Suhendrik, dan Sophan Jaya Kusuma.

Akibat praktik tersebut, negara menanggung kerugian yang diperkirakan mencapai Rp222 miliar. Angka ini terasa kontras di tengah kebutuhan masyarakat akan layanan publik yang layak dan merata.

Ridwan Kamil dalam Radar Penyidik

Nama Ridwan Kamil sendiri sudah lama masuk dalam perhatian penyidik. Pada 10 Maret 2025, KPK menggeledah rumah RK dan menyita sejumlah kendaraan. Selanjutnya, pada 2 Desember 2025, RK memenuhi panggilan KPK untuk memberikan keterangan sebagai saksi.

Kini, isu dugaan aliran uang ke figur publik kembali menguji konsistensi dan keberanian aparat penegak hukum dalam menuntaskan perkara besar.

Jika dugaan ini terbukti, pihak-pihak di ujung aliran dana jelas menikmati keuntungan. Sebaliknya, masyarakat justru menanggung kerugian karena anggaran yang seharusnya kembali dalam bentuk pelayanan publik malah bocor lewat proyek iklan. KPK akan menuai kepercayaan publik bila mampu menuntaskan kasus ini, namun negara kembali menanggung beban jika perkara berhenti setengah jalan.

Pada akhirnya, kasus ini menyisakan satu catatan penting: popularitas tak seharusnya menjadi tameng kebenaran. Sebab di hadapan hukum, nama besar tetap seharusnya kalah oleh fakta. (red)

Tags: Korupsi di IndonesiaKPKRidwan Kamil

Kamu Melewatkan Ini

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

by dimas
Juni 6, 2026

KPK menyita mobil sport, Harley, perhiasan, dan valas dari rumah Silmy Karim. Penyidik menelusuri dugaan korupsi izin tinggal WNA senilai...

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Ketika Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite?

by teguh
Mei 29, 2026

Rel kereta seharusnya membawa orang sampai tujuan. Namun dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)...

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

by teguh
Mei 28, 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memburu dugaan aliran uang dalam kasus korupsi proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian...

Next Post
Libur Natal, Jokowi Nikmati Quality Time Bersama Cucu di Pakuwon Mall Solo

Libur Natal, Jokowi Nikmati Quality Time Bersama Cucu di Pakuwon Mall Solo

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id