Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Korupsi di Balik Sertifikasi K3: Ketika Keselamatan Pekerja Dijadikan Ladang Pemerasan

by jeje
November 4, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Tujuan utama sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah melindungi para pekerja. Pemerintah mewajibkan setiap perusahaan memiliki sertifikat tersebut agar standar keselamatan di tempat kerja terjamin. Namun, idealisme itu runtuh ketika sertifikasi yang seharusnya menjadi jaminan keselamatan justru berubah menjadi ajang pemerasan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar praktik korupsi dalam pengurusan sertifikat K3 di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). KPK menetapkan para pejabat Kementerian Ketenagakerjaan, termasuk Wakil Menteri Immanuel Ebenezer, sebagai tersangka.

Modus Pemerasan Melalui Perusahaan Jasa K3

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkap bahwa praktik pemerasan itu melibatkan sejumlah PJK3, perusahaan swasta yang ditunjuk untuk menyelenggarakan ujian kompetensi bagi calon pemegang sertifikat.

“Dalam prosesnya, para pejabat Kemnaker bekerja sama dengan sejumlah PJK3 untuk menetapkan tarif yang jauh lebih tinggi dari ketentuan resmi,” ungkap Setyo dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (31/10/2025).

KPK memperkirakan total uang hasil pemerasan mencapai Rp81 miliar sejak 2019. Para pelaku menyalurkan uang itu melalui berbagai jalur, termasuk rekening pribadi dan perusahaan fiktif untuk menutupi transaksi haram tersebut.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Sertifikasi yang Kehilangan Makna

Padahal, sertifikasi K3 seharusnya menjadi bagian penting dari sistem pelindungan pekerja di Indonesia. Proses pelatihan dan penilaian kompetensi membantu pekerja dan perusahaan mencegah kecelakaan serta penyakit akibat kerja.

Namun, praktik pemerasan ini justru mengaburkan tujuan mulia tersebut. Ketika orang bisa membeli sertifikat, makna kompetensi dan tanggung jawab keselamatan pun lenyap.Dampaknya bisa berantai — dari meningkatnya risiko kecelakaan hingga menurunnya kepercayaan publik terhadap lembaga pelatihan dan pengawasan pemerintah.

Mengapa Bisa Bertahun-tahun?

Menurut sejumlah pengamat ketenagakerjaan, praktik ini bisa berlangsung lama karena lemahnya sistem pengawasan dan konflik kepentingan di internal kementerian. Banyak PJK3 yang semestinya diawasi justru menjalin kedekatan dengan pejabat pembuat kebijakan.


Kewajiban legal bagi perusahaan untuk memiliki sertifikasi K3 membuat banyak pihak tak punya pilihan selain mengikuti “tarif” tidak resmi agar proses tetap berjalan.

KPK menegaskan akan memperluas penyelidikan, menelusuri jejak keterlibatan pihak swasta dan pejabat daerah dalam jaringan pemerasan ini..

Seruan untuk Reformasi Sistem K3

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa sistem pelindungan pekerja di Indonesia masih rentan terhadap korupsi struktural. Jika pemerintah tidak membenahi akar masalahnya, sertifikasi K3 akan berubah menjadi sekadar simbol administratif, bukan alat untuk menyelamatkan nyawa.

Pemerintah menilai reformasi pengawasan, digitalisasi proses sertifikasi, dan penghapusan celah perizinan manual sebagai langkah mendesak untuk mengembalikan tujuan utama K3: melindungi manusia di tempat kerja. @jeje

Tags: IntegritasKetenagakerjaanKPK

Kamu Melewatkan Ini

Agus Salim: Ketika Kecerdasan Tidak Berujung pada Kekayaan

Agus Salim: Ketika Kecerdasan Tidak Berujung pada Kekayaan

by teguh
Juni 9, 2026

"Agus Salim, Orang tua yang sangat pintar ini seorang jenius dalam bidang bahasa, bicara, dan menulis dengan sempurna, paling sedikit...

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

by dimas
Juni 6, 2026

KPK menyita mobil sport, Harley, perhiasan, dan valas dari rumah Silmy Karim. Penyidik menelusuri dugaan korupsi izin tinggal WNA senilai...

Ketika Waktu Dijual: Siapa yang Sebenarnya Memiliki Hidup Para Pekerja?

Ketika Waktu Dijual: Siapa yang Sebenarnya Memiliki Hidup Para Pekerja?

by teguh
Juni 2, 2026

Lampu minimarket yang biasanya menyala hampir tanpa jeda mendadak padam saat libur nasional 31 Mei hingga 1 Juni 2026 karena...

Next Post
Sultan Jogja Melayat: Dua Dinasti Bertemu di Tengah Duka Mataram

Sultan Jogja Melayat: Dua Dinasti Bertemu di Tengah Duka Mataram

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id