• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Sabtu, Maret 28, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Komdigi Klaim Internet Ngebut Siapa yang Sebenarnya Menikmati?

Januari 27, 2026
in Nasional
A A
Komdigi Klaim Internet Ngebut Siapa yang Sebenarnya Menikmati?

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat kecepatan dan pemerataan akses internet di Indonesia terus menunjukkan kemajuan hingga 2025. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Internet Indonesia katanya makin cepat. Pemerintah memamerkan angka, grafik menanjak, dan target ambisius terus bermunculan. Namun, di balik klaim “internet ngebut”, publik diam-diam bertanya, ngebutnya sampai ke mana, dan siapa yang ikut menikmati?

Klaim Pemerintah: Ibu Kota Provinsi Sudah Lari Kencang

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan peningkatan signifikan kecepatan internet sepanjang 2025. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut kecepatan mobile broadband di seluruh ibu kota provinsi telah mencapai 63,5 Mbps. Sementara itu, fixed broadband mencatat rata-rata kecepatan 51,84 Mbps.

Meutya menyampaikan klaim tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR, Senin (26/01/2026). Pemerintah menilai capaian ini sebagai bukti keberhasilan pembangunan infrastruktur digital nasional.

RelatedPosts

Lebaran 2026: Prabowo Undang Ribuan Warga ke Istana Kepresidenan

Prabowo Sebut Penyiraman Aktivis KontraS Terorisme, Harus Usut Dalangnya

Data Publik Bicara Lain: Versi Ookla Lebih Rendah

Namun, data independen menghadirkan cerita berbeda. Laporan Ookla per Desember 2025 mencatat kecepatan internet Indonesia masih berada di bawah klaim Komdigi.

Ookla mencatat kecepatan unduh mobile broadband di angka 52,73 Mbps, dengan kecepatan unggah 17,28 Mbps. Untuk fixed broadband, kecepatan unduh berada di 44,38 Mbps, sementara unggah mencapai 30,61 Mbps.

Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan serius. Pemerintah mengukur kecepatan berbasis wilayah ibu kota provinsi. Sementara itu, pengguna internet sehari-hari merasakan koneksi yang jauh lebih beragam dan sering kali tidak stabil.

Jaringan Meluas, Tapi Kualitas Masih Timpang

Di sisi cakupan, Komdigi mengklaim jaringan 4G telah menjangkau 98,95 persen populasi Indonesia. Pemerintah menargetkan peningkatan menjadi 99,05 persen pada 2026, bahkan melampaui target RPJMN 2029.

Layanan 5G juga mulai berkembang. Sepanjang 2025, jaringan ini menjangkau 6,33 persen wilayah permukiman, melebihi target RPJMN sebesar 4,4 persen. Pemerintah menargetkan cakupan 5G naik ke 8,5 persen pada 2026.

Namun, realitas di lapangan berbicara lain. Kota besar menikmati koneksi cepat dan stabil. Sebaliknya, wilayah pinggiran masih berkutat dengan sinyal lemah dan kecepatan tak konsisten.

Kampung Internet dan Layanan Darurat Digital

Untuk mengejar ketertinggalan, Komdigi menjalankan Program Kampung Internet. Hingga 2025, program ini menjangkau 1.194 titik, terutama di daerah yang sebelumnya sulit mengakses jaringan.

Di sektor kebencanaan, pemerintah juga mendorong digitalisasi. Hingga akhir 2025, integrasi Sistem Informasi Kebencanaan dengan Layanan Darurat 112 telah berjalan di 186 kabupaten/kota. Pemerintah menilai integrasi ini mampu mempercepat respons dalam situasi darurat.

Pada 2026, Komdigi menargetkan perluasan integrasi tersebut ke 200 kabupaten/kota.

Siapa Diuntungkan, Siapa Masih Tertinggal?

Kecepatan internet yang meningkat jelas menguntungkan pelaku startup, bisnis digital, kreator konten, dan masyarakat urban. Mereka langsung memanen hasil dari koneksi cepat dan stabil.

Namun, masyarakat di daerah dengan kuota mahal, perangkat terbatas, dan sinyal naik-turun masih tertinggal. Internet cepat belum otomatis menghadirkan keadilan digital.

Penutup: Internet Cepat atau Cepat di Laporan?

Internet Indonesia memang berlari lebih kencang di atas kertas. Tapi selama kecepatan hanya terasa di kota besar dan ruang rapat, publik akan terus bertanya internet ini benar-benar hadir untuk semua, atau hanya berlari cepat di laporan resmi?. @teguh

Tags: BisnisDigitalDownloadFixed BroadbandinternetJaringanKecepatanKlaimKomisi I DPRMenkomdigiMobile BroadbandOoklaRPJMNStartupUpload
Next Post
Toy Story 5 Pixar Angkat Konflik Mainan vs Teknologi

Toy Story 5 Pixar Angkat Konflik Mainan vs Teknologi

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Prabowo Suruh Bahlil Berburu Minyak, Ada Apa Sebenarnya?

    Prabowo Suruh Bahlil Berburu Minyak, Ada Apa Sebenarnya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pesugihan Sate Gagak: Bisnis Kuliner Paling Laris, Tapi Customer-nya Bukan Manusia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pukulan di Kamar Hotel: Ketika Ego Remaja Lebih Keras dari Empati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Antara China dan Amerika, Indonesia Tidak Lagi Punya Ruang untuk Diam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terjawab! Misteri Senyum Mona Lisa: Ini Makna di Baliknya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.