• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Ketua Umum PSHT Melayat ke Keraton Surakarta: Antara Persaudaraan dan Doa

November 3, 2025
in News
A A
Ketua Umum PSHT Melayat ke Keraton Surakarta: Antara Persaudaraan dan Doa

Ketua Umum PSHT Kangmas Moerdjoko bersama putranya saat melayat ke Keraton Kasunanan Surakarta, Minggu (2/11/2025) malam. (Foto dok. Kraton Surakarta)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: News – Solo tenggelam dalam kesunyian yang berbeda. Langit mendung, udara lembap, dan langkah-langkah pelan terdengar di halaman Keraton Kasunanan Surakarta. Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun, Kangmas Moerdjoko, datang bersama putranya. Bukan untuk upacara, bukan untuk seremoni mereka datang membawa doa, memberi penghormatan terakhir kepada Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, pada Minggu (2/11/2025) malam.

Sekitar pukul delapan malam, suasana di kompleks keraton begitu hening. Tak ada musik, tak ada riuh kamera hanya aroma dupa yang menguar dan nyala lilin yang bergetar tertiup angin. Bangsal Parasdya, tempat jenazah Sinuhun disemayamkan, dipenuhi abdi dalem dan warga yang datang menundukkan kepala. Kangmas Moerdjoko berdiri di antara mereka, diam, menatap peti yang terbungkus kain putih. Kesedihan bukan hanya milik keluarga keraton, tapi juga seluruh mereka yang memahami arti ketulusan dalam menjaga budaya.

Sri Susuhunan Pakoe boewono XIII, yang akrab disapa Pakoe Boewono XIII, wafat di usia 77 tahun setelah dirawat akibat komplikasi penyakit. Dua dekade kepemimpinannya menandai masa penting dalam perjalanan Keraton Surakarta Hadiningrat masa ketika tradisi harus bersanding dengan dunia modern. Di tengah gempuran zaman, PB XIII tetap berdiri sebagai simbol keseimbangan: tegas dalam adat, lembut dalam tutur. Dari Sekaten, Grebeg, hingga Kirab Malam 1 Sura, ia hadir bukan sekadar pemimpin upacara, melainkan penjaga napas kebudayaan Jawa.

Rencananya, jenazah sang raja akan dimakamkan pada Rabu, 5 November 2025, di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Hingga hari itu tiba, ribuan warga Solo dipersilakan datang ke keraton untuk memberikan penghormatan terakhir. Di setiap bunga yang diletakkan, di setiap doa yang dibisikkan, ada rasa kehilangan yang tak bisa ditulis oleh waktu.

RelatedPosts

Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

Lebaran 2026: Prabowo Undang Ribuan Warga ke Istana Kepresidenan

Kedatangan Kangmas Moerdjoko ke keraton adalah lebih dari sekadar belasungkawa ini simbol lintas nilai dan rasa hormat antara dua pusat budaya padepokan dan istana. Di tengah dunia yang makin cepat dan dangkal, momen ini mengingatkan kita bahwa kebesaran bukan soal gelar, melainkan kesetiaan menjaga akar. Pakoe Boewono XIII bukan hanya raja adat, tapi penjaga identitas kolektif bangsa yang kian rapuh oleh arus modernitas. Saat budaya sering dianggap hanya tontonan, kepergian beliau memaksa kita bertanya, masihkah kita punya ruang untuk menghormati nilai-nilai yang membentuk siapa kita?

Malam itu, Solo tak sekadar berduka ia berkaca. Di balik dinding keraton, gema gamelan seolah berhenti, meninggalkan sunyi yang panjang. Dan di antara dupa dan doa, @dimas

Tags: Bangsal ParasdyaKabar Duka aKangmas MoerdjokoPakoe Boewono XIIIPersaudaraan Setia Hati Terate
Next Post
Prabowo di APEC: AI Senjata Baru Indonesia Perangi Kemiskinan dan Krisis Pangan

Prabowo di APEC: AI Senjata Baru Indonesia Perangi Kemiskinan dan Krisis Pangan

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

    Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Saat Senja: Ketika Malam Mulai Dibuka untuk Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lebaran Beda Hari, Antara Ilmu, Ego, dan Toleransi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7.039 Pemudik Gratis Tiba di Tirtonadi, Mayoritas dari DKI Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Sebut Penyiraman Aktivis KontraS Terorisme, Harus Usut Dalangnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.