Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kematian Khamenei: Domino Politik di Timur Tengah

by dimas
Maret 2, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Deep – Sabtu pekan lalu, langit di Tehran seakan menahan napas. Ledakan serentak mengguncang kompleks keamanan Iran, mengakhiri hidup Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Saksi mata melaporkan kepulan asap hitam dari Gedung Kepresidenan dan suara sirine yang meraung tanpa henti. Tak ada ucapan belasungkawa dari negara-negara Arab; justru kemarahan dan ketegangan yang meledak.

Negara Arab Diam, Ketegangan Meningkat

Respons global langsung terpecah. Negara-negara Arab yang biasanya menaruh simpati, memilih diam, bahkan bersikap kritis. Iran menuding mereka menjadi target serangan balas dendam karena rumah-rumah mereka menjadi pangkalan militer AS. Maroko, Yordania, Suriah, dan Uni Emirat Arab mengecam keras serangan Iran terhadap pangkalan militer Amerika, menekankan pelanggaran kedaulatan yang jelas. Ironisnya, Suriah, yang selama ini dikenal dekat dengan Iran, melalui Kementerian Luar Negeri justru mengutuk agresi tersebut, menandai upaya pemerintah baru untuk menyeimbangkan hubungan dengan Amerika Serikat dan kekuatan ekonomi regional.

Solidaritas dari Sekutu Global

Sementara itu, solidaritas datang dari luar Timur Tengah. Rusia, China, Korea Utara, Turki, hingga milisi pro-Iran menanggapi dengan nada tegas. Presiden Vladimir Putin menulis pesan belasungkawa resmi, menyebut Khamenei sebagai “negarawan luar biasa yang memperkuat persahabatan Rusia-Iran”. China mengecam tindakan AS dan Israel sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan Iran dan Piagam PBB. Korea Utara bahkan menyebut aksi tersebut sebagai “tindakan gangster” yang melanggar hukum internasional.

Di sisi lain, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan kesedihan atas kematian Khamenei, sementara Hamas di Gaza menyoroti dukungan politik dan militer Khamenei kepada perjuangan Palestina. Kepemimpinan Houthi juga menyampaikan belasungkawa dan mengutuk keras serangan tersebut.

Domino Politik dan Dampak Ekonomi

Namun, dalam diamnya negara-negara Arab, tersimpan ironi yang tajam. Kepedihan Iran berbanding terbalik dengan ketidakpedulian tetangganya. Selat Hormuz ditutup, harga minyak meroket, dan armada tanker menghentikan operasi. Efek domino ini menunjukkan bahwa konflik tidak hanya menciptakan korban langsung, tetapi juga memengaruhi ekonomi, diplomasi, dan stabilitas regional.

Ini Belum Selesai

AMPB Tinggalkan DPR, Mengapa Warga Pati Memilih Mengalah?

Apa Itu Masyarakat Prismatik dan Mengapa Masih Relevan?

Dari perspektif politik, kematian Khamenei membuka pertanyaan besar siapa yang benar-benar diuntungkan dari kekosongan kepemimpinan ini? Sementara sekutu global Iran bersuara lantang, sebagian besar negara Arab justru menjaga jarak. Pola ini mengisyaratkan permainan kepentingan keamanan, pengaruh regional, dan posisi strategis menjadi komoditas berharga, lebih penting daripada simpati kemanusiaan.

Korban yang Tersembunyi

Korban nyata bukan hanya pemerintah atau militer. Rakyat biasa, nelayan, pedagang, dan pengemudi kapal tanker merasakan dampaknya sehari-hari. Harga kebutuhan naik, mobilitas terganggu, dan ketegangan sosial meningkat. Ironisnya, mereka yang paling terdampak jarang terdengar suaranya di media internasional.

Refleksi Tabooo

Tabooo melihat tragedi ini sebagai refleksi sistemik kekuasaan dan konflik sering berputar di level elite, sementara mereka yang berada di garis depan rakyat biasa menjadi pion. Kebenaran sering disaring oleh kepentingan geopolitik, dan moralitas dilupakan demi strategi dan pengaruh.

Penutup yang Menyentil

Dan pada akhirnya, kematian Khamenei bukan sekadar berita duka. Ia menjadi cermin bagi dunia yang katanya modern keputusan militer, kepentingan nasional, dan ambisi global bisa mengubah hidup jutaan orang dalam hitungan detik. Sementara itu, solidaritas kemanusiaan tetap menjadi konsep yang terpinggirkan, kalah oleh logika politik dan strategi kekuasaan.

Jadi, ketika kita membaca headline dan analisis media internasional, pertanyaannya tetap sama siapa yang menanggung harga sesungguhnya dari konflik ini? Dan apakah dunia akan belajar dari ironi yang tercipta, atau terus menonton dari tribun tanpa menyalakan empati? @dimas

Tags: GeopolitikGlobalInternasionalKematianKhameneiKonflik DuniaPerang IranPolitik IndonesiarakyatSelat HormuzTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Merdeka untuk Siapa?

81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Merdeka untuk Siapa?

by Tabooo
Agustus 20, 2026

Sehari setelah perayaan HUT ke-81 RI, mahasiswa turun ke jalan membawa delapan tuntutan. Di sana, makna kemerdekaan kembali dipertanyakan lewat...

Prabowo, Jokowi, Gibran Duduk Bersama: Protokol atau Pesan Politik?

Prabowo, Jokowi, Gibran Duduk Bersama: Protokol atau Pesan Politik?

by dimas
Agustus 18, 2026

Prabowo, Jokowi, dan Gibran duduk bersama di Istana saat HUT ke-81 RI. Protokol kenegaraan atau pesan politik di tengah isu...

Roadmap Damai Gaza: Netanyahu Ajukan Syarat Sendiri

Roadmap Damai Gaza: Netanyahu Ajukan Syarat Sendiri

by Tabooo
Agustus 17, 2026

Washington ingin roadmap damai Gaza bergerak. Netanyahu punya syarat berbeda: Hamas harus dilucuti sepenuhnya sebelum pasukan Israel mundur.

Next Post
Gondola Terombang-Ambing di Lantai 26 Surabaya, Satu Pekerja Tewas

Gondola Terombang-Ambing di Lantai 26 Surabaya, Satu Pekerja Tewas

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id