Senin, April 20, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Kebakaran Gambut Datang Lebih Dini, Ancaman El Nino Kian Nyata

April 18, 2026
in Nasional, News
A A
Home News Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kebakaran lahan gambut mulai muncul bahkan sebelum puncak musim kemarau 2026 tiba. Kondisi ini langsung memicu alarm bahaya, karena Indonesia berpotensi menghadapi cuaca lebih panas dan kering akibat El Nino.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan El Nino bisa berkembang pada semester kedua 2026. Meski tergolong lemah hingga moderat, dampaknya tetap signifikan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan risiko ini dalam rapat koordinasi mitigasi kemarau panjang. Ia mengingatkan bahwa kombinasi kemarau dan El Nino sering memicu lonjakan kebakaran.

“Yang kita khawatirkan adalah ketika musim kemarau terjadi bersamaan dengan fase aktif El Nino,” tegasnya.

Ribuan Titik Panas Sudah Mengepung Gambut

Pantau Gambut mencatat 23.546 titik panas sejak awal tahun. Angka ini muncul bahkan sebelum kemarau mencapai puncaknya.

BacaJuga

AS dan Iran Kembali Berunding, Tapi Dunia Tak Yakin Perang Akan Berakhir

Gas Tidak Meledak, Tapi Harganya Bikin Rumah Tangga Diam-Diam Panik

Sebagian besar titik panas terkonsentrasi di area fungsi ekosistem gambut lindung. Wilayah ini menyimpan lapisan gambut dalam yang menghasilkan emisi karbon lebih besar saat terbakar.

Riau mencatat jumlah tertinggi dengan 8.930 titik, disusul Kalimantan Barat sebanyak 8.842 titik. Data ini menunjukkan bahwa wilayah dengan gambut luas menjadi pusat kerawanan kebakaran.

Masalahnya, titik api juga muncul di area berizin. Pantau Gambut menemukan 6.192 titik di kawasan HGU dan 1.334 titik di wilayah IUPHHK.

Temuan ini memperlihatkan celah serius antara aturan dan praktik di lapangan.

Putra Saptian dari Pantau Gambut menegaskan pentingnya pengawasan ketat.
“Pengawasan restorasi berbasis KHG harus diperkuat agar pemulihan benar-benar menyentuh dampak ekologis,” katanya.

Teknologi Satelit Ungkap Kebakaran Lebih Detail

Peneliti dari The TreeMap, David Gaveau, mengembangkan sistem pemetaan berbasis satelit Sentinel-2. Teknologi ini mampu mendeteksi area terbakar hingga resolusi 20 meter.

Sistem tersebut menangkap kebakaran kecil yang sering luput dari pemantauan global.

Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 5,62 juta hektar wilayah pernah terdampak kebakaran. Dari jumlah itu, sekitar 4,04 juta hektar mengalami kebakaran aktif.

Kalimantan, Sumatera, dan Nusa Tenggara menjadi wilayah dengan konsentrasi kebakaran tertinggi. Enam provinsi bahkan menyumbang 68 persen dari total area terbakar nasional.

El Nino Perkuat Risiko Kebakaran

Data historis menunjukkan pola yang konsisten. Aktivitas kebakaran meningkat saat El Nino dan Indian Ocean Dipole berada dalam fase positif.

Pada 2019 dan 2023, kebakaran melonjak tajam mulai Juli dan mencapai puncak pada September hingga Oktober.

Sebaliknya, periode 2020 hingga 2022 menunjukkan penurunan kebakaran karena kondisi iklim lebih basah.

Temuan ini menegaskan bahwa faktor iklim memainkan peran besar dalam memperparah kebakaran hutan dan lahan.

Saatnya Bertindak Sebelum Terlambat

Kondisi saat ini menunjukkan satu hal jelas: kebakaran tidak lagi menunggu puncak kemarau. Api sudah muncul lebih cepat, sementara pengawasan belum maksimal.

Pemerintah perlu mempercepat pembentukan regulasi terpadu, termasuk RUU Perlindungan Ekosistem Gambut berbasis KHG. Integrasi tata ruang, perizinan, dan penegakan hukum harus berjalan serentak.

Jika tidak, kebakaran akan terus berulang setiap tahun dengan dampak yang semakin besar.

Lalu pertanyaannya: saat tanda bahaya sudah muncul lebih awal, apakah kita masih akan bergerak terlambat? @dimas

Tags: bmkgDarurat Lingkunganel nino 2026KarhutlaKebakaran GambutKebakaran HutanKrisis IklimLingkungan IndonesiaPerubahan IklimTitik Panas

REKOMENDASI TABOOO

Kemarau 2026 Disebut Paling Parah? Faktanya, BMKG Tak Pernah Bilang Begitu

Kemarau 2026 Disebut Paling Parah? Faktanya, BMKG Tak Pernah Bilang Begitu

by eko
April 18, 2026

Tabooo.id: Check - Isu soal musim kemarau 2026 sempat bikin banyak orang cemas. Narasi viral di media sosial menyebut BMKG...

Hutan Kalimantan Rusak: Paru-Paru Dunia Kini di Ujung Napas?

Hutan Kalimantan Rusak: Paru-Paru Dunia Kini di Ujung Napas?

by dimas
April 18, 2026

Tabooo.id: Talk - Hutan Kalimantan pernah jadi kebanggaan dunia. Kini, kondisinya berubah drastis. Kita tidak lagi bicara potensi, tetapi soal...

Banjir Solo: Bencana Alam atau Kegagalan Mitigasi yang Berulang?

Banjir Solo: Bencana Alam atau Kegagalan Mitigasi yang Berulang?

by dimas
April 15, 2026

Tabooo.id: Deep - Hujan turun semalaman. Awalnya, air datang perlahan. Namun, dalam hitungan jam, air sudah masuk ke dalam rumah...

Next Post
Ini Bukan Sekadar Kartun. SpongeBob Adalah Potret Dunia yang Terlalu Nyata

Ini Bukan Sekadar Kartun. SpongeBob Adalah Potret Dunia yang Terlalu Nyata

Recommended

Pemerasan Bupati Tulungagung: Kasus Biasa atau Sistem Tekanan yang Disengaja?

Pemerasan Bupati Tulungagung: Kasus Biasa atau Sistem Tekanan yang Disengaja?

April 13, 2026
Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

April 14, 2026

Popular

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

April 14, 2026

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026

Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

April 19, 2026

Go Tik Swan: Dia Tionghoa, Tapi Jadi Jawa Sejati

April 19, 2026

Perempuan Indonesia Sudah Maju, Masih Diragukan?

April 19, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id