Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kasus Nenek Elina: Diusir Ormas hingga Rumah Diratakan Eskavator

by dimas
Desember 27, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Bayangkan berusia 80 tahun, tubuh kian renta, lalu satu-satunya rumah justru berubah menjadi arena kekerasan. Itulah yang dialami Elina Widjajanti, warga Jalan Dukuh Kuwukan, Sambikerep, Surabaya. Video amatir yang viral di media sosial memperlihatkan sekelompok pria berkaus merah menyeret dan menarik tubuh Nenek Elina keluar dari rumahnya, pada Rabu (6/8/2025).

Peristiwa itu segera menyentak publik. Bukan hanya karena usia korban, tetapi karena kekerasan itu terjadi terang-terangan, di tengah permukiman kota besar.

Pengusiran yang Berujung Kehancuran Rumah

Namun, kekerasan tidak berhenti di hari pengusiran. Beberapa hari kemudian, kelompok yang sama kembali mendatangi rumah Elina. Kali ini, mereka menyegel bangunan menggunakan kayu dan besi, sekaligus menutup akses masuk. Akibatnya, Elina dan keluarganya tidak lagi bisa memasuki rumah sendiri.

Situasi semakin parah sepekan setelahnya. Pada Jumat (15/8/2025), kelompok ormas tersebut merobohkan rumah Elina dengan alat berat eskavator. Dalam hitungan jam, rumah yang selama ini ia pertahankan runtuh. Foto dan video perobohan itu kembali menyebar luas, memicu kemarahan publik yang kian meluas.

Laporan Polisi Setelah Segalanya Terlanjur Terjadi

Merasa tidak memiliki ruang perlindungan lain, Elina akhirnya melapor ke SPKT Polda Jawa Timur pada Rabu (29/10/2025). Polisi mencatat laporan itu dengan Nomor LP/B/1546/X/2025/SPKT/POLDA JAWA TIMUR.

Ini Belum Selesai

Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi, Ada Apa?

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Kabel PT Sangsaka di Bantul

Dalam laporan tersebut, Elina melaporkan dugaan tindak pidana pengerusakan sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP. Dengan kata lain, negara baru masuk setelah rumah korban hancur dan rasa aman lebih dulu hilang.

Polda Jatim Mulai Bergerak

Kini, Polda Jawa Timur resmi menaikkan penanganan kasus ini ke tahap penyidikan. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menyampaikan bahwa penyidik telah memeriksa enam orang saksi.

“Kasus sudah kami tindaklanjuti dan masuk proses penyidikan. Sejauh ini, penyidik sudah memeriksa enam saksi,” ujar Jules, Jumat (26/12/2025).

Meski begitu, polisi masih menahan detail hasil pemeriksaan karena proses hukum terus berjalan.

Dugaan Dalang di Balik Aksi Ormas

Sementara itu, kuasa hukum Elina, Willem Mintarja, mengungkapkan bahwa puluhan anggota ormas datang secara mendadak ke rumah kliennya. Mereka tidak hanya mengusir, tetapi juga menyeret korban hingga menyebabkan luka fisik.

Lebih jauh, Willem menduga aksi tersebut terjadi atas perintah dua orang berinisial SM dan YS. Keduanya mengklaim sebagai pemilik sah rumah dan diduga menggunakan klaim itu sebagai dasar untuk mengerahkan massa.

“Kami sudah melaporkan penyeretan paksa ini ke Polda Jatim,” tegas Willem.

Warga Rentan Jadi Korban Berikutnya

Kasus Nenek Elina tidak berdiri sendiri. Warga lanjut usia, masyarakat miskin kota, serta pemilik rumah yang terjerat konflik lahan menjadi kelompok paling terdampak. Ketika sengketa hukum berubah menjadi aksi massa, warga kecil hampir selalu berada di posisi paling lemah.

Mereka tidak punya alat berat, tidak punya seragam, dan sering kali tidak punya akses cepat ke perlindungan hukum.

Negara Diuji di Hadapan Kekerasan Massa

Kasus ini menjadi ujian nyata bagi negara. Ketika ormas mampu mengusir, menyeret, bahkan merobohkan rumah warga tanpa putusan pengadilan, pertanyaannya menjadi sangat sederhana namun menyakitkan: siapa yang sebenarnya berkuasa di lapangan?

Jika hukum terus datang belakangan, sementara kekerasan lebih dulu bekerja, maka rasa aman warga hanya tinggal menunggu giliran runtuh persis seperti rumah Nenek Elina. @dimas

Tags: KasusKeadilankekerasanKonflik DuniaKriminal & HukumlahanNenek ElinaOrmasPerlindunganPolda Jatimsurabaya

Kamu Melewatkan Ini

Pelanggaran HAM dan Kekuasaan: Mengapa Keadilan Terus Tertunda?

Pelanggaran HAM dan Kekuasaan: Mengapa Keadilan Terus Tertunda?

by dimas
September 1, 2026

Pelanggaran HAM dan kekuasaan terus berhadapan dengan persoalan impunitas. Mengapa keadilan bagi korban tak kunjung tuntas? Tabooo.id - Ada perkara...

Ormas Turun ke Jalan, Siapa Berwenang Membubarkan Massa?

Ormas Turun ke Jalan, Siapa Berwenang Membubarkan Massa?

by dimas
September 1, 2026

Ormas turun ke jalan saat kericuhan DPR memicu sorotan soal batas kewenangan, peran ormas, dan potensi konflik horizontal. Tabooo.id -...

Dian 19 Tahun: Prestasi Akademik IP 4.0 Tak Menjamin Kuliah Aman

Dian 19 Tahun: Prestasi Akademik IP 4.0 Tak Menjamin Kuliah Aman

by teguh
Agustus 16, 2026

Prestasi akademik IP 4.0 tak menjamin kuliah aman. Biaya kuliah tetap menjadi tembok bagi mahasiswa dari keluarga rentan. Ada mahasiswa...

Next Post
RI Diusulkan Pimpin Dewan HAM PBB, DPR Ingatkan: Benahi Dalam Negeri

RI Diusulkan Pimpin Dewan HAM PBB, DPR Ingatkan: Benahi Dalam Negeri

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id