Selasa, Juli 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kasus Nenek Elina: Diusir Ormas hingga Rumah Diratakan Eskavator

by dimas
Desember 27, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Bayangkan berusia 80 tahun, tubuh kian renta, lalu satu-satunya rumah justru berubah menjadi arena kekerasan. Itulah yang dialami Elina Widjajanti, warga Jalan Dukuh Kuwukan, Sambikerep, Surabaya. Video amatir yang viral di media sosial memperlihatkan sekelompok pria berkaus merah menyeret dan menarik tubuh Nenek Elina keluar dari rumahnya, pada Rabu (6/8/2025).

Peristiwa itu segera menyentak publik. Bukan hanya karena usia korban, tetapi karena kekerasan itu terjadi terang-terangan, di tengah permukiman kota besar.

Pengusiran yang Berujung Kehancuran Rumah

Namun, kekerasan tidak berhenti di hari pengusiran. Beberapa hari kemudian, kelompok yang sama kembali mendatangi rumah Elina. Kali ini, mereka menyegel bangunan menggunakan kayu dan besi, sekaligus menutup akses masuk. Akibatnya, Elina dan keluarganya tidak lagi bisa memasuki rumah sendiri.

Situasi semakin parah sepekan setelahnya. Pada Jumat (15/8/2025), kelompok ormas tersebut merobohkan rumah Elina dengan alat berat eskavator. Dalam hitungan jam, rumah yang selama ini ia pertahankan runtuh. Foto dan video perobohan itu kembali menyebar luas, memicu kemarahan publik yang kian meluas.

Laporan Polisi Setelah Segalanya Terlanjur Terjadi

Merasa tidak memiliki ruang perlindungan lain, Elina akhirnya melapor ke SPKT Polda Jawa Timur pada Rabu (29/10/2025). Polisi mencatat laporan itu dengan Nomor LP/B/1546/X/2025/SPKT/POLDA JAWA TIMUR.

Ini Belum Selesai

Kekeringan Ekstrem di Gunungkidul, Warga Jual Ternak Demi Air

“Jurnalis Bukan Londo Ireng”, Insan Pers Solo Gelar Aksi Bela Kebebasan Pers

Dalam laporan tersebut, Elina melaporkan dugaan tindak pidana pengerusakan sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP. Dengan kata lain, negara baru masuk setelah rumah korban hancur dan rasa aman lebih dulu hilang.

Polda Jatim Mulai Bergerak

Kini, Polda Jawa Timur resmi menaikkan penanganan kasus ini ke tahap penyidikan. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menyampaikan bahwa penyidik telah memeriksa enam orang saksi.

“Kasus sudah kami tindaklanjuti dan masuk proses penyidikan. Sejauh ini, penyidik sudah memeriksa enam saksi,” ujar Jules, Jumat (26/12/2025).

Meski begitu, polisi masih menahan detail hasil pemeriksaan karena proses hukum terus berjalan.

Dugaan Dalang di Balik Aksi Ormas

Sementara itu, kuasa hukum Elina, Willem Mintarja, mengungkapkan bahwa puluhan anggota ormas datang secara mendadak ke rumah kliennya. Mereka tidak hanya mengusir, tetapi juga menyeret korban hingga menyebabkan luka fisik.

Lebih jauh, Willem menduga aksi tersebut terjadi atas perintah dua orang berinisial SM dan YS. Keduanya mengklaim sebagai pemilik sah rumah dan diduga menggunakan klaim itu sebagai dasar untuk mengerahkan massa.

“Kami sudah melaporkan penyeretan paksa ini ke Polda Jatim,” tegas Willem.

Warga Rentan Jadi Korban Berikutnya

Kasus Nenek Elina tidak berdiri sendiri. Warga lanjut usia, masyarakat miskin kota, serta pemilik rumah yang terjerat konflik lahan menjadi kelompok paling terdampak. Ketika sengketa hukum berubah menjadi aksi massa, warga kecil hampir selalu berada di posisi paling lemah.

Mereka tidak punya alat berat, tidak punya seragam, dan sering kali tidak punya akses cepat ke perlindungan hukum.

Negara Diuji di Hadapan Kekerasan Massa

Kasus ini menjadi ujian nyata bagi negara. Ketika ormas mampu mengusir, menyeret, bahkan merobohkan rumah warga tanpa putusan pengadilan, pertanyaannya menjadi sangat sederhana namun menyakitkan: siapa yang sebenarnya berkuasa di lapangan?

Jika hukum terus datang belakangan, sementara kekerasan lebih dulu bekerja, maka rasa aman warga hanya tinggal menunggu giliran runtuh persis seperti rumah Nenek Elina. @dimas

Tags: KasusKeadilankekerasanKonflik DuniaKriminal & HukumlahanNenek ElinaOrmasPerlindunganPolda Jatimsurabaya

Kamu Melewatkan Ini

Negara Hukum atau Massa? Pencuri Ayam dan Matinya Keadilan

Negara Hukum atau Massa? Pencuri Ayam dan Matinya Keadilan

by dimas
Juli 27, 2026

Tragedi tewasnya terduga pencuri ayam di Bali membuka perdebatan tentang negara hukum, praktik main hakim sendiri, dan krisis kepercayaan publik...

Korupsi “Badhogan” KBS: Saat Hak Hidup Satwa Ikut Dijarah

Korupsi “Badhogan” KBS: Saat Hak Hidup Satwa Ikut Dijarah

by dimas
Juli 26, 2026

Kasus korupsi "badhogan" di Kebun Binatang Surabaya tak hanya merugikan negara, tetapi juga diduga merampas hak hidup satwa melalui penyimpangan...

Dapur Umum: Garis Depan yang Jarang Masuk Sejarah

Dapur Umum: Garis Depan yang Jarang Masuk Sejarah

by eko
Juli 26, 2026

Kepahlawanan tidak hanya lahir di garis depan. Kisah Dar Mortir mengingatkan bahwa logistik, tenaga medis, dan dapur umum juga menjadi...

Next Post
RI Diusulkan Pimpin Dewan HAM PBB, DPR Ingatkan: Benahi Dalam Negeri

RI Diusulkan Pimpin Dewan HAM PBB, DPR Ingatkan: Benahi Dalam Negeri

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id