Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kapolri Tegaskan Polri di Bawah Presiden, Amanat Reformasi 1998

by sigit
Januari 26, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali menegaskan posisi Polri berada langsung di bawah Presiden RI bukan keputusan sepihak, apalagi ambisi kekuasaan. Menurut Sigit, posisi tersebut merupakan mandat tegas Reformasi 1998 yang hingga kini masih berlaku.

Pernyataan itu Sigit sampaikan dalam rapat bersama Komisi III DPR RI di Jakarta, Senin (26/1/2026). Ia mengingatkan, pasca-Reformasi 1998, negara secara sadar memisahkan Polri dari TNI agar kepolisian bisa membangun ulang doktrin, struktur, dan akuntabilitas sebagai civilian police.


Reformasi 1998 Jadi Titik Balik Polri

Sigit menjelaskan, pemisahan Polri dari TNI memberi ruang bagi institusi kepolisian untuk meninggalkan pendekatan militeristik. Reformasi itu juga sejalan dengan Pasal 30 ayat (4) UUD 1945, yang menegaskan Polri sebagai alat negara yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Penempatan Polri di bawah Presiden itu bagian dari mandat Reformasi 1998,” tegas Sigit.

Selain UUD, aturan tersebut juga tercantum dalam TAP MPR RI Nomor 7 Tahun 2000 Pasal 7 Ayat 3, yang menyebut Presiden berwenang mengangkat dan memberhentikan Kapolri dengan persetujuan DPR.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur


Alasan Geografis Jadi Pembenaran

Lebih jauh, Kapolri menyinggung tantangan geografis Indonesia. Dengan 17.380 pulau dan populasi besar, Sigit menilai Polri membutuhkan jalur komando yang cepat dan fleksibel.

Menurutnya, posisi Polri langsung di bawah Presiden justru membuat pelaksanaan tugas keamanan lebih efektif dan responsif, tanpa birokrasi berlapis.

“Dengan posisi seperti ini, Polri akan lebih maksimal dan fleksibel dalam menjalankan tugas,” ujarnya.


Bukan Doktrin Kekerasan, Tapi Pelayanan

Sigit juga menekankan perbedaan mendasar antara Polri dan TNI. Jika TNI bertugas menjaga pertahanan negara, Polri bertanggung jawab atas keamanan masyarakat sipil.

Ia menegaskan, Polri berpegang pada doktrin to serve and protect atau melayani dan melindungi, yang dikenal dalam nilai Tata Tentrem Kerta Raharja. Bukan doktrin “to kill and destroy” yang identik dengan operasi militer.

Presiden sebagai pemegang kendali keamanan nasional, serta Polri yang mendapat fleksibilitas struktural untuk merespons ancaman keamanan di lapangan. Masyarakat juga berpotensi mendapat layanan keamanan yang lebih cepat. Kritik datang dari pihak yang khawatir Polri terlalu dekat dengan kekuasaan politik, sehingga rawan kehilangan independensi jika pengawasan DPR melemah.


Di tengah ingatan panjang Reformasi 1998, pernyataan Kapolri ini seperti pengingat: soal siapa mengendalikan senjata dan keamanan selalu sensitif di negeri ini. Tinggal satu pertanyaan tersisa apakah kedekatan dengan Presiden akan memperkuat pelayanan publik, atau justru membuka bab baru drama kekuasaan? (red)

Tags: KapolriListyo Sigit PrabowoPolripresidenReformasiTNI

Kamu Melewatkan Ini

Film Pesta Babi Kembali Dibubarkan, Kini Terjadi di Ternate

Film Pesta Babi Kembali Dibubarkan, Kini Terjadi di Ternate

by Tabooo
Mei 10, 2026

Film Pesta Babi kembali dibubarkan. Kali ini terjadi di Ternate, Maluku Utara. Aparat TNI menghentikan kegiatan nonton bareng dan diskusi...

Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan, Ada Apa dengan Unram?

Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan, Ada Apa dengan Unram?

by Tabooo
Mei 8, 2026

Film Pesta Babi memicu ketegangan di lingkungan Universitas Mataram pada Kamis malam, 7 Mei 2026. Mahasiswa menggelar acara nonton bareng....

Sertifikasi Naik, Tekanan Ikut Naik: Kisah Sunyi di Balik Profesi Guru

Sertifikasi Naik, Tekanan Ikut Naik: Kisah Sunyi di Balik Profesi Guru

by teguh
Mei 2, 2026

Pagi itu, di sebuah ruang kelas sederhana pada masa awal kemerdekaan, seorang guru berdiri tanpa seragam resmi, tanpa tunjangan, bahkan...

Next Post
Polri di Bawah Presiden: Reformasi atau Risiko Kekuasaan?

Polri di Bawah Presiden: Reformasi atau Risiko Kekuasaan?

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id