Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kapal Tenggelam Labuan Bajo, Pelatih Valencia CF dan Tiga Anak Hilang

by dimas
Desember 29, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Lautan di sekitar Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, menyimpan tragedi yang menimpa keluarga pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, pada Jumat (26/12/2025) malam. Gelombang tinggi menghantam kapal pinisi Putri Sakinah yang mereka tumpangi, membuat Martin dan tiga anaknya hilang, sementara istrinya, Mar Martinez Ortuno, beserta putrinya berhasil selamat.

Kronologi Mencekam

Menurut Nakhoda kapal, Lukman, Martin dan tiga anaknya tidur di kabin lambung saat kapal dihantam gelombang. Sementara itu, Mar dan putrinya tidur di kabin atas. Karena posisi mereka lebih tinggi, Mar dan putrinya bisa memanjat dinding kapal dan berenang menuju sekoci yang datang menolong.

“Kapten dan kru sempat mencoba menolong, tetapi kapal sudah terendam dan arus sangat deras. Kami tidak bisa menyelamatkan Martin dan tiga anaknya,” ujar Lukman. Ia menambahkan, kru berputar-putar di sekitar kapal selama lima menit, tetapi gelombang susul membuat upaya itu gagal.

Mar membenarkan kronologi tersebut melalui pernyataan tertulis yang dibagikan oleh Ketua DPC Gahawisri Labuan Bajo, Budi Widjaja.

“Ibu dan anak perempuan berhasil memanjat dinding kapal dan berenang ke sekoci. Kapten dan kru ikut ke sekoci. Namun, Martin dan tiga anaknya berada di kabin lambung dan tidak terlihat bisa keluar,” ujar Budi.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Upaya Pencarian Terkendala Cuaca

Hingga hari ketiga, tim SAR gabungan masih mencari Martin dan ketiga anaknya, sekaligus mencari bangkai kapal wisata tersebut. Tim menghadapi cuaca buruk, arus deras, dan hujan lebat yang membatasi jarak pandang. Karena itu, tim menunda penyelaman mendalam hingga kondisi membaik.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere, Fathur Rahman, menyatakan bahwa pencarian akan dilanjutkan pada hari keempat. “Kami akan melanjutkan pencarian besok, fokus pada empat korban WNA yang hilang,” ujarnya.

Dampak bagi Keluarga dan Pariwisata

Keluarga Martin menjadi pihak yang paling terdampak. Mereka menghadapi ketidakpastian dan trauma psikologis akibat kehilangan anggota keluarga sekaligus. Selain itu, insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan wisatawan dan operator kapal di Labuan Bajo, yang sebelumnya menganggap perairan ini aman untuk wisata laut.

Bagi warga lokal dan pengelola wisata, tragedi ini menegaskan risiko tinggi yang tersembunyi di balik pemandangan eksotis Pulau Padar. Meskipun kapal modern dan rute wisata populer, alam tetap bisa menunjukkan kekuatannya tanpa ampun.

Catatan Publik

Tragedi kapal tenggelam ini menjadi pengingat bahwa keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas, bukan sekadar keindahan pemandangan. Kejadian ini juga menegaskan, bahkan pengalaman dan keahlian manusia sekalipun terkadang kalah oleh kekuatan alam. @dimas

Tags: hilangKapalkorbanLabuan BajolautNTTNusa Tenggara TimurPelatih

Kamu Melewatkan Ini

Tragedi Labuan Bajo, Dua Turis Tewas Akibat Jembatan Lapuk

Tragedi Labuan Bajo, Dua Turis Tewas Akibat Jembatan Lapuk

by dimas
Mei 31, 2026

Tragedi di Labuan Bajo menewaskan dua wisatawan Austria setelah jembatan lapuk di Cunca Wulang jebol. Kasus ini memicu sorotan terhadap...

Turis Austria Tewas: Ketika Surga Wisata Kadang Lupa Menjaga Nyawa

Turis Austria Tewas: Ketika Surga Wisata Kadang Lupa Menjaga Nyawa

by teguh
Mei 24, 2026

Turis Austria Jurgen (54) dan Astrid (56) datang ke Cunca Wulang untuk menikmati keindahan alam. Namun siang itu, jembatan gantung...

Turis Austria Tewas di Cunca Wulang: Ketika Keindahan Alam Tak Lagi Aman

Turis Austria Tewas di Cunca Wulang: Ketika Keindahan Alam Tak Lagi Aman

by teguh
Mei 24, 2026

Mereka datang membawa ransel, kamera, dan mungkin satu harapan sederhana pulang dengan cerita indah dari Indonesia. Tapi Minggu siang itu,...

Next Post
Tolak UMP 2026, Buruh Akan Demo Dua Hari di Jakarta

Buruh Jakarta dan Bandung Gelar Demo, Tuntut Upah Layak 2026

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id