Tabooo.id: Regional – Lautan di sekitar Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, menyimpan tragedi yang menimpa keluarga pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, pada Jumat (26/12/2025) malam. Gelombang tinggi menghantam kapal pinisi Putri Sakinah yang mereka tumpangi, membuat Martin dan tiga anaknya hilang, sementara istrinya, Mar Martinez Ortuno, beserta putrinya berhasil selamat.
Kronologi Mencekam
Menurut Nakhoda kapal, Lukman, Martin dan tiga anaknya tidur di kabin lambung saat kapal dihantam gelombang. Sementara itu, Mar dan putrinya tidur di kabin atas. Karena posisi mereka lebih tinggi, Mar dan putrinya bisa memanjat dinding kapal dan berenang menuju sekoci yang datang menolong.
“Kapten dan kru sempat mencoba menolong, tetapi kapal sudah terendam dan arus sangat deras. Kami tidak bisa menyelamatkan Martin dan tiga anaknya,” ujar Lukman. Ia menambahkan, kru berputar-putar di sekitar kapal selama lima menit, tetapi gelombang susul membuat upaya itu gagal.
Mar membenarkan kronologi tersebut melalui pernyataan tertulis yang dibagikan oleh Ketua DPC Gahawisri Labuan Bajo, Budi Widjaja.
“Ibu dan anak perempuan berhasil memanjat dinding kapal dan berenang ke sekoci. Kapten dan kru ikut ke sekoci. Namun, Martin dan tiga anaknya berada di kabin lambung dan tidak terlihat bisa keluar,” ujar Budi.
Upaya Pencarian Terkendala Cuaca
Hingga hari ketiga, tim SAR gabungan masih mencari Martin dan ketiga anaknya, sekaligus mencari bangkai kapal wisata tersebut. Tim menghadapi cuaca buruk, arus deras, dan hujan lebat yang membatasi jarak pandang. Karena itu, tim menunda penyelaman mendalam hingga kondisi membaik.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere, Fathur Rahman, menyatakan bahwa pencarian akan dilanjutkan pada hari keempat. “Kami akan melanjutkan pencarian besok, fokus pada empat korban WNA yang hilang,” ujarnya.
Dampak bagi Keluarga dan Pariwisata
Keluarga Martin menjadi pihak yang paling terdampak. Mereka menghadapi ketidakpastian dan trauma psikologis akibat kehilangan anggota keluarga sekaligus. Selain itu, insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan wisatawan dan operator kapal di Labuan Bajo, yang sebelumnya menganggap perairan ini aman untuk wisata laut.
Bagi warga lokal dan pengelola wisata, tragedi ini menegaskan risiko tinggi yang tersembunyi di balik pemandangan eksotis Pulau Padar. Meskipun kapal modern dan rute wisata populer, alam tetap bisa menunjukkan kekuatannya tanpa ampun.
Catatan Publik
Tragedi kapal tenggelam ini menjadi pengingat bahwa keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas, bukan sekadar keindahan pemandangan. Kejadian ini juga menegaskan, bahkan pengalaman dan keahlian manusia sekalipun terkadang kalah oleh kekuatan alam. @dimas




