Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kapal Dagang Diserang di Selat Hormuz, Pasokan Minyak Global Terancam

by dimas
Maret 9, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Ketegangan perang antara Iran dan blok Amerika Serikat-Israel kini menjalar ke laut. Dalam lebih dari sepekan sejak konflik pecah pada 28 Februari 2026, serangan beruntun menghantam kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Jalur laut yang selama ini menjadi nadi perdagangan energi dunia mendadak berubah menjadi zona berisiko tinggi.

Data sejumlah lembaga keamanan maritim menunjukkan sekitar 10 kapal terkena serangan drone atau rudal di atau dekat selat tersebut. Akibatnya, lalu lintas pelayaran di kawasan itu nyaris berhenti.

Lembaga keamanan pelayaran Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), bahkan telah mengeluarkan sekitar 10 peringatan keamanan dalam beberapa hari terakhir. Peringatan itu mencakup laporan serangan langsung hingga aktivitas mencurigakan di sekitar jalur pelayaran.

Situasi ini membuat operator kapal dan perusahaan logistik global memilih menahan armada mereka di luar zona konflik.

Serangan Beruntun dan Korban Jiwa

Organisasi maritim global, International Maritime Organization (IMO), mencatat setidaknya sembilan serangan kapal hanya dalam satu minggu. Dari rangkaian insiden tersebut, tujuh orang tewas.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Pada 2 Maret, tiga kapal Skylight, MKD Vyom, dan Stena Imperative masing-masing mengalami serangan yang menewaskan satu awak. Pada hari yang sama, kapal Hercules Star juga menjadi sasaran.

Serangan kemudian berlanjut pada 3 hingga 5 Maret. Empat kapal lain dilaporkan terkena serangan, yakni Libra Trader, Gold Oak, Safeen Prestige, dan Sonangol Namibe.

Situasi semakin memanas pada 6 Maret ketika kapal Mussafah 2 terkena hantaman rudal. Serangan itu menewaskan empat orang.

Tragedi tersebut juga menyentuh Indonesia. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan tiga anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia masih hilang setelah insiden tersebut. Satu WNI selamat dengan luka, sementara empat awak lain dari negara berbeda berhasil menyelamatkan diri.

Kapal Penolong Ikut Jadi Target

Perusahaan keamanan maritim Vanguard mengungkapkan bahwa kapal Mussafah 2 sebenarnya sedang menjalankan misi kemanusiaan. Kapal itu berusaha membantu kapal kontainer Safeen Prestige yang terkena serangan dua hari sebelumnya.

Namun dua rudal justru menghantam kapal penolong tersebut.

Temuan ini membuat komunitas pelayaran internasional semakin khawatir. Pusat analisis keamanan laut Joint Maritime Information Centre (JMIC) memperingatkan bahwa kapal penyelamat juga berisiko menjadi target berikutnya.

Dalam catatan keamanan terbarunya, JMIC menyebut pola serangan menunjukkan strategi tertentu. Para pelaku tampaknya ingin menciptakan ketidakpastian operasional di jalur pelayaran internasional.

Dengan kata lain, serangan itu tidak selalu bertujuan menenggelamkan kapal. Namun serangan tersebut cukup efektif untuk membuat kapal-kapal komersial berhenti berlayar.

Ancaman Iran dan Respons Barat

Ketegangan semakin meningkat setelah seorang jenderal Garda Revolusi Iran mengeluarkan ancaman keras pada 2 Maret. Ia menyatakan Iran siap “membakar setiap kapal” yang mencoba melintasi selat tersebut.

Pernyataan itu langsung memicu kekhawatiran pasar energi global.

Namun beberapa hari kemudian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan nada berbeda. Ia mengatakan negaranya tidak berniat menutup Selat Hormuz.

Sementara itu, Washington mulai mempertimbangkan langkah militer. Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan pemerintahnya siap mengawal kapal dagang agar tetap dapat melintasi selat tersebut.

Di Eropa, Emmanuel Macron juga bergerak cepat. Presiden Prancis itu mendorong pembentukan koalisi internasional untuk mengamankan jalur laut di kawasan Teluk.

Jalur Energi Dunia yang Mendadak Sepi

Selat Hormuz bukan sekadar jalur laut biasa. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan sebagian besar gas alam cair global biasanya melewati perairan sempit tersebut.

Karena itu, setiap gangguan di wilayah ini langsung mengguncang pasar energi internasional.

Perusahaan analisis energi Kpler melaporkan penurunan lalu lintas kapal tanker hingga 90 persen hanya dalam satu minggu. Platform pelacakan kapal MarineTraffic bahkan hanya mendeteksi sembilan kapal komersial melintasi selat tersebut sejak awal pekan.

Beberapa kapal juga mematikan sistem pelacak posisi mereka untuk menghindari deteksi.

Bagi dunia perdagangan, ini bukan sekadar konflik regional. Jika Selat Hormuz benar-benar lumpuh, harga energi global bisa melonjak dan efeknya cepat terasa hingga ke dompet masyarakat di banyak negara.

Ironisnya, jalur laut yang selama puluhan tahun menjadi arteri energi dunia kini berubah menjadi lorong sunyi tempat kapal-kapal memilih menunggu daripada mengambil risiko ditembak di tengah laut. @dimas

Tags: DuniaEkonomi IndonesiaEnergiGeopolitikGlobalHargaJalurKeamanan NegaraKonflik DuniaKrisis GlobalMaritimminyakPelayaranperangPerang IranPerdaganganSelat HormuzTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

by dimas
Juni 9, 2026

Chatib Basri bertemu Prabowo selama dua jam di Istana. Apakah ini sekadar konsultasi ekonomi atau sinyal perubahan di Dewan Ekonomi...

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

by teguh
Juni 8, 2026

Investasi menjadi kesejahteraan adalah ujian terbesar yang sedang dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah ramainya spekulasi reshuffle kabinet, tantangan...

Dua Musuh, Satu Kepentingan

Dua Musuh, Satu Kepentingan

by dimas
Juni 7, 2026

Di balik ancaman dan negosiasi yang tak berujung, AS dan Iran ternyata terjebak dalam kepentingan yang sama: sama-sama membutuhkan lawannya...

Next Post
Tragedi Bantargebang, Dedi Mulyadi Soroti Beban Sampah Jakarta

Tragedi Bantargebang, Dedi Mulyadi Soroti Beban Sampah Jakarta

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id